
MOBILID- Honda Accord merupakan sedan yang dikenal memiliki kenyamanan, performa, dan karakter berkendara yang cukup premium. Salah satu generasi yang menarik perhatian di Indonesia adalah Honda Accord dengan mesin 1.5L VTEC Turbo. Mesin tersebut memiliki tenaga maksimum 190 PS dan torsi 260 Nm pada 1.600–5.000 rpm, dipadukan dengan transmisi CVT Earth Dreams Technology.
Dengan tenaga tersebut, Accord mampu memberikan respons yang kuat ketika akselerasi. Namun, performa mesin yang baik tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan. Cara pemilik merawat kendaraan juga sangat berpengaruh terhadap kehalusan suara mesin, respons akselerasi, efisiensi, dan usia komponen.
Perawatan yang dilakukan secara rutin bahkan dapat membantu pemilik mengetahui masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang membutuhkan biaya lebih besar.
Berikut beberapa cara merawat mesin Honda Accord agar tetap halus dan responsif.
1. Ganti Oli Mesin Secara Berkala
Oli merupakan salah satu komponen terpenting dalam menjaga kinerja mesin. Oli berfungsi mengurangi gesekan antar-komponen yang bergerak, membantu mengendalikan panas, sekaligus membawa kotoran hasil proses kerja mesin.
Honda menjelaskan bahwa oli yang sudah kehilangan kualitas dapat menyebabkan suara mesin menjadi lebih kasar dan respons mesin menurun. Karena itu, penggantian oli perlu dilakukan sesuai jadwal perawatan kendaraan.
Untuk Accord bermesin turbo, perhatian terhadap oli menjadi semakin penting karena mesin bekerja dengan tekanan dan temperatur yang perlu dikendalikan dengan baik.
Gunakan oli yang sesuai spesifikasi kendaraan dan jangan hanya memilih berdasarkan harga paling murah.
2. Jangan Menunda Jadwal Servis
Mesin yang terasa masih normal bukan berarti servis dapat ditunda terus-menerus.
Perawatan berkala diperlukan untuk memeriksa berbagai komponen yang tidak selalu dapat diketahui kondisinya hanya dari suara atau performa kendaraan.
Honda menyediakan program perawatan berkala dan mencantumkan Accord serta Accord 1.5 Turbo dalam daftar kendaraan yang dapat mengikuti paket perawatan tertentu. Biaya dan item servis dapat berbeda berdasarkan model, tipe, jenis oli, serta pekerjaan tambahan yang diperlukan.
Dengan mengikuti jadwal perawatan, pemilik dapat menjaga kondisi mesin sekaligus mengetahui potensi masalah lebih awal.
3. Periksa Level Oli Secara Rutin
Selain mengganti oli, pemilik juga perlu memperhatikan level oli.
Kekurangan oli dapat membuat pelumasan komponen mesin tidak optimal. Honda menyarankan pemeriksaan level oli dilakukan pada permukaan yang rata dan memastikan posisi oli berada di antara batas bawah dan atas pada dipstick.
Jika level oli terus berkurang dalam waktu relatif singkat, jangan hanya menambahkan oli tanpa mencari penyebabnya.
Kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya kebocoran atau masalah lain yang perlu diperiksa.
4. Perhatikan Kondisi Mesin Turbo
Accord 1.5 Turbo menggunakan teknologi VTEC Turbo. Sistem turbo memanfaatkan energi gas buang untuk membantu memadatkan udara yang masuk ke mesin sehingga dapat menghasilkan tenaga lebih besar dari kapasitas mesin yang relatif kecil.
Karena itu, perawatan mesin turbo perlu dilakukan dengan disiplin.
Jangan mengabaikan suara mesin yang berubah, penurunan tenaga, munculnya asap yang tidak normal, atau indikator peringatan pada dashboard.
Apabila muncul gejala tersebut, sebaiknya kendaraan segera diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui sebelum kerusakan berkembang.
5. Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai
Pemilihan bahan bakar juga menjadi bagian dari perawatan mesin.
Pemilik sebaiknya mengikuti rekomendasi bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Untuk mesin dengan teknologi turbo dan kompresi tertentu, kualitas bahan bakar yang tepat dapat membantu proses pembakaran bekerja sebagaimana mestinya.
Hindari kebiasaan menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang tidak sesuai hanya demi menghemat pengeluaran jangka pendek.
6. Jangan Sering Menggeber Mesin Saat Kondisi Dingin
Ketika mesin baru dinyalakan, berikan waktu agar sistem pelumasan bekerja secara optimal sebelum mobil digunakan dengan beban berat.
Tidak perlu memanaskan mesin terlalu lama dalam keadaan diam. Setelah mesin menyala normal, kendaraan dapat digunakan dengan berkendara secara halus terlebih dahulu.
Hindari langsung melakukan akselerasi agresif ketika mesin baru dinyalakan.
Kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga komponen mesin tetap bekerja secara bertahap.
7. Perhatikan Sistem Pendinginan
Mesin menghasilkan panas ketika bekerja sehingga sistem pendinginan harus selalu dalam kondisi baik.
Periksa kondisi cairan pendingin, radiator, selang, serta komponen terkait secara berkala.
Jika temperatur mesin meningkat tidak normal, muncul peringatan temperatur, atau terdapat kebocoran cairan di area mesin, jangan terus memaksakan kendaraan.
Overheat dapat menyebabkan kerusakan serius dan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.
8. Bersihkan Filter Udara
Mesin membutuhkan udara yang cukup untuk proses pembakaran. Filter udara berfungsi menyaring kotoran sebelum udara masuk ke sistem mesin.
Filter yang terlalu kotor dapat menghambat aliran udara dan berpotensi memengaruhi performa kendaraan.
Oleh karena itu, kondisi filter udara perlu diperiksa mengikuti jadwal perawatan. Jika digunakan di lingkungan dengan banyak debu atau polusi, pemeriksaan dapat menjadi semakin penting.
9. Periksa Busi
Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran mesin bensin.
Busi yang kondisinya sudah menurun dapat menyebabkan pembakaran tidak optimal. Gejalanya dapat berupa mesin bergetar, respons akselerasi kurang baik, konsumsi bahan bakar meningkat, atau mesin terasa tidak halus.
Jangan mengganti busi hanya berdasarkan perkiraan. Ikuti jadwal pemeriksaan dan gunakan komponen dengan spesifikasi yang sesuai kendaraan.
10. Jangan Mengabaikan Indikator Dashboard
Lampu indikator pada dashboard bukan sekadar hiasan.
Jika indikator mesin atau indikator oli menyala, pemilik sebaiknya segera mencari tahu penyebabnya.
Honda menjelaskan bahwa lampu indikator oli dapat berkaitan dengan kondisi seperti tekanan oli rendah atau masalah pada sistem pelumasan.
Jangan langsung menghapus atau mengabaikan indikator hanya karena mobil masih dapat berjalan.
Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih serius.
11. Jaga Kondisi Throttle dan Sistem Intake
Sistem pemasukan udara juga perlu dijaga kebersihannya.
Kotoran yang menumpuk pada bagian tertentu dalam sistem intake dapat memengaruhi respons mesin, terutama ketika akselerasi dilakukan dari putaran rendah.
Namun, pembersihan komponen sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan prosedur yang sesuai. Tidak semua komponen perlu dibersihkan secara rutin tanpa alasan.
Jika respons mesin mulai berubah, pemeriksaan sistem intake dapat menjadi salah satu bagian diagnosis.
12. Hindari Kebiasaan Akselerasi dan Rem Secara Berlebihan
Honda Accord memiliki tenaga yang cukup besar. Pada mesin 1.5L VTEC Turbo, tenaga maksimum mencapai 190 PS dengan torsi 260 Nm.
Kemampuan tersebut memang memberikan akselerasi yang responsif, tetapi bukan berarti mesin harus selalu digunakan dengan gaya agresif.
Akselerasi secara bertahap dapat membantu membuat kerja mesin lebih halus.
Pengemudi juga dapat memanfaatkan karakter berkendara yang tersedia pada Accord. Honda menyediakan SPORT Mode untuk karakter berkendara yang lebih agresif dan ECON Mode untuk karakter berkendara yang lebih hemat.
13. Perhatikan Kondisi Transmisi CVT
Mesin dan transmisi bekerja sebagai satu kesatuan.
Pada Accord 1.5 Turbo, Honda menggunakan CVT dengan Earth Dreams Technology.
Karena itu, pemilik perlu memperhatikan jika muncul gejala seperti getaran tidak normal, suara aneh, atau respons akselerasi yang berbeda dari biasanya.
Perawatan transmisi harus mengikuti spesifikasi dan jadwal yang ditetapkan. Jangan menggunakan cairan transmisi secara sembarangan.
14. Gunakan Suku Cadang Sesuai Spesifikasi
Ketika mengganti komponen mesin, jangan hanya mempertimbangkan harga.
Gunakan suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Komponen yang tepat membantu sistem bekerja sebagaimana dirancang.
Hal ini terutama penting untuk komponen yang berhubungan langsung dengan mesin, sistem pelumasan, pengapian, pendinginan, dan turbo.
15. Simpan Riwayat Servis
Riwayat servis sebaiknya disimpan dengan baik.
Catatan penggantian oli, filter, busi, cairan kendaraan, dan komponen lainnya akan membantu pemilik mengetahui pekerjaan apa saja yang sudah dilakukan.
Riwayat tersebut juga bermanfaat ketika kendaraan nantinya dijual karena calon pembeli dapat melihat bahwa mobil mendapatkan perawatan secara teratur.
16. Periksa Mesin Jika Muncul Perubahan Suara
Mesin yang sehat umumnya memiliki karakter suara yang konsisten.
Jika suara mesin tiba-tiba menjadi lebih kasar, muncul bunyi ketukan, dengungan, atau suara lain yang sebelumnya tidak ada, sebaiknya jangan diabaikan.
Honda sendiri menyebut suara mesin yang menjadi kasar dapat menjadi salah satu tanda kualitas oli sudah menurun.
Meski demikian, perubahan suara tidak selalu berarti masalah oli. Diagnosis tetap diperlukan untuk mengetahui sumber sebenarnya.
17. Perhatikan Mobil yang Jarang Digunakan
Mobil yang jarang digunakan tetap membutuhkan perawatan.
Honda menjelaskan bahwa oli tetap perlu diganti berdasarkan waktu meskipun kendaraan jarang digunakan. Oli dapat mengalami penurunan kualitas sehingga jadwal perawatan berdasarkan waktu tetap perlu diperhatikan.
Jika Accord lebih sering terparkir, sesekali gunakan kendaraan secara normal dan tetap ikuti jadwal servis.
18. Lakukan Pemeriksaan di Bengkel yang Tepat
Jika menemukan masalah mesin yang tidak dapat diperiksa sendiri, sebaiknya bawa kendaraan ke bengkel yang memiliki teknisi dan peralatan sesuai.
Bengkel resmi Honda menyediakan layanan perawatan berkala dan berbagai fasilitas servis. Honda juga memiliki layanan Quick Maintenance untuk jenis perawatan tertentu dengan pengerjaan oleh teknisi secara bersamaan.
Untuk masalah mesin turbo atau gejala yang sulit didiagnosis, pemeriksaan menggunakan peralatan yang sesuai dapat membantu menemukan sumber masalah secara lebih akurat.
Merawat mesin Honda Accord agar tetap halus dan responsif sebenarnya tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kunci utamanya adalah konsisten menjalankan perawatan berkala dan tidak mengabaikan perubahan kecil pada kendaraan.
Penggantian oli sesuai jadwal, pemeriksaan level oli, menjaga sistem pendinginan, memperhatikan filter udara dan busi, menggunakan bahan bakar serta suku cadang sesuai spesifikasi, dan melakukan pemeriksaan ketika muncul gejala tidak normal merupakan beberapa langkah penting.
Untuk Accord 1.5 Turbo, perawatan menjadi semakin penting karena mesin menggunakan teknologi VTEC Turbo dengan output hingga 190 PS dan torsi 260 Nm.
Dengan perawatan yang tepat, pemilik dapat membantu mempertahankan karakter mesin Accord yang halus, responsif, dan nyaman digunakan, baik untuk aktivitas harian di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.