
MOBILID- Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia membuat pilihan mobil dengan teknologi listrik semakin beragam. Jika sebelumnya konsumen lebih banyak mengenal mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV), kini teknologi elektrifikasi juga hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari hybrid konvensional, plug-in hybrid, hingga Range-Extended Electric Vehicle (REEV).
Chery menjadi salah satu merek yang menghadirkan beberapa pendekatan tersebut melalui lini kendaraan elektrifikasinya. Menariknya, teknologi yang digunakan tidak dibuat dalam satu format saja. Chery memiliki Chery Super Hybrid (CSH) yang mencakup teknologi HEV, PHEV, dan REEV, sementara Chery Q hadir sebagai mobil listrik murni atau BEV.
Bagi pembaca MobilID yang sedang mencari informasi mengenai mobil Chery dengan teknologi elektrifikasi, berikut lima model yang menarik untuk diketahui.
1. Chery Tiggo Cross CSH, Hybrid untuk Aktivitas Sehari-hari
Chery Tiggo Cross CSH menjadi salah satu pilihan elektrifikasi Chery yang ditujukan untuk penggunaan sehari-hari. Model ini mengusung sistem strong hybrid yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, baterai hybrid, serta Dedicated Hybrid Transmission atau DHT.
Menurut spesifikasi resmi Chery Indonesia, Tiggo Cross CSH menggunakan mesin 1,5 liter DHE dengan output sistem mencapai 204 PS dan torsi 310 Nm. Dimensi panjangnya mencapai 4.330 mm sehingga masih berada pada ukuran yang relatif kompak untuk sebuah SUV crossover.
Salah satu karakter penting Tiggo Cross CSH adalah sistem hybrid-nya tidak mengharuskan pemilik mengisi daya melalui charger eksternal seperti mobil listrik murni. Energi baterai dapat diperoleh dari kerja sistem hybrid dan proses regeneratif ketika kendaraan melambat.
Karakter seperti ini membuat Tiggo Cross CSH cukup menarik untuk pengguna yang ingin merasakan perpaduan tenaga mesin bensin dan motor listrik tanpa harus mengubah kebiasaan pengisian kendaraan secara drastis.
Untuk penggunaan di perkotaan, sistem hybrid juga dapat membantu kendaraan bekerja lebih efisien dalam kondisi stop-and-go. Motor listrik dapat membantu memberikan respons awal, sedangkan mesin bensin tetap menjadi bagian dari sistem penggerak ketika dibutuhkan.
Di dalam kabin, Chery membekali Tiggo Cross CSH dengan layar ganda 10,25 inci, konektivitas wireless Apple CarPlay dan Android Auto, intelligent voice command, serta berbagai fitur kenyamanan lainnya.
Dengan karakter tersebut, Tiggo Cross CSH dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan SUV kompak dengan teknologi elektrifikasi tetapi masih menginginkan fleksibilitas seperti mobil bermesin bensin.
2. Chery Tiggo 8 CSH, SUV Hybrid 7 Penumpang
Bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas lebih besar, ada Chery Tiggo 8 CSH. Model ini membawa konsep hybrid ke segmen SUV keluarga dengan konfigurasi hingga tujuh penumpang.
Tiggo 8 CSH memiliki sistem Chery Super Hybrid dengan kombinasi mesin bensin, motor listrik, baterai hybrid, dan DHT. Berdasarkan halaman resmi Chery Indonesia, model ini mempunyai pure EV mileage hingga 90 km, comprehensive mileage lebih dari 1.300 km, tenaga 204 PS, dan torsi 310 Nm.
Kemampuan berjalan menggunakan tenaga listrik menjadi salah satu bagian menarik dari Tiggo 8 CSH. Berbeda dari hybrid konvensional yang hanya mengandalkan baterai berkapasitas relatif kecil untuk membantu sistem penggerak, teknologi pada Tiggo 8 CSH memberikan ruang penggunaan tenaga listrik yang lebih besar.
Karena membawa konfigurasi tujuh penumpang, model ini juga menyasar kebutuhan keluarga. Ruang kabin yang lebih besar dapat digunakan untuk membawa anggota keluarga sekaligus barang bawaan ketika bepergian.
Teknologi hybrid juga menjadi salah satu faktor yang menarik ketika kendaraan digunakan untuk aktivitas campuran. Mobil dapat digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun perjalanan antarkota tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.
Chery sendiri mencantumkan kemampuan comprehensive mileage lebih dari 1.300 km pada model ini. Angka tersebut merupakan klaim berdasarkan pengujian dan metode yang digunakan produsen, sehingga kondisi penggunaan nyata dapat berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, muatan, dan faktor lainnya.
Dengan kombinasi kabin tujuh penumpang dan teknologi hybrid, Tiggo 8 CSH memperlihatkan bahwa elektrifikasi tidak hanya ditujukan untuk mobil perkotaan berukuran kecil.
3. Chery Tiggo 9 CSH, SUV PHEV dengan Jarak Tempuh Listrik Lebih Panjang
Jika Tiggo Cross CSH dan Tiggo 8 CSH membawa pendekatan hybrid, Tiggo 9 CSH menawarkan teknologi plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV.
PHEV mempunyai karakter berbeda karena baterainya dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal. Dengan kapasitas baterai dan sistem yang mendukung penggunaan listrik lebih jauh, mobil PHEV memungkinkan pengemudi menggunakan kendaraan dalam mode listrik untuk perjalanan tertentu sebelum mesin bensin mengambil peran ketika dibutuhkan.
Chery Indonesia mencantumkan Tiggo 9 CSH dengan kemampuan pure EV mileage lebih dari 180 km dan comprehensive mileage lebih dari 1.400 km. Model ini juga memiliki akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,4 detik serta torsi sistem mencapai 650 Nm.
Angka tersebut menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi pada Tiggo 9 CSH tidak hanya diarahkan untuk efisiensi, tetapi juga dikombinasikan dengan performa.
Sebagai SUV berukuran besar, Tiggo 9 CSH juga menawarkan ruang kabin yang ditujukan untuk kebutuhan keluarga. Chery membekali model ini dengan sejumlah teknologi kenyamanan dan keselamatan, termasuk Automatic Parking Assist serta berbagai fitur bantuan berkendara.
Salah satu hal yang membedakan Tiggo 9 CSH dari hybrid konvensional adalah kebutuhan terhadap pengisian daya eksternal. Pemilik PHEV dapat memanfaatkan charging ketika tersedia untuk memaksimalkan penggunaan tenaga listrik.
Artinya, karakter penggunaan Tiggo 9 CSH akan sangat bergantung pada kebiasaan pemilik. Pengguna yang memiliki akses pengisian daya di rumah atau tempat kerja dapat memanfaatkan kemampuan listriknya secara lebih optimal.
Saat ini halaman resmi Chery Indonesia mencantumkan harga Tiggo 9 CSH mulai dari Rp749,9 juta OTR Jakarta. Harga dapat berubah mengikuti kebijakan produk dan wilayah penjualan.
4. Chery J6T CSH, REEV untuk Pengguna yang Suka Petualangan
Model berikutnya mempunyai konsep yang cukup berbeda, yaitu Chery J6T CSH. Kendaraan ini menggunakan teknologi Range-Extended Electric Vehicle atau REEV.
Teknologi REEV menjadi bagian dari keluarga Chery Super Hybrid bersama HEV dan PHEV. Pada J6T CSH, motor listrik menjadi penggerak roda, sedangkan mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan energi listrik ketika diperlukan.
Dengan mekanisme tersebut, pengalaman berkendaranya tetap berorientasi pada karakter kendaraan listrik. Mesin bensin tidak berfungsi dengan cara yang sama seperti mesin pada mobil hybrid konvensional yang secara langsung menjadi bagian dari sistem penggerak roda.
Chery memperkenalkan J6T CSH di GIIAS 2026 sebagai anggota baru keluarga J6 Series. Model ini menawarkan comprehensive mileage sekitar 1.000 km, sementara halaman resmi Chery mencantumkan pure EV mileage hingga 190 km NEDC. Tenaganya tercatat mencapai 428 PS dengan torsi 505 Nm.
J6T CSH juga membawa karakter adventure. Ground clearance tercatat 220 mm dan kemampuan water wading mencapai 650 mm. Chery juga menyediakan beberapa mode berkendara untuk berbagai kondisi medan.
Selain kemampuan berkendara, J6T CSH memiliki fitur seperti V2L 6 kW, layar head unit 15,6 inci, kamera 540 derajat, dan sistem audio 12 speaker.
Kehadiran J6T CSH menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi tidak selalu identik dengan mobil perkotaan. REEV juga dapat diterapkan pada kendaraan dengan karakter adventure yang membutuhkan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
Untuk konsumen yang tertarik dengan sensasi berkendara motor listrik tetapi masih memperhatikan fleksibilitas perjalanan jauh, konsep REEV menjadi salah satu teknologi yang menarik untuk dipahami.
5. Chery Q, Mobil Listrik Murni untuk Mobilitas Perkotaan
Berbeda dari empat model sebelumnya, Chery Q merupakan kendaraan listrik murni atau BEV. Mobil ini tidak menggunakan mesin bensin sebagai sumber penggerak.
Chery Q resmi hadir di Indonesia pada 2026 dan menjadi salah satu model elektrifikasi yang menyasar mobilitas perkotaan. Chery sendiri menempatkannya sebagai mobil listrik compact yang ditujukan untuk aktivitas harian.
Model ini menggunakan baterai 42,7 kWh dan memiliki jarak tempuh hingga sekitar 400 km berdasarkan standar NEDC. Sistem pengisian cepat DC juga tersedia, dengan pengisian 30-80 persen diklaim dapat dilakukan sekitar 16,5 menit dalam kondisi yang sesuai.
Menariknya, ukuran Chery Q tidak terlalu besar untuk sebuah kendaraan listrik. Namun, jarak sumbu roda mencapai sekitar 2.700 mm sehingga ruang kabin tetap menjadi salah satu bagian yang diperhatikan.
Chery juga membekali Q dengan layar 15,6 inci, Apple CarPlay dan Android Auto, Q-Talk, 20 ADAS, kamera 540 derajat, serta fitur V2L.
Karena sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, karakter penggunaan Chery Q tentu berbeda dari mobil hybrid. Pemilik perlu memperhatikan akses charging, baik di rumah maupun fasilitas pengisian umum.
Bagi pengguna dengan aktivitas dominan di dalam kota, kendaraan listrik murni seperti Chery Q menawarkan pendekatan berbeda karena seluruh sistem penggeraknya menggunakan energi listrik.
Hybrid, PHEV, REEV, dan EV Punya Karakter Berbeda
Lima model tersebut memperlihatkan bagaimana satu merek dapat menghadirkan beberapa pendekatan elektrifikasi sekaligus.
Tiggo Cross CSH menggunakan sistem hybrid yang cocok bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tanpa harus mengandalkan charging eksternal. Tiggo 8 CSH membawa teknologi hybrid ke SUV tujuh penumpang dengan kemampuan penggunaan tenaga listrik yang lebih jauh.
Sementara itu, Tiggo 9 CSH menggunakan pendekatan PHEV sehingga pengisian baterai dari sumber listrik eksternal menjadi bagian penting dari pemanfaatan sistemnya. Di sisi lain, J6T CSH menggunakan REEV, dengan motor listrik sebagai penggerak roda dan mesin bensin berperan sebagai generator.
Sedangkan Chery Q berada di kategori berbeda karena merupakan BEV atau mobil listrik murni.
Chery sendiri menjelaskan bahwa CSH mencakup tiga pendekatan, yakni HEV, PHEV, dan REEV. Artinya, konsumen tidak hanya dihadapkan pada pilihan antara mobil bensin dan mobil listrik, tetapi juga berbagai teknologi transisi di antaranya.
Pilihan Mobil Elektrifikasi Semakin Beragam
Kehadiran lima model tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi bisa sangat beragam. Ada pengguna yang lebih membutuhkan mobil compact untuk aktivitas perkotaan, ada yang mencari SUV keluarga tujuh penumpang, ada yang menginginkan kemampuan PHEV, dan ada pula yang tertarik dengan karakter REEV untuk perjalanan lebih jauh.
Bagi pembaca MobilID, memahami jenis teknologinya menjadi langkah penting sebelum melihat fitur, harga, maupun desain kendaraan. HEV, PHEV, REEV, dan BEV memiliki mekanisme penggunaan yang berbeda, termasuk mengenai sumber energi, kebutuhan charging, serta karakter perjalanan.
Dengan semakin banyaknya pilihan seperti Chery Q, J6T CSH, Tiggo Cross CSH, Tiggo 8 CSH, dan Tiggo 9 CSH, konsumen dapat melihat kendaraan elektrifikasi bukan sebagai satu kategori yang seragam, melainkan sebagai beberapa teknologi dengan karakter penggunaan masing-masing.