
MOBILID ā Pakar keselamatan jalan raya dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengingatkan warga yang berencana mudik menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantisipasi tiga tantangan utama perjalanan, seperti durasi tempuh, faktor kelelahan, dan manajemen barang bawaan.
Jusri menjelaskan bahwa perjalanan mudik menjelang Lebaran memiliki karakteristik berbeda dibandingkan perjalanan pada hari biasa. Lonjakan volume kendaraan secara signifikan menambah durasi perjalanan di jalan raya.
"Perjalanan mudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Timur itu rata-rata membutuhkan waktu yang lebih lama. Misal kita mau ke Semarang, kalau hari-hari biasa itu bisa ditempuh dengan waktu 6-7 jam saja. Kalau pada momentum mudik Lebaran ini bisa sampai 12 jam lebih," ujar Jusri, seperti mengutip dari ANTARA, Selasa (17/3/2026).
Kondisi kepadatan lalu lintas ditambah dengan keadaan pengemudi sedang menjalankan ibadah puasa meningkatkan risiko kelelahan fisik maupun mental. Hal itu, menurut Jusri, merupakan ancaman keselamatan yang sering kali diremehkan.
"Karakter perjalanan mudik di Indonesia ini ada tiga, seperti waktu, kondisi yang lelah hingga membawa barang yang berlebih," jelasnya.
"Letih dan lelah menjadi teman perjalanan. Karena waktu yang cukup lama, sehingga muncul masalah tersebut, yang tidak boleh disepelekan oleh pengendara," tambah Jusri.
Untuk memitigasi risiko tersebut, pemudik disarankan untuk menyiapkan kondisi fisik yang prima sebelum berangkat, dan mengatur jadwal istirahat secara berkala selama di perjalanan.
Selain faktor manusia, Jusri menyoroti kebiasaan pemudik yang membawa barang bawaan atau oleh-oleh melebihi kapasitas kendaraan.
"Kebiasaan membawa barang banyak pada saat mudik ini, mengakibatkan dampak buruk bagi kendaraan. Karena muatan berlebih ini dapat mengakibatkan mobil itu cepat rusak dan juga konsumsi BBM menjadi lebih meningkat," tuturnya.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan pada masa mudik tahun ini. Sementara, Polri memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.