Cara Mengetahui Subaru Bekas Pernah Terendam Banjir - Mobil.id

Cara Mengetahui Subaru Bekas Pernah Terendam Banjir


HomeBlog

Subaru
Cara Mengetahui Subaru Bekas Pernah Terendam Banjir
Penulis 2

MOBILID- Membeli Subaru bekas bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil dengan karakter berkendara berbeda. Subaru dikenal melalui mesin Boxer, sistem Symmetrical All-Wheel Drive (AWD), serta stabilitas berkendara yang baik. Beberapa model seperti Forester, XV atau Crosstrek, Outback, Impreza, dan WRX juga memiliki penggemarnya masing-masing di Indonesia.

Namun, membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian lebih, terutama ketika calon pembeli tidak mengetahui seluruh riwayat kendaraan. Salah satu kondisi yang wajib diwaspadai adalah mobil yang pernah terendam banjir. Kerusakan akibat banjir tidak selalu terlihat dari bagian eksterior. Mobil dapat terlihat bersih dan mengilap, tetapi menyimpan masalah pada sistem kelistrikan, kabin, mesin, transmisi, hingga komponen penggerak.

Pada Subaru, pemeriksaan menjadi semakin penting karena mobil memiliki berbagai komponen elektronik dan sistem AWD yang perlu bekerja secara presisi. Jika pernah terendam air dalam jumlah besar, beberapa komponen tersebut dapat mengalami korosi atau gangguan yang baru muncul setelah kendaraan digunakan beberapa waktu.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya mengetahui ciri-ciri Subaru bekas yang pernah terendam banjir sebelum melakukan transaksi.

Periksa Kondisi Karpet dan Lantai Kabin

Bagian pertama yang bisa diperiksa adalah interior.

Buka karpet dan perhatikan bagian lantai kabin. Mobil yang pernah terendam banjir terkadang memiliki bekas air, noda, atau perubahan warna pada bagian karpet dan pelapis lantai.

Perhatikan juga apakah terdapat:

  • Noda air.

  • Bau lembap.

  • Bekas lumpur.

  • Karat pada bagian bawah jok.

  • Perubahan warna karpet.

  • Bekas pembersihan yang tidak merata.

Jika bagian karpet terlihat jauh lebih baru dibandingkan kondisi interior lainnya, calon pembeli sebaiknya bertanya mengenai alasan penggantiannya.

Cium Aroma Interior

Bau kabin dapat menjadi petunjuk penting.

Subaru yang pernah terendam banjir mungkin memiliki aroma lembap, apek, atau seperti kain yang lama terkena air. Bau tersebut dapat muncul kembali ketika mobil berada dalam kondisi tertutup.

Penjual bisa saja membersihkan interior menggunakan pewangi untuk menyamarkan aroma tersebut. Karena itu, jangan hanya mengandalkan wangi kabin saat pemeriksaan.

Coba matikan pewangi tambahan jika memungkinkan dan periksa aroma interior secara menyeluruh.

Periksa Bagian Bawah Jok

Jangan hanya memeriksa jok dari sisi atas.

Geser jok ke depan dan belakang, kemudian lihat bagian rel serta rangka bawahnya. Komponen logam yang pernah terkena air dapat menunjukkan tanda korosi atau karat.

Periksa:

  • Rel jok.

  • Baut jok.

  • Rangka bawah jok.

  • Kabel kelistrikan di bawah jok.

Jika terdapat karat yang tidak wajar pada beberapa bagian sekaligus, kondisi tersebut patut dicurigai.

Cek Baut dan Komponen Logam di Kabin

Baut yang berada di bagian dalam kabin bisa menjadi salah satu petunjuk apakah mobil pernah terkena air dalam jumlah besar.

Perhatikan baut pada:

  • Jok.

  • Konsol tengah.

  • Panel interior.

  • Bagian bawah dashboard.

Jika terlihat karat pada area yang seharusnya terlindungi dari air, calon pembeli perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Satu tanda belum tentu membuktikan mobil pernah banjir, tetapi banyak tanda yang muncul bersamaan patut menjadi perhatian.

Periksa Bagasi Subaru

Jangan lupa memeriksa bagian belakang kendaraan.

Buka lantai bagasi dan angkat penutup ruang penyimpanan. Pada beberapa kendaraan, area ini dapat menyimpan tanda-tanda air yang tidak terlihat dari luar.

Periksa apakah terdapat:

  • Lumpur.

  • Noda air.

  • Bau lembap.

  • Karat.

  • Bekas genangan.

  • Karpet yang baru diganti.

Area bagasi juga perlu diperiksa terutama pada Subaru yang digunakan untuk perjalanan outdoor karena bagian tersebut sering membawa berbagai perlengkapan.

Perhatikan Kondisi Kabel dan Soket

Banjir dapat memberikan dampak besar terhadap sistem kelistrikan kendaraan.

Air yang masuk ke konektor dapat menyebabkan korosi. Masalahnya, korosi tidak selalu langsung membuat kendaraan mogok. Gangguan dapat muncul secara bertahap setelah mobil digunakan.

Perhatikan kondisi soket dan kabel yang terlihat.

Jika ditemukan:

  • Korosi.

  • Warna kehijauan pada terminal.

  • Bekas air.

  • Kabel yang tidak rapi.

  • Sambungan tambahan yang mencurigakan.

Sebaiknya kendaraan diperiksa lebih lanjut menggunakan alat diagnostik.

Periksa Panel Instrumen

Nyalakan Subaru dan perhatikan panel instrumen.

Pastikan lampu indikator bekerja normal saat kendaraan dinyalakan. Setelah mesin hidup, beberapa lampu peringatan seharusnya mati jika tidak ada masalah.

Perhatikan apabila terdapat indikator seperti:

  • Check Engine.

  • ABS.

  • Airbag.

  • AWD.

  • Traction Control.

Lampu peringatan yang tetap menyala perlu diperiksa lebih lanjut.

Namun, perlu diingat bahwa panel indikator saja tidak cukup untuk menentukan apakah mobil pernah terendam banjir.

Gunakan Scanner untuk Memeriksa Sistem Elektronik

Pemeriksaan menggunakan scanner dapat membantu menemukan masalah yang tidak terlihat secara kasatmata.

Scanner dapat membantu membaca kode kesalahan pada berbagai sistem kendaraan. Jika terdapat banyak kode gangguan yang tidak biasa, calon pembeli perlu mencari tahu penyebabnya.

Pada Subaru modern, pemeriksaan elektronik menjadi semakin penting karena kendaraan memiliki banyak sistem yang dikendalikan oleh modul elektronik.

Sebaiknya pemeriksaan dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem Subaru agar hasil diagnosis dapat diinterpretasikan dengan benar.

Periksa Kondisi Oli Mesin

Oli mesin juga perlu diperiksa.

Jika kendaraan pernah terendam banjir cukup parah dan air masuk ke mesin, kondisi oli dapat berubah. Oli yang tercampur air dapat terlihat lebih keruh atau menyerupai warna seperti kopi susu.

Namun, oli yang terlihat normal bukan berarti kendaraan pasti bebas banjir. Air mungkin tidak sampai masuk ke mesin.

Karena itu, pemeriksaan oli harus digabungkan dengan pemeriksaan bagian lain.

Periksa Filter Udara

Filter udara dapat memberikan petunjuk tambahan.

Buka kotak filter udara dan periksa apakah terdapat:

  • Bekas air.

  • Lumpur.

  • Kotoran tidak biasa.

  • Filter terlalu baru dibandingkan kondisi mobil.

Filter udara yang baru saja diganti bukan bukti mobil pernah banjir. Namun, jika ditemukan bekas air atau lumpur di dalam rumah filter, pemeriksaan mesin harus dilakukan lebih mendalam.

Periksa Sistem AWD Subaru

Salah satu bagian yang tidak boleh dilupakan adalah sistem Symmetrical AWD.

Subaru memiliki komponen penggerak yang berada di bagian bawah kendaraan. Jika kendaraan pernah terendam air cukup tinggi, beberapa komponen dapat terkena air.

Perhatikan kondisi:

  • Diferensial.

  • Driveshaft.

  • CV joint.

  • Komponen transmisi.

  • Kabel atau sensor yang berada di bagian bawah kendaraan.

Jika terdapat karat atau suara abnormal, mintalah teknisi memeriksanya.

Periksa Bagian Bawah Mobil

Jangan hanya melihat bagian mesin dan kabin.

Lakukan pemeriksaan kolong kendaraan menggunakan lift jika memungkinkan.

Perhatikan adanya:

  • Lumpur kering.

  • Karat tidak wajar.

  • Bekas air.

  • Korosi pada baut.

  • Kotoran yang terselip di area tertentu.

Lumpur yang masih tersisa di tempat-tempat tersembunyi dapat menjadi petunjuk bahwa mobil pernah melewati atau terendam air.

Perhatikan Karat yang Tidak Wajar

Karat memang dapat muncul pada mobil yang sudah berusia cukup lama. Karena itu, karat saja tidak bisa dijadikan bukti bahwa kendaraan pernah banjir.

Namun, jika karat ditemukan secara bersamaan pada banyak bagian yang biasanya terlindungi, calon pembeli perlu berhati-hati.

Misalnya, terdapat korosi pada rel jok, baut interior, konektor, dan bagian bawah dashboard sekaligus.

Semakin banyak tanda yang ditemukan, semakin penting melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Cek Riwayat Servis Subaru

Riwayat servis menjadi salah satu dokumen penting saat membeli Subaru bekas.

Tanyakan kepada penjual mengenai:

  • Buku servis.

  • Nota perawatan.

  • Riwayat penggantian komponen.

  • Bengkel tempat kendaraan dirawat.

  • Riwayat perbaikan besar.

Jika kendaraan pernah mengalami masalah akibat banjir, kemungkinan terdapat catatan perbaikan atau penggantian komponen tertentu.

Jangan ragu meminta bukti servis jika penjual mengatakan kendaraan selalu dirawat secara rutin.

Periksa Riwayat Kendaraan

Selain pemeriksaan fisik, calon pembeli sebaiknya mencari informasi mengenai sejarah kendaraan.

Tanyakan kepada pemilik sebelumnya apakah mobil pernah:

  • Terendam banjir.

  • Mengalami kecelakaan.

  • Mengalami kerusakan besar.

  • Berpindah kepemilikan karena masalah tertentu.

Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan administrasi dan riwayat kendaraan melalui sumber resmi atau layanan pemeriksaan kendaraan yang tersedia di wilayah masing-masing.

Jangan Mudah Tergiur Harga Murah

Harga Subaru bekas yang jauh di bawah harga pasar perlu dicermati.

Harga murah memang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi calon pembeli harus memastikan tidak ada masalah besar yang disembunyikan.

Jangan langsung menganggap harga murah sebagai kesempatan emas.

Lebih baik mengeluarkan sedikit biaya untuk pemeriksaan profesional daripada membeli mobil murah tetapi harus mengeluarkan biaya perbaikan besar setelah transaksi.

Bawa ke Bengkel Spesialis Subaru

Ini merupakan langkah yang sangat disarankan.

Sebelum membeli Subaru bekas, lakukan inspeksi menyeluruh di bengkel yang memahami karakter Subaru.

Teknisi dapat memeriksa:

  • Mesin Boxer.

  • Transmisi.

  • Sistem AWD.

  • Kelistrikan.

  • Suspensi.

  • Sistem pengereman.

  • Kondisi kolong kendaraan.

Pemeriksaan profesional akan memberikan gambaran kondisi kendaraan secara lebih objektif.

Mengetahui apakah Subaru bekas pernah terendam banjir membutuhkan pemeriksaan menyeluruh dan tidak cukup hanya melihat kondisi eksterior. Calon pembeli perlu memeriksa karpet, lantai kabin, rel jok, baut interior, bagasi, kabel, soket, filter udara, oli mesin, hingga bagian bawah kendaraan.

Pada Subaru, sistem AWD dan berbagai komponen elektronik juga harus mendapatkan perhatian khusus karena kerusakan akibat air dapat muncul secara bertahap.

Jika menemukan banyak tanda seperti bau lembap, karat tidak wajar, lumpur tersembunyi, konektor berkarat, serta masalah elektronik, jangan terburu-buru melakukan transaksi. Bawa kendaraan ke bengkel spesialis Subaru untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Dengan melakukan inspeksi sebelum membeli, calon pemilik dapat mengurangi risiko mendapatkan Subaru bekas yang pernah terendam banjir dan memiliki potensi masalah tersembunyi. Pemeriksaan yang teliti sejak awal akan membuat pembelian Subaru bekas menjadi lebih aman dan membantu mendapatkan kendaraan yang benar-benar layak digunakan untuk jangka panjang.