Cara Mengurangi Konsumsi BBM Subaru Bekas - Mobil.id

Cara Mengurangi Konsumsi BBM Subaru Bekas


HomeBlog

Subaru
Cara Mengurangi Konsumsi BBM Subaru Bekas
Penulis 2

MOBILID- Subaru dikenal sebagai salah satu merek mobil asal Jepang yang menawarkan pengalaman berkendara berbeda dibandingkan kompetitornya. Berkat penggunaan mesin Boxer dan sistem Symmetrical All-Wheel Drive (AWD), mobil Subaru memiliki handling yang stabil, kenyamanan tinggi, dan traksi yang sangat baik di berbagai kondisi jalan. Model seperti Subaru Forester, XV (Crosstrek), Outback, Impreza, hingga WRX tetap menjadi pilihan menarik di pasar mobil bekas Indonesia.

Namun, tidak sedikit calon pembeli yang beranggapan bahwa Subaru memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih boros dibandingkan mobil berpenggerak dua roda. Anggapan tersebut muncul karena sistem AWD memang memiliki komponen lebih banyak yang ikut bekerja. Meski begitu, konsumsi BBM Subaru sebenarnya masih dapat dijaga tetap efisien apabila kendaraan dirawat dengan baik dan digunakan dengan cara yang tepat.

Banyak kasus konsumsi BBM yang terasa boros justru disebabkan oleh kurangnya perawatan atau kebiasaan mengemudi yang kurang efisien. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi konsumsi BBM pada Subaru bekas.

Pastikan Mesin Selalu dalam Kondisi Prima

Mesin merupakan faktor utama yang menentukan efisiensi bahan bakar.

Mesin Boxer Subaru akan bekerja optimal apabila seluruh komponennya berada dalam kondisi baik. Mesin yang jarang diservis cenderung membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Beberapa perawatan yang wajib dilakukan antara lain:

  • Mengganti oli mesin sesuai jadwal.

  • Mengganti filter oli.

  • Memeriksa kondisi busi.

  • Membersihkan filter udara.

  • Memastikan sistem pendinginan bekerja normal.

Perawatan rutin membantu mesin bekerja lebih ringan sehingga konsumsi BBM menjadi lebih efisien.

Gunakan Oli Mesin dengan Spesifikasi yang Tepat

Pemilihan oli sangat memengaruhi performa mesin Boxer.

Gunakan oli dengan spesifikasi dan tingkat kekentalan sesuai rekomendasi pabrikan.

Oli yang terlalu kental dapat meningkatkan gesekan di dalam mesin sehingga konsumsi BBM menjadi lebih tinggi.

Sebaliknya, oli yang sesuai membantu:

  • Mengurangi gesekan.

  • Menjaga suhu kerja mesin.

  • Memaksimalkan performa.

  • Meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Jangan lupa mengganti oli secara berkala agar kualitas pelumas tetap terjaga.

Bersihkan atau Ganti Filter Udara

Filter udara berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruang pembakaran.

Jika filter terlalu kotor, aliran udara menjadi terhambat sehingga pembakaran tidak berlangsung secara optimal.

Akibatnya:

  • Tarikan mesin terasa berat.

  • Konsumsi BBM meningkat.

  • Akselerasi menjadi kurang responsif.

Periksa kondisi filter udara secara berkala dan ganti jika sudah terlalu kotor.

Periksa Tekanan Angin Ban

Tekanan angin ban yang kurang sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar.

Ban yang kurang angin akan meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin harus bekerja lebih keras.

Pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi pabrikan.

Pada Subaru dengan sistem AWD, tekanan ban yang seragam juga membantu menjaga performa sistem penggerak tetap optimal.

Gunakan Empat Ban dengan Ukuran yang Sama

Sistem Symmetrical AWD bekerja berdasarkan putaran keempat roda.

Jika terdapat perbedaan ukuran atau tingkat keausan ban yang terlalu jauh, sistem AWD dapat bekerja lebih berat.

Selain memengaruhi umur komponen AWD, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan konsumsi BBM.

Gunakan empat ban dengan:

  • Ukuran sama.

  • Merek yang sama jika memungkinkan.

  • Tingkat keausan yang seragam.

Hindari Membawa Beban Berlebihan

Semakin berat kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin.

Jika sering membawa barang yang sebenarnya tidak diperlukan, konsumsi bahan bakar juga akan meningkat.

Periksa bagasi secara berkala dan keluarkan barang-barang yang tidak lagi digunakan agar bobot kendaraan tetap ringan.

Gunakan Gaya Mengemudi yang Halus

Cara mengemudi sangat memengaruhi konsumsi BBM.

Hindari kebiasaan seperti:

  • Menginjak pedal gas secara tiba-tiba.

  • Pengereman mendadak.

  • Akselerasi berlebihan setelah berhenti.

Sebaliknya, lakukan akselerasi secara bertahap dan pertahankan kecepatan yang stabil.

Gaya mengemudi yang halus membuat mesin bekerja lebih efisien sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara.

Jaga Putaran Mesin Tetap Efisien

Pada Subaru dengan transmisi manual, hindari membiarkan putaran mesin terlalu tinggi sebelum berpindah gigi.

Sedangkan pada Subaru bertransmisi otomatis atau Lineartronic CVT, hindari menginjak pedal gas terlalu dalam jika tidak diperlukan.

Menjaga putaran mesin pada kisaran yang efisien membantu menghemat bahan bakar tanpa mengurangi kenyamanan.

Hindari Idle Terlalu Lama

Membiarkan mesin menyala dalam waktu lama saat kendaraan tidak bergerak hanya akan menghabiskan bahan bakar tanpa manfaat.

Jika harus berhenti cukup lama dan situasi memungkinkan, mematikan mesin dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.

Namun, tetap sesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan keselamatan.

Gunakan Bahan Bakar Berkualitas

Mesin Boxer Subaru dirancang untuk bekerja optimal dengan bahan bakar yang memiliki kualitas sesuai rekomendasi pabrikan.

Menggunakan bahan bakar berkualitas membantu:

  • Pembakaran lebih sempurna.

  • Mengurangi endapan karbon.

  • Menjaga performa mesin.

  • Mempertahankan efisiensi konsumsi BBM.

Selalu ikuti spesifikasi bahan bakar yang dianjurkan untuk model Subaru Anda.

Periksa Sistem Pengapian

Sistem pengapian yang kurang optimal dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna.

Komponen yang perlu diperiksa meliputi:

  • Busi.

  • Koil pengapian.

  • Kabel pengapian (pada model tertentu).

Jika salah satu komponen mengalami gangguan, konsumsi BBM dapat meningkat karena mesin tidak bekerja secara efisien.

Pastikan Sensor Mesin Berfungsi Normal

Subaru modern menggunakan berbagai sensor untuk mengatur campuran udara dan bahan bakar.

Sensor yang bermasalah dapat menyebabkan ECU mengirimkan campuran bahan bakar yang tidak sesuai.

Beberapa sensor penting antara lain:

  • Oxygen sensor.

  • Mass Air Flow (MAF) sensor.

  • MAP sensor (pada model tertentu).

Jika lampu Check Engine menyala, segera lakukan pemeriksaan menggunakan scanner.

Rawat Sistem Pendinginan

Mesin yang bekerja pada suhu ideal akan lebih efisien.

Periksa secara berkala:

  • Radiator.

  • Thermostat.

  • Water pump.

  • Cairan pendingin.

Jika mesin terlalu panas atau terlalu dingin, konsumsi BBM dapat meningkat karena proses pembakaran tidak berlangsung optimal.

Lakukan Spooring dan Balancing

Posisi roda yang tidak presisi membuat kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar saat melaju.

Spooring dan balancing secara berkala membantu:

  • Mengurangi hambatan gulir.

  • Menjaga keausan ban tetap merata.

  • Membuat kemudi lebih stabil.

  • Meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Kurangi Penggunaan Roof Box Saat Tidak Diperlukan

Banyak pemilik Subaru menggunakan roof box atau roof rack untuk aktivitas traveling dan camping.

Namun, aksesori tersebut dapat meningkatkan hambatan angin sehingga konsumsi BBM menjadi lebih tinggi.

Jika tidak sedang digunakan, sebaiknya lepaskan roof box agar aerodinamika kendaraan kembali optimal.

Gunakan AC Secara Bijak

Sistem AC membutuhkan tenaga dari mesin.

Gunakan AC pada suhu yang nyaman tanpa mengatur kipas atau suhu secara berlebihan.

Pastikan filter kabin juga selalu bersih agar aliran udara tetap lancar dan sistem AC bekerja lebih efisien.

Lakukan Servis Berkala di Bengkel yang Memahami Subaru

Servis berkala merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga efisiensi kendaraan.

Bengkel yang memahami karakter Subaru dapat membantu memeriksa:

  • Mesin Boxer.

  • Sistem AWD.

  • Transmisi.

  • Sensor elektronik.

  • Sistem bahan bakar.

Perawatan yang tepat membantu mencegah masalah kecil berkembang menjadi kerusakan besar yang dapat meningkatkan konsumsi BBM.

Apakah Sistem AWD Membuat Subaru Lebih Boros?

Sistem AWD memang memiliki komponen tambahan dibandingkan mobil berpenggerak dua roda.

Namun, perbedaan konsumsi bahan bakar bukan semata-mata disebabkan oleh AWD.

Kondisi kendaraan, kualitas perawatan, tekanan ban, dan gaya mengemudi memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap efisiensi bahan bakar.

Subaru yang dirawat dengan baik tetap dapat memberikan konsumsi BBM yang wajar untuk kelas SUV maupun crossover berpenggerak semua roda.

Mengurangi konsumsi BBM pada Subaru bekas bukan hanya soal memilih bahan bakar yang tepat, tetapi juga bergantung pada kondisi kendaraan dan kebiasaan pengemudi. Perawatan rutin seperti mengganti oli, membersihkan filter udara, memeriksa tekanan ban, menjaga sistem pendinginan, serta memastikan sensor mesin bekerja dengan baik dapat membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Selain itu, gaya mengemudi yang halus, menghindari beban berlebihan, dan melakukan servis berkala di bengkel yang memahami karakter Subaru juga berperan penting dalam menjaga konsumsi BBM tetap hemat. Dengan langkah-langkah tersebut, Subaru Forester, XV (Crosstrek), Outback, Impreza, WRX, maupun model Subaru lainnya tetap dapat memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, bertenaga, sekaligus lebih efisien untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.