
MOBILID- Pasar mobil listrik bekas di Indonesia semakin menarik untuk diperhatikan. Salah satu merek yang cukup banyak diperbincangkan adalah BYD karena memiliki pilihan model dengan karakter yang cukup beragam. Mulai dari hatchback listrik yang praktis untuk penggunaan perkotaan, SUV kompak, MPV keluarga, hingga SUV listrik berukuran lebih besar.
BYD sendiri resmi memasuki pasar Indonesia pada Januari 2024 dengan membawa tiga model awal, yaitu BYD Dolphin, Atto 3, dan Seal. Setelah itu, lini produknya berkembang dengan hadirnya M6 dan Sealion 7.
Bagi konsumen yang ingin membeli mobil listrik dalam kondisi bekas, keberagaman tersebut menjadi keuntungan tersendiri. Pilihan mobil bisa disesuaikan dengan kebutuhan, jumlah anggota keluarga, gaya berkendara, hingga anggaran.
Berikut lima mobil BYD bekas yang memiliki karakter berbeda dan menarik untuk dipertimbangkan.
1. BYD Dolphin, Hatchback Listrik untuk Aktivitas Perkotaan
BYD Dolphin merupakan salah satu model yang paling mudah dikenali dari lini awal BYD di Indonesia. Mobil ini memiliki bentuk hatchback dengan dimensi yang relatif kompak sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari di lingkungan perkotaan.
Karakter Dolphin lebih mengarah kepada mobil yang praktis dan mudah digunakan. Ukurannya membuat mobil ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang sehari-hari harus melewati jalan perkotaan yang padat atau membutuhkan kendaraan yang relatif mudah diparkir.
Dolphin dibangun menggunakan e-Platform 3.0 dan menggunakan Blade Battery. BYD juga merancang wheelbase yang cukup panjang dengan overhang depan dan belakang yang pendek. Konfigurasi tersebut membantu memberikan ruang yang lebih lega untuk penumpang, termasuk lantai belakang yang relatif datar.
Di Indonesia, Dolphin hadir dengan beberapa konfigurasi, termasuk Dynamic Standard Range dan Premium Extended Range. Daftar harga BYD menunjukkan varian Dynamic menggunakan baterai 44,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 410 km NEDC, sedangkan Premium Extended menggunakan baterai 60,48 kWh dengan jarak tempuh hingga 490 km NEDC.
Untuk pasar bekas, Dolphin bisa menjadi pilihan bagi pembeli yang ingin merasakan mobil listrik tetapi tidak membutuhkan SUV besar.
Hal yang perlu diperhatikan saat membeli unit bekas adalah kondisi baterai, riwayat pengisian, port charger, kaki-kaki, ban, serta kelengkapan perangkat elektronik.
2. BYD Atto 3, SUV Kompak dengan Kabin Modern
Jika Dolphin terasa terlalu kecil, BYD Atto 3 menawarkan karakter yang berbeda. Model ini merupakan SUV listrik yang memiliki posisi berkendara lebih tinggi dan ruang kabin yang lebih fleksibel.
Atto 3 juga menjadi salah satu model yang diperkenalkan BYD ketika resmi masuk Indonesia pada 2024.
Dari desain eksterior, Atto 3 mempunyai tampilan SUV yang modern. BYD membekalinya dengan velg 18 inci serta berbagai elemen desain yang memberikan karakter sporty. Pada model yang ditampilkan saat ini, Atto 3 juga memiliki layar tengah berukuran 15,6 inci yang dapat diputar.
Salah satu keunggulan Atto 3 untuk keluarga adalah ruang penyimpanannya. Berdasarkan informasi resmi BYD, kapasitas bagasi mencapai 440 liter ketika kursi belakang digunakan. Jika kursi belakang dilipat, kapasitasnya dapat mencapai 1.340 liter.
Fitur lainnya mencakup panoramic roof, wireless charger, dan kemampuan V2L hingga 3,3 kW pada spesifikasi yang ditampilkan BYD. Varian Advanced STD tercatat memiliki enam airbag, sedangkan Superior memiliki tujuh airbag.
Dalam kondisi bekas, Atto 3 menarik bagi pengguna yang membutuhkan mobil listrik untuk perjalanan harian tetapi tetap ingin memiliki karakter SUV.
Ketika mengecek unit bekas, calon pembeli perlu memastikan kondisi baterai, riwayat servis, fungsi kamera dan sensor, sistem infotainment, AC, panoramic roof, serta berbagai fitur bantuan berkendara.
3. BYD M6, Pilihan untuk Keluarga yang Membutuhkan Tujuh Kursi
Karakter yang jauh berbeda bisa ditemukan pada BYD M6. Jika Dolphin lebih ditujukan untuk penggunaan perkotaan dan Atto 3 menawarkan format SUV, M6 hadir sebagai MPV listrik yang lebih mengutamakan kebutuhan keluarga.
Salah satu daya tarik utama M6 adalah pilihan kapasitas tempat duduk. BYD memasarkan M6 sebagai MPV listrik dengan konfigurasi enam atau tujuh penumpang, tergantung varian. Model ini juga mempunyai atap panoramik yang memberikan kesan kabin lebih terbuka.
Ruang kabin menjadi salah satu alasan M6 menarik untuk pasar mobil bekas. Kursinya dapat dilipat sehingga area kabin bisa diubah menjadi ruang kargo yang lebih luas dengan lantai yang relatif rata.
Fitur pengisian daya juga menjadi perhatian. BYD menyebut M6 dapat melakukan pengisian DC dari 30 persen hingga 80 persen dalam sekitar 30 menit dalam kondisi yang sesuai. Kemampuan pengisian maksimalnya mencapai 115 kW pada varian Superior dan 89 kW pada Standard.
Untuk keluarga besar, M6 dapat menjadi alternatif menarik karena tidak hanya menawarkan penggerak listrik, tetapi juga fleksibilitas kabin.
Ketika membeli M6 bekas, pemeriksaan sebaiknya mencakup kondisi baterai, sistem pengisian, fungsi AC, kondisi jok baris kedua dan ketiga, mekanisme pelipatan kursi, serta kondisi suspensi.
Selain itu, perhatikan juga bagaimana mobil digunakan oleh pemilik sebelumnya. MPV yang sering membawa banyak penumpang dan barang tentu memiliki pola penggunaan yang berbeda dengan mobil yang lebih sering digunakan sendiri.
4. BYD Sealion 7, SUV Listrik dengan Karakter Lebih Besar
Berikutnya ada BYD Sealion 7, SUV listrik yang membawa karakter lebih sporty dan berukuran lebih besar dibandingkan Atto 3.
Sealion 7 resmi diperkenalkan di Indonesia pada 2025 dan menjadi bagian dari lini Ocean Series BYD. Model ini dirancang dengan pendekatan desain aerodinamis dan memiliki berbagai teknologi yang cukup lengkap.
Dari sisi kepraktisan, Sealion 7 mempunyai kapasitas bagasi belakang 500 liter. Jika kursi belakang dilipat, kapasitas tersebut dapat meningkat hingga 1.769 liter. Selain itu, tersedia ruang penyimpanan depan sebesar 58 liter.
Karakter Sealion 7 lebih cocok untuk konsumen yang ingin SUV listrik dengan ruang lebih lega sekaligus performa yang tinggi.
Pada varian Performance, BYD mencantumkan tenaga 390 kW dan torsi 690 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim hanya 4,5 detik.
Namun, tidak semua orang membutuhkan performa sebesar itu. Bagi calon pembeli mobil bekas, yang lebih penting adalah mencocokkan tipe kendaraan dengan kebutuhan.
Jika mobil akan digunakan untuk perjalanan keluarga, ruang kabin, kapasitas bagasi, kenyamanan suspensi, dan fitur keselamatan dapat menjadi pertimbangan utama.
Sealion 7 juga dilengkapi teknologi seperti V2L, iTAC, sistem ADAS, panoramic roof, serta pengisian daya nirkabel 50W pada spesifikasi yang ditampilkan BYD.
5. DENZA D9, MPV Premium untuk Keluarga
Model terakhir mempunyai karakter yang cukup berbeda karena DENZA D9 bukan menggunakan merek BYD pada bodinya. DENZA merupakan sub-brand premium dalam ekosistem BYD, dan D9 diposisikan sebagai MPV listrik premium.
D9 menawarkan konfigurasi tujuh penumpang dengan fokus besar pada kenyamanan. Situs resmi DENZA menyebut D9 sebagai luxury all-electric seven-seater MPV. Model ini menggunakan e-Platform 3.0, motor listrik 8-in-1, dan Blade Battery.
Interior menjadi salah satu daya tarik utama. D9 memiliki kursi dengan pengaturan elektrik 10 arah, sandaran kepala 6 arah, serta fungsi pijat 10 titik. Sistem audio menggunakan 14 speaker Dynaudio, sementara baris ketiga juga dirancang dengan ruang yang lebih lega.
Dari sisi performa, versi EV yang tercantum di situs DENZA memiliki klaim jarak tempuh NEDC hingga 600 km dan akselerasi 0–100 km/jam dalam 6,9 detik. Sistem pengisian menggunakan teknologi 800V dan mendukung dual-gun supercharging.
D9 cocok dilihat oleh pembeli mobil bekas yang membutuhkan MPV premium untuk keluarga dan mengutamakan kenyamanan perjalanan.
Karena fiturnya jauh lebih kompleks dibandingkan mobil listrik berukuran kecil, pemeriksaan unit bekas juga harus lebih teliti. Periksa seluruh fungsi jok elektrik, sistem hiburan, pintu geser, AC belakang, kamera, sensor, sistem pengisian, hingga kondisi baterai.
Karakter Kelima Mobil BYD Ini Berbeda
Kelima model tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik BYD tidak hanya memiliki satu karakter.
Dolphin lebih dekat dengan kebutuhan mobilitas perkotaan dan penggunaan harian. Atto 3 menawarkan format SUV kompak dengan kabin modern. M6 lebih berorientasi kepada keluarga yang membutuhkan ruang dan kapasitas penumpang lebih besar. Sealion 7 hadir sebagai SUV listrik dengan ukuran, ruang, dan performa yang lebih tinggi. Sementara DENZA D9 menyasar kebutuhan MPV premium dengan fokus pada kenyamanan penumpang.
Untuk mobil bekas, pilihan tidak harus ditentukan berdasarkan model yang paling mahal atau paling baru. Kondisi kendaraan justru menjadi faktor penting.
Calon pembeli sebaiknya memeriksa riwayat servis, kondisi baterai, sistem pengisian, kilometer, kaki-kaki, ban, bodi, interior, fitur elektronik, serta kelengkapan dokumen.
Selain itu, lakukan test drive untuk merasakan langsung karakter kendaraan. Pada mobil listrik bekas, pemeriksaan sistem baterai juga sebaiknya dilakukan dengan bantuan teknisi atau bengkel yang memahami kendaraan listrik.
Dengan mengenali karakter masing-masing model, calon pembeli dapat lebih mudah menentukan jenis BYD bekas yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari, baik untuk perjalanan dalam kota, kebutuhan keluarga, maupun perjalanan jarak jauh.