
MOBILID- Honda Accord merupakan sedan yang menawarkan kenyamanan berkendara sekaligus karakter handling yang cukup baik. Suspensi menjadi salah satu bagian penting yang mendukung karakter tersebut. Karena itu, ketika membeli Honda Accord bekas, kondisi kaki-kaki dan suspensi tidak boleh luput dari pemeriksaan.
Accord memiliki sistem suspensi yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas. Pada generasi Accord tertentu, Honda menggunakan MacPherson Strut di bagian depan dan Multi-Link di belakang. Pada Accord generasi terbaru, Honda juga mencantumkan Independent MacPherson Strut di depan dan Independent Multi-Link di belakang. Honda menyebut konfigurasi tersebut dikembangkan untuk menghasilkan performa yang stabil, nyaman, dan optimal di berbagai kondisi jalan.
Membeli mobil bekas dengan suspensi yang sudah bermasalah dapat membuat pemilik harus mengeluarkan biaya tambahan setelah transaksi. Oleh karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Berikut cara mengecek suspensi Honda Accord bekas sebelum membeli.
1. Perhatikan Kondisi Mobil Saat Pertama Kali Datang
Sebelum melakukan test drive, lihat kondisi mobil dari jarak beberapa meter.
Perhatikan apakah posisi bodi terlihat seimbang antara sisi kiri dan kanan. Mobil yang terlihat miring pada salah satu sisi dapat menjadi indikasi adanya masalah pada komponen suspensi atau bagian lain yang berkaitan dengan kaki-kaki.
Namun, posisi bodi saja tidak cukup untuk menentukan kerusakan. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa suspensi rusak hanya karena satu sisi terlihat sedikit berbeda. Kondisi permukaan parkir juga dapat memengaruhi tampilan mobil.
2. Periksa Kondisi Shock Absorber
Shock absorber merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam sistem suspensi.
Fungsinya membantu mengendalikan gerakan naik-turun bodi kendaraan ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Saat melihat unit Accord bekas, perhatikan area shock absorber. Cari tanda-tanda kebocoran oli atau cairan pada bagian luar shock.
Jika terdapat rembesan yang cukup jelas, komponen tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
Jangan hanya melihat apakah shock terlihat bersih. Mintalah teknisi memeriksa kondisi komponen secara langsung jika Anda tidak yakin.
3. Perhatikan Apakah Ada Kebocoran
Kebocoran pada area kaki-kaki dapat menjadi tanda bahwa komponen tertentu membutuhkan perhatian.
Selain shock absorber, bagian bawah kendaraan juga perlu diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat rembesan cairan dari komponen lain.
Honda sendiri dalam materi pemeriksaan underbody pernah memasukkan shock absorber, tie rod, bearing, link stabilizer, dan kebocoran oli sebagai bagian yang perlu diperiksa pada kendaraan.
Karena itu, pemeriksaan bagian bawah mobil sebaiknya tidak dilewatkan ketika membeli Accord bekas.
4. Cek Kondisi Ban
Ban dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kaki-kaki kendaraan.
Perhatikan apakah permukaan ban aus secara merata atau justru lebih cepat habis pada sisi tertentu.
Keausan tidak merata dapat berkaitan dengan tekanan ban, alignment, komponen suspensi, atau kondisi kaki-kaki lainnya.
Honda juga menyarankan pemeriksaan permukaan ban, retakan, benjolan, serta indikator Tread Wear Indicator atau TWI.
Jika keempat ban menunjukkan pola keausan yang berbeda secara signifikan, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Dengarkan Bunyi Saat Melewati Jalan Tidak Rata
Test drive menjadi tahap penting untuk mengecek suspensi.
Cari jalan yang memiliki permukaan sedikit tidak rata atau polisi tidur yang aman untuk dilewati.
Dengarkan apakah muncul suara seperti "gluduk", "kletek", atau bunyi benturan dari bagian depan maupun belakang.
Bunyi tersebut tidak otomatis berarti shock absorber rusak. Sumbernya bisa berasal dari link stabilizer, bushing, lower arm, tie rod, atau komponen kaki-kaki lainnya.
Karena itu, suara hanya menjadi petunjuk awal yang perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan.
6. Perhatikan Respons Suspensi Saat Melewati Polisi Tidur
Ketika melewati polisi tidur dengan kecepatan rendah, rasakan bagaimana bodi mobil bergerak.
Suspensi yang bekerja normal seharusnya mampu meredam gerakan bodi secara terkendali.
Jika bodi terasa memantul berkali-kali setelah melewati permukaan tidak rata, kondisi shock absorber perlu diperiksa.
Begitu pula jika bagian depan atau belakang terasa menghantam terlalu keras.
Namun, karakter suspensi setiap generasi Accord bisa berbeda sehingga pemeriksaan sebaiknya dibandingkan dengan karakter normal model yang sama.
7. Coba Rem Secara Bertahap
Saat test drive di area aman, lakukan pengereman secara bertahap.
Perhatikan apakah mobil tetap stabil atau justru terasa menarik ke salah satu sisi.
Mobil yang cenderung bergerak ke kiri atau kanan ketika pengereman tidak selalu disebabkan oleh suspensi. Masalah dapat berkaitan dengan sistem pengereman, ban, alignment, atau komponen kaki-kaki.
Karena itu, gejala tersebut perlu diperiksa secara menyeluruh.
8. Perhatikan Respons Setir
Setir juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kaki-kaki.
Saat mobil berjalan lurus di jalan yang aman, perhatikan apakah setir terasa stabil.
Jika setir terasa memiliki gerakan berlebihan, muncul getaran, atau kendaraan sulit mempertahankan arah, pemeriksaan tie rod, ball joint, lower arm, bearing, roda, ban, dan alignment perlu dilakukan.
Jangan langsung menganggap masalah berasal dari satu komponen.
9. Cek Tie Rod dan Ball Joint
Tie rod dan ball joint berhubungan dengan sistem kemudi dan pergerakan roda.
Komponen yang sudah mengalami keausan dapat menimbulkan kelonggaran pada kaki-kaki.
Pada mobil bekas, pemeriksaan komponen seperti tie rod sebaiknya dilakukan oleh teknisi menggunakan peralatan yang sesuai.
Honda pernah memasukkan boot drive shaft, tie rod, bearing, link stabilizer, dan shock absorber dalam pemeriksaan underbody.
Ini menunjukkan bahwa komponen-komponen tersebut memang penting untuk diperhatikan ketika mengevaluasi kondisi bagian bawah kendaraan.
10. Periksa Link Stabilizer
Link stabilizer memiliki peran dalam membantu sistem suspensi ketika kendaraan mengalami gerakan bodi saat menikung atau melewati permukaan jalan tidak rata.
Jika link stabilizer mengalami keausan, dapat muncul bunyi dari bagian kaki-kaki, terutama ketika mobil melewati jalan bergelombang.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan dengan mobil berada dalam kondisi yang aman dan menggunakan prosedur yang tepat.
Untuk calon pembeli, cara paling aman adalah meminta teknisi melakukan pemeriksaan underbody.
11. Periksa Bushing Lower Arm
Bushing berfungsi membantu meredam gerakan sekaligus menjadi penghubung fleksibel pada komponen suspensi.
Pada mobil yang sudah berusia cukup lama, bushing dapat mengalami retak atau perubahan elastisitas.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan stabilitas kendaraan.
Karena letaknya berada di bagian bawah mobil, pemeriksaan bushing biasanya lebih mudah dilakukan ketika kendaraan berada di lift.
12. Cek Wheel Bearing
Jangan lupa memeriksa bearing roda.
Bearing yang mengalami masalah dapat menghasilkan suara dengung yang mengikuti kecepatan kendaraan.
Saat melakukan test drive, perhatikan apakah terdapat suara dengungan yang semakin jelas ketika kecepatan meningkat.
Namun, suara ban juga dapat menghasilkan karakter suara yang mirip. Karena itu, diagnosis sebaiknya dilakukan oleh teknisi.
13. Periksa Bagian Bawah Mobil
Pemeriksaan underbody sangat penting ketika membeli Honda Accord bekas.
Mintalah penjual untuk mengizinkan kendaraan diperiksa di bengkel pilihan Anda.
Di sana, teknisi dapat melihat kondisi shock absorber, bushing, tie rod, link stabilizer, lower arm, bearing, serta bagian lain yang tidak terlihat dari atas.
Honda juga memiliki layanan perawatan berkala dan pemeriksaan kendaraan melalui jaringan dealer resminya.
Untuk mobil bekas dengan harga relatif tinggi seperti Accord, biaya inspeksi sebelum membeli dapat menjadi langkah preventif yang masuk akal.
14. Waspadai Mobil Bekas Tabrakan
Kondisi suspensi juga perlu dikaitkan dengan riwayat kendaraan.
Jika Accord pernah mengalami kecelakaan cukup berat, bagian kaki-kaki dan struktur kendaraan perlu diperiksa secara lebih mendalam.
Perhatikan apakah terdapat bekas perbaikan pada area bawah kendaraan, komponen yang tampak baru hanya pada satu sisi, atau posisi roda yang terlihat tidak normal.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan oleh teknisi berpengalaman.
15. Perhatikan Modifikasi Suspensi
Modifikasi suspensi juga perlu menjadi perhatian.
Accord bekas yang menggunakan lowering kit, coilover, atau komponen aftermarket lain belum tentu bermasalah. Namun, calon pembeli perlu mengetahui jenis komponen yang digunakan dan bagaimana pemasangannya.
Suspensi yang telah dimodifikasi dapat memiliki karakter berbeda dari standar pabrik.
Jika Anda menginginkan Accord dengan karakter berkendara standar dan nyaman, unit dengan komponen suspensi standar dapat lebih mudah dievaluasi.
16. Jangan Tertipu Test Drive yang Terlalu Singkat
Test drive sebaiknya tidak hanya dilakukan beberapa ratus meter.
Cobalah kendaraan dalam beberapa kondisi yang aman.
Perhatikan saat akselerasi, pengereman, melewati permukaan tidak rata, berbelok, dan berjalan lurus.
Tujuannya bukan untuk menguji mobil secara ekstrem, melainkan mendapatkan gambaran mengenai respons kendaraan.
Semakin banyak gejala yang ditemukan, semakin besar alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
17. Bandingkan dengan Accord Lain
Jika memungkinkan, bandingkan unit yang ingin dibeli dengan Accord lain dari generasi dan kondisi yang serupa.
Perbandingan dapat membantu Anda mengetahui apakah suara, respons suspensi, dan kenyamanan yang dirasakan memang merupakan karakter kendaraan atau indikasi masalah.
Jangan membandingkan Accord generasi berbeda secara langsung karena desain dan karakter suspensinya dapat berbeda.
18. Gunakan Jasa Inspeksi Sebelum Membeli
Jika Anda kurang memahami mekanik, menggunakan jasa inspeksi mobil bekas dapat menjadi pilihan.
Honda saat ini memiliki program Honda Certified Used Car. Honda menjelaskan bahwa kendaraan yang masuk program tersebut melalui proses inspeksi menyeluruh dan direkondisi menggunakan suku cadang asli sesuai standar Honda.
Jika membeli melalui jalur tersebut, tetap pahami detail kondisi dan jaminan yang diberikan.
Untuk pembelian dari pemilik pribadi atau dealer umum, Anda dapat membawa mobil ke bengkel independen yang dipercaya sebelum transaksi.
19. Jangan Langsung Menawar Sebelum Pemeriksaan
Kesalahan yang sering dilakukan calon pembeli adalah langsung fokus pada harga.
Padahal kondisi suspensi dapat memengaruhi biaya kepemilikan setelah mobil dibeli.
Jika hasil pemeriksaan menemukan beberapa komponen yang sudah mendekati akhir usia pakai, informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menghitung total biaya pembelian.
Namun, jangan menggunakan kerusakan kecil sebagai alasan untuk menurunkan harga secara berlebihan.
20. Buat Checklist Pemeriksaan
Sebelum datang melihat Honda Accord bekas, buat checklist sederhana.
Beberapa komponen yang dapat dimasukkan antara lain:
Shock absorber
Bushing
Lower arm
Tie rod
Ball joint
Link stabilizer
Wheel bearing
Kondisi ban
Alignment
Bunyi kaki-kaki
Stabilitas saat pengereman
Respons setir
Kondisi underbody
Riwayat perbaikan atau kecelakaan
Checklist membuat pemeriksaan lebih sistematis dan mengurangi kemungkinan ada bagian penting yang terlewat.
Mengecek suspensi Honda Accord bekas sebelum membeli membutuhkan pemeriksaan visual dan test drive secara bersamaan. Jangan hanya melihat kondisi bodi atau mendengarkan suara mesin karena masalah kaki-kaki sering kali baru terasa ketika kendaraan berjalan.
Mulailah dengan melihat posisi bodi, kondisi shock absorber, kebocoran, dan ban. Setelah itu lakukan test drive untuk merasakan respons suspensi, mendengarkan bunyi kaki-kaki, mengecek kestabilan ketika pengereman, serta memperhatikan respons setir.
Pemeriksaan underbody juga sangat penting. Komponen seperti shock absorber, tie rod, bearing, link stabilizer, dan bagian kaki-kaki lainnya sebaiknya diperiksa oleh teknisi. Honda sendiri memasukkan berbagai komponen tersebut dalam pemeriksaan underbody pada program servisnya.
Untuk Honda Accord bekas, pemeriksaan sebelum transaksi dapat membantu calon pembeli mengetahui kondisi kendaraan secara lebih objektif. Jangan ragu mengeluarkan biaya untuk inspeksi jika hal tersebut dapat membantu menghindari pengeluaran perbaikan yang lebih besar setelah mobil menjadi milik Anda.