
Subaru Legacy generasi kelima yang diproduksi dari tahun 2009 hingga 2014 menjadi salah satu generasi paling kontroversial dalam sejarah Subaru. Jika Legacy generasi BL/BP dikenal sebagai sedan sport touring yang tajam dan sporty, maka generasi kelima hadir dengan pendekatan yang jauh berbeda. Subaru mengubah Legacy menjadi sedan keluarga modern dengan dimensi lebih besar, kabin lebih luas, dan karakter berkendara lebih nyaman.
Perubahan tersebut bukan tanpa alasan. Pada akhir 2000-an, pasar otomotif global terutama di Amerika Utara mulai berubah drastis. Konsumen lebih menyukai kendaraan besar dengan ruang kabin luas dan kenyamanan tinggi dibanding sedan sporty yang terlalu fokus pada handling agresif.
Subaru melihat bahwa mayoritas pembeli Legacy di Amerika Serikat menggunakan mobil ini sebagai kendaraan keluarga dan touring harian, bukan sebagai sedan performa tinggi. Karena itu, Subaru memutuskan mengubah arah pengembangan Legacy agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar utama mereka.
Legacy generasi kelima hadir dengan kode BM untuk sedan dan BR untuk wagon. Dimensi bodinya meningkat cukup signifikan dibanding generasi BL/BP sebelumnya.
Mobil ini menjadi lebih tinggi, lebih lebar, dan memiliki wheelbase lebih panjang. Akibatnya, ruang kaki penumpang dan kapasitas kabin meningkat drastis.
Dari sisi desain, Legacy generasi kelima terlihat lebih konservatif dibanding generasi sebelumnya. Subaru menggunakan garis bodi lebih besar dan membulat untuk menciptakan kesan nyaman serta modern.
Sebagian penggemar Subaru merasa desain BM/BR kehilangan karakter sporty khas Legacy BL/BP. Banyak enthusiast menganggap Legacy generasi kelima terlihat terlalu besar dan terlalu fokus pada pasar Amerika.
Namun di sisi lain, perubahan tersebut membuat Legacy lebih nyaman digunakan sebagai kendaraan keluarga dan perjalanan jauh.
Interior Legacy generasi kelima mengalami peningkatan besar dalam hal ruang dan fitur. Dashboard dibuat lebih modern dengan desain horizontal yang sederhana namun ergonomis.
Subaru mulai menambahkan lebih banyak fitur kenyamanan seperti sistem infotainment modern, konektivitas Bluetooth, climate control otomatis, dan fitur keselamatan yang lebih lengkap.
Kualitas material interior juga meningkat dibanding generasi sebelumnya. Kabin terasa lebih tenang dan nyaman, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Meski berubah menjadi lebih nyaman, Subaru tetap mempertahankan identitas utama Legacy yaitu mesin boxer dan sistem Symmetrical AWD.
Generasi kelima menggunakan beberapa pilihan mesin boxer seperti EJ25, FB25, dan EZ36 enam silinder tergantung pasar dan varian kendaraan.
Salah satu perubahan besar pada era ini adalah mulai diperkenalkannya mesin FB-series. Mesin boxer generasi baru tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi dibanding mesin EJ-series lama.
Mesin FB25 terutama menjadi fokus utama Subaru karena memiliki konsumsi bahan bakar lebih baik namun tetap mempertahankan karakter boxer khas Subaru.
Untuk varian performa, Subaru menghadirkan Legacy GT yang menggunakan mesin boxer turbo 2.5 liter. Namun karakter Legacy GT generasi kelima lebih fokus pada kenyamanan touring dibanding agresivitas seperti Legacy GT Spec B generasi sebelumnya.
AWD pada Legacy generasi kelima juga mengalami penyempurnaan besar. Subaru meningkatkan integrasi sistem AWD dengan kontrol stabilitas elektronik sehingga handling menjadi lebih aman dan nyaman di berbagai kondisi jalan.
Sistem Symmetrical AWD modern Subaru membantu Legacy tetap memiliki karakter stabil saat hujan, jalan licin, maupun perjalanan musim dingin.
Legacy Wagon BR juga tetap mempertahankan reputasi Subaru sebagai produsen wagon AWD yang nyaman dan praktis. Di Jepang, Australia, dan Eropa, wagon Legacy generasi kelima cukup populer untuk kebutuhan touring keluarga.
Namun pada era ini, popularitas wagon mulai tergeser oleh SUV dan crossover. Bahkan model Subaru Outback yang berbasis Legacy mulai lebih terkenal dibanding Legacy Wagon itu sendiri.
Outback berkembang menjadi model crossover independen dengan identitas lebih kuat. Banyak konsumen akhirnya memilih Outback dibanding wagon Legacy biasa karena tampilannya lebih tangguh dan modern.
Generasi kelima juga menjadi periode ketika Subaru mulai lebih serius mengembangkan fitur keselamatan aktif. Beberapa model Legacy mulai dilengkapi teknologi awal EyeSight yang membantu meningkatkan keamanan berkendara.
EyeSight menggunakan kamera stereo untuk membantu fitur seperti adaptive cruise control, lane departure warning, dan pre-collision braking.
Teknologi tersebut kemudian menjadi salah satu fitur keselamatan paling terkenal milik Subaru di era modern.
Meski memiliki banyak peningkatan dari sisi kenyamanan dan teknologi, Legacy generasi kelima tetap mendapat kritik dari sebagian penggemar lama Subaru.
Banyak enthusiast menganggap Legacy BM/BR kehilangan karakter sporty dan desain agresif yang membuat generasi BL/BP sangat dicintai.
Namun jika dilihat dari sisi pasar global, perubahan tersebut sebenarnya cukup berhasil. Legacy generasi kelima membantu Subaru memperluas pasar keluarga modern yang menginginkan sedan AWD nyaman dengan tingkat keselamatan tinggi.
Selain itu, Legacy BM/BR juga terkenal cukup nyaman untuk touring jarak jauh. Suspensi lebih empuk dan kabin lebih senyap membuat mobil ini cocok digunakan harian maupun perjalanan lintas kota.
Produksi Legacy generasi kelima berakhir pada tahun 2014 sebelum digantikan oleh generasi keenam yang tampil lebih modern dan lebih fokus pada teknologi keselamatan serta efisiensi.
Meski sering dianggap sebagai generasi paling “dewasa” dalam sejarah Legacy, BM/BR tetap memiliki tempat penting karena menjadi titik transisi Subaru dari sedan sport touring menuju sedan keluarga modern dengan teknologi canggih.