
MOBILID- Perkembangan mobil elektrifikasi di Indonesia semakin menarik perhatian. Pilihan kendaraan yang menggunakan tenaga listrik kini tidak hanya terbatas pada mobil listrik murni, tetapi juga mencakup berbagai teknologi hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Chery menjadi salah satu merek yang cukup aktif menghadirkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Lini produknya kini mencakup mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) serta kendaraan dengan teknologi Chery Super Hybrid (CSH).
Pada 2026, Chery bahkan membawa lima model kendaraan elektrifikasi dalam salah satu pameran regionalnya, yaitu Chery Q, J6T CSH, TIGGO 8 CSH, TIGGO 9 CSH, dan TIGGO Cross CSH. Kelimanya menawarkan pendekatan teknologi yang berbeda untuk kebutuhan mobilitas yang juga berbeda.
Lantas, apa saja model tersebut dan bagaimana karakter masing-masing? Berikut ulasannya.
1. Chery Q, Mobil Listrik Compact untuk Perkotaan
Model pertama adalah Chery Q yang menjadi salah satu model baru dalam jajaran kendaraan elektrifikasi Chery.
Berbeda dari model CSH yang masih menggunakan kombinasi mesin bensin dan tenaga listrik, Chery Q mengusung konsep kendaraan listrik murni. Chery sendiri memposisikannya sebagai mobil listrik compact yang ditujukan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Karakter compact menjadi salah satu daya tariknya. Mobil dengan ukuran yang lebih ringkas dapat memberikan keuntungan bagi pengguna yang banyak beraktivitas di kawasan perkotaan, terutama ketika harus menghadapi jalan padat atau mencari tempat parkir.
Konsep kendaraan listrik juga membuat pengguna tidak perlu mengisi bahan bakar seperti mobil bermesin bensin. Energi untuk menggerakkan kendaraan berasal dari baterai yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik.
Karena itu, Chery Q dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mulai beralih ke kendaraan listrik dengan bentuk mobil yang lebih compact.
Kehadiran Q juga memperlihatkan bahwa elektrifikasi Chery tidak hanya diarahkan pada SUV berukuran besar. Segmen kendaraan perkotaan juga mulai mendapatkan perhatian.
2. Chery J6T CSH, SUV Adventure dengan Teknologi REEV
Berikutnya ada Chery J6T CSH yang mempunyai pendekatan berbeda.
Model ini diperkenalkan Chery Indonesia pada GIIAS 2026 dan menjadi bagian dari keluarga J6 Series. J6T CSH menggunakan teknologi Range-Extended Electric Vehicle atau REEV yang termasuk dalam lini Chery Super Hybrid.
Pada teknologi tersebut, motor listrik menjadi penggerak utama kendaraan, sementara mesin bensin berfungsi sebagai sumber listrik untuk mendukung sistem penggerak. Dengan konsep seperti ini, karakter berkendaranya tetap berorientasi pada pengalaman berkendara elektrik.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah fleksibilitas perjalanan. Chery menyebut J6T CSH mampu memiliki daya jelajah gabungan hingga lebih dari 1.000 kilometer.
Hal ini membuat J6T CSH menarik bagi pengguna yang menyukai karakter mobil listrik tetapi masih membutuhkan fleksibilitas ketika melakukan perjalanan jauh.
Dari sisi desain, J6T CSH tetap membawa karakter adventure dari keluarga J6. Bentuk bodinya dibuat lebih tegas dan memberikan kesan kendaraan yang siap digunakan untuk berbagai aktivitas.
Model ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang tidak hanya menggunakan mobil untuk perjalanan kantor, tetapi juga mempunyai hobi bepergian, road trip, atau menjelajah berbagai daerah.
3. Chery Tiggo 8 CSH, SUV Hybrid untuk Keluarga
Kalau kebutuhan utamanya adalah kendaraan keluarga dengan kabin besar, Tiggo 8 CSH menjadi salah satu model yang menarik untuk diperhatikan.
Tiggo 8 CSH merupakan SUV dengan konfigurasi hingga tujuh penumpang dan menggunakan teknologi Chery Super Hybrid. Model ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai untuk menghasilkan karakter berkendara yang lebih efisien sekaligus tetap bertenaga.
Berdasarkan halaman resmi Chery Indonesia, Tiggo 8 CSH mempunyai jarak tempuh EV hingga 90 kilometer dan jarak tempuh kombinasi hybrid lebih dari 1.300 kilometer. Tenaganya tercatat mencapai 204 PS, sedangkan torsinya mencapai 310 Nm.
Angka tersebut memberikan gambaran bahwa teknologi hybrid pada Tiggo 8 CSH bukan sekadar ditujukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
Motor listrik juga dapat memberikan tambahan respons ketika kendaraan membutuhkan akselerasi. Di sisi lain, mesin bensin tetap memberikan fleksibilitas ketika mobil digunakan untuk perjalanan yang lebih panjang.
Tiggo 8 CSH juga mempunyai berbagai fitur yang mendukung kebutuhan keluarga. Chery mencantumkan kamera 540 derajat, layar tengah 15,6 inci, wireless charging 50W, Vehicle-to-Load atau V2L, serta sistem audio dengan 12 speaker.
Dengan konfigurasi tersebut, Tiggo 8 CSH dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang mencari SUV keluarga dengan teknologi elektrifikasi.
4. Chery Tiggo 9 CSH, SUV Besar dengan Performa Tinggi
Model berikutnya adalah Tiggo 9 CSH yang berada di posisi lebih tinggi dalam lini SUV Chery.
Berbeda dengan Chery Q yang mengutamakan bentuk compact dan mobilitas perkotaan, Tiggo 9 CSH membawa karakter SUV yang lebih besar dengan teknologi hybrid.
Pada halaman resmi Chery Indonesia, Tiggo 9 CSH tercatat memiliki comprehensive mileage lebih dari 1.400 kilometer. Akselerasi 0-100 km/jam juga diklaim dapat dicapai dalam 5,4 detik. Model ini turut dilengkapi fitur seperti Automatic Parking Assist.
Karakter tersebut menunjukkan bahwa teknologi hybrid dapat diterapkan bukan hanya untuk mengejar efisiensi.
Pada SUV berukuran besar, sistem elektrifikasi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menghasilkan performa yang responsif. Motor listrik memiliki karakter torsi yang dapat tersedia dengan cepat, sehingga dapat memberikan sensasi akselerasi yang berbeda.
Bagi konsumen yang membutuhkan SUV dengan ruang lebih besar tetapi tetap ingin masuk ke dunia kendaraan elektrifikasi, Tiggo 9 CSH dapat menjadi salah satu model yang diperhatikan.
Model ini juga menunjukkan bagaimana teknologi hybrid berkembang. Mobil hybrid saat ini tidak selalu identik dengan kendaraan yang hanya mengejar konsumsi bahan bakar rendah.
5. Chery Tiggo Cross CSH, Hybrid untuk Aktivitas Harian
Model kelima adalah Tiggo Cross CSH, SUV compact yang membawa teknologi hybrid untuk penggunaan sehari-hari.
Model ini dapat menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi tetapi belum membutuhkan SUV berukuran besar.
Chery Indonesia mencantumkan konsumsi bahan bakar 1:25, akselerasi 0-100 km/jam dalam 8 detik, serta 17 fitur ADAS pada halaman lini CSH.
Karakter compact membuat Tiggo Cross CSH lebih dekat dengan kebutuhan pengguna perkotaan. Mobil dapat digunakan untuk pergi bekerja, mengantar keluarga, berbelanja, hingga perjalanan akhir pekan.
Sistem hybrid memberikan keuntungan karena pengguna tidak harus sepenuhnya bergantung pada pengisian baterai eksternal seperti mobil listrik murni. Mesin bensin tetap menjadi bagian dari sistem kendaraan.
Konsep tersebut bisa menjadi jembatan bagi konsumen yang masih ragu berpindah langsung dari mobil konvensional ke mobil listrik.
Apa Bedanya Mobil Listrik dan Hybrid Chery?
Dari kelima model tersebut, sebenarnya terdapat perbedaan mendasar antara mobil listrik murni dan kendaraan hybrid.
Mobil listrik seperti Chery Q menggunakan energi listrik sebagai sumber penggerak utama tanpa mesin pembakaran internal seperti mobil bensin.
Sementara itu, model dengan teknologi Chery Super Hybrid menggabungkan tenaga listrik dengan mesin bensin. Cara kerja dan konfigurasi masing-masing model dapat berbeda.
J6T CSH, misalnya, menggunakan pendekatan REEV, dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin bensin sebagai sumber listrik.
Tiggo 8 CSH sendiri menawarkan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik hingga jarak tertentu sekaligus fleksibilitas sistem hybrid untuk perjalanan lebih jauh.
Perbedaan tersebut penting dipahami sebelum membeli karena kebutuhan pengguna mobil listrik murni belum tentu sama dengan pengguna hybrid.
Mana yang Sesuai untuk Kebutuhan Pengguna?
Tidak ada satu model yang otomatis sesuai untuk semua pengguna. Setiap kendaraan mempunyai karakter dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Chery Q lebih mengarah pada konsumen yang mencari mobil listrik compact untuk aktivitas perkotaan.
J6T CSH membawa karakter adventure dengan teknologi REEV dan daya jelajah gabungan lebih dari 1.000 kilometer.
Tiggo 8 CSH menawarkan konfigurasi SUV keluarga dengan ruang lebih besar serta kemampuan EV hingga 90 kilometer.
Tiggo 9 CSH menyasar konsumen yang menginginkan SUV lebih besar dengan performa dan teknologi hybrid yang lebih tinggi.
Sementara Tiggo Cross CSH dapat menjadi opsi bagi pengguna yang membutuhkan SUV compact dengan teknologi hybrid untuk mobilitas sehari-hari.
Dengan kata lain, kelimanya tidak benar-benar berada dalam kebutuhan yang sama. Perbedaan ukuran, teknologi, karakter berkendara, dan konfigurasi kendaraan menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Elektrifikasi Chery Semakin Beragam
Kehadiran kelima model tersebut menunjukkan bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi Chery di Indonesia semakin beragam.
Chery tidak hanya menawarkan mobil listrik murni, tetapi juga menghadirkan berbagai pendekatan hybrid melalui teknologi Chery Super Hybrid. Pada lini CSH, Chery sendiri mengusung konsep “Weekday EV, Weekend Hybrid”, yang menggambarkan penggunaan tenaga listrik untuk kebutuhan tertentu sekaligus fleksibilitas hybrid ketika melakukan perjalanan lebih jauh.
Konsep tersebut menjadi menarik karena salah satu tantangan yang masih dipertimbangkan calon pengguna mobil listrik adalah kebutuhan perjalanan jarak jauh dan akses pengisian daya.
Hybrid mencoba memberikan alternatif dengan tetap menyediakan mesin bensin sebagai bagian dari sistem kendaraan.
Sementara bagi pengguna yang sudah siap menggunakan kendaraan listrik sepenuhnya, model seperti Chery Q memberikan pilihan yang berbeda.
Jajaran kendaraan elektrifikasi Chery di Indonesia kini tidak hanya terdiri dari satu jenis teknologi.
Ada Chery Q sebagai mobil listrik compact, J6T CSH dengan teknologi REEV, serta SUV hybrid seperti Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH, dan Tiggo Cross CSH. Kelimanya menawarkan karakter berbeda sesuai kebutuhan pengguna.
Tiggo Cross CSH dapat menarik bagi pengguna perkotaan yang membutuhkan SUV compact, sedangkan Tiggo 8 CSH menawarkan ruang untuk kebutuhan keluarga. Tiggo 9 CSH membawa karakter SUV lebih besar dan performa tinggi, sementara J6T CSH menggabungkan karakter adventure dengan teknologi REEV.
Di sisi lain, Chery Q menjadi pilihan yang berbeda karena menggunakan pendekatan mobil listrik murni untuk mobilitas perkotaan.
Dengan semakin banyaknya pilihan tersebut, konsumen kini tidak hanya perlu bertanya apakah ingin membeli mobil listrik atau hybrid. Pertanyaan yang lebih penting adalah teknologi elektrifikasi seperti apa yang paling sesuai dengan pola perjalanan, kebutuhan keluarga, jarak tempuh, serta kebiasaan penggunaan mobil sehari-hari.