
Subaru Legacy generasi keempat yang diproduksi dari tahun 2003 hingga 2009 sering dianggap sebagai salah satu era terbaik dalam sejarah Subaru. Banyak penggemar Subaru menyebut generasi BL/BP sebagai titik sempurna antara performa sporty, kenyamanan touring, desain elegan, dan teknologi AWD modern.
Pada awal 2000-an, Subaru ingin membawa Legacy naik kelas agar mampu bersaing tidak hanya dengan sedan Jepang biasa, tetapi juga sedan sport touring Eropa. Karena itu, Legacy generasi keempat dikembangkan dengan fokus besar pada kualitas berkendara, desain premium, dan karakter handling yang lebih agresif dibanding generasi sebelumnya.
Legacy generasi keempat hadir dengan kode BL untuk sedan dan BP untuk wagon. Dibanding Legacy BE/BH generasi ketiga, desain BL/BP terlihat jauh lebih modern dan proporsional.
Subaru membuat bodi kendaraan lebih aerodinamis dengan garis desain tajam dan tampilan lebih sporty. Lampu depan berbentuk hawk-eye awal serta grille modern membuat Legacy generasi ini terlihat lebih elegan dibanding model sebelumnya.
Desain Legacy BL/BP bahkan dianggap cukup “Eropa” oleh banyak pengamat otomotif karena proporsinya terlihat lebih mewah dan dewasa dibanding sedan Jepang lain pada masanya.
Selain eksterior, kualitas interior juga meningkat sangat signifikan. Dashboard dirancang lebih modern dengan orientasi premium yang lebih kuat. Material interior terasa lebih baik dan posisi mengemudi dibuat lebih ergonomis.
Subaru ingin Legacy generasi ini mampu memberikan pengalaman berkendara sporty tanpa mengorbankan kenyamanan perjalanan jauh. Hasilnya, Legacy BL/BP dikenal sebagai salah satu sedan touring terbaik yang pernah diproduksi Subaru.
Salah satu keunggulan terbesar Legacy generasi keempat adalah handling. Subaru berhasil menciptakan kombinasi antara sasis rigid, mesin boxer, dan sistem Symmetrical AWD yang membuat mobil sangat stabil saat menikung.
Mesin boxer tetap menjadi identitas utama Legacy. Pada generasi BL/BP, Subaru menggunakan berbagai mesin EJ-series seperti EJ20, EJ25, dan EZ30 enam silinder untuk beberapa varian tertentu.
Varian performa tinggi seperti Legacy GT menggunakan mesin boxer turbo EJ20 atau EJ25 yang terkenal responsif dan bertenaga. Mesin turbo tersebut dipadukan dengan AWD permanen sehingga menghasilkan akselerasi agresif namun tetap stabil di berbagai kondisi jalan.
Salah satu model paling terkenal dari era ini adalah Legacy GT Spec B. Varian ini dianggap sebagai salah satu sedan sport touring terbaik Subaru karena menawarkan kombinasi performa turbo, transmisi manual, suspensi sporty, dan kenyamanan premium.
Legacy GT Spec B juga memiliki handling tajam yang membuatnya sering dibandingkan dengan sedan sport Eropa. Banyak penggemar Subaru menganggap model ini sebagai sleeper car karena tampilannya relatif elegan tetapi performanya sangat kuat.
Selain sedan BL, wagon BP juga menjadi salah satu wagon Jepang paling populer di awal 2000-an. Legacy BP Wagon terkenal karena mampu memadukan ruang kabin luas, kenyamanan touring, dan performa sporty dalam satu kendaraan.
Di Jepang, Australia, dan Selandia Baru, Legacy BP Wagon menjadi favorit banyak penggemar touring dan komunitas Subaru. Banyak orang menggunakan wagon ini untuk perjalanan jarak jauh karena stabil, nyaman, dan memiliki kemampuan AWD yang sangat baik.
Pada era BL/BP, Subaru juga mulai serius meningkatkan kualitas NVH atau Noise, Vibration, and Harshness. Mesin boxer dibuat lebih halus dan kabin lebih senyap dibanding generasi sebelumnya.
Selain performa, Subaru mulai menambahkan berbagai fitur modern seperti climate control otomatis, kursi elektrik, sistem audio premium, dan fitur keselamatan lebih lengkap.
Di Jepang, Legacy generasi keempat juga hadir dalam beberapa varian spesial yang cukup terkenal di kalangan enthusiast. Salah satunya adalah Legacy tuned by STI yang memiliki peningkatan performa dan handling khas Subaru Tecnica International.
Varian STI Legacy menjadi incaran kolektor karena diproduksi terbatas dan menawarkan karakter berkendara yang lebih agresif dibanding model standar.
Pada masa ini, Legacy juga cukup populer dalam budaya modifikasi JDM. Banyak penggemar mengganti turbo, ECU, suspensi, hingga sistem exhaust untuk meningkatkan performa mesin EJ turbo.
Legacy BL/BP dianggap memiliki platform yang sangat baik untuk tuning karena kombinasi AWD dan mesin boxer turbo memberikan potensi performa besar.
Meski terkenal sangat disukai enthusiast, Legacy generasi keempat juga memiliki beberapa kekurangan. Mesin EJ25 turbo misalnya cukup terkenal memiliki risiko masalah head gasket jika tidak dirawat dengan baik.
Selain itu, konsumsi bahan bakar varian turbo juga relatif tinggi dibanding sedan Jepang naturally aspirated biasa. Namun banyak penggemar Subaru menganggap karakter berkendara Legacy BL/BP sepadan dengan biaya operasional tersebut.
Di pasar global, Legacy generasi keempat mendapat reputasi sebagai alternatif sedan Eropa dengan harga lebih terjangkau tetapi tetap menawarkan pengalaman berkendara menarik.
Sayangnya pada akhir 2000-an, tren pasar mulai berubah. Konsumen Amerika Utara lebih menginginkan sedan besar dan nyaman dibanding sedan sport touring berkarakter agresif.
Perubahan tren tersebut akhirnya memengaruhi arah pengembangan Legacy generasi berikutnya yang dibuat lebih besar dan lebih fokus pada kenyamanan keluarga.
Meski produksinya berakhir pada tahun 2009, Legacy BL/BP tetap dikenang sebagai salah satu generasi terbaik dalam sejarah Subaru. Hingga sekarang, model ini masih memiliki komunitas penggemar besar dan dianggap sebagai salah satu sedan sport touring Jepang paling menarik di era 2000-an.