
MOBILID- Perkembangan mobil elektrifikasi di Indonesia membuat pilihan kendaraan dengan teknologi hybrid semakin beragam. Salah satu model yang menarik perhatian di segmen SUV premium adalah Chery Tiggo 9 CSH. Mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dalam keluarga Chery Super Hybrid atau CSH, SUV ini memadukan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai yang dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal.
Bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan Chery Tiggo 9 CSH bekas, memahami teknologi yang dibawanya menjadi hal penting. Pasalnya, PHEV mempunyai sistem penggerak yang berbeda dibandingkan mobil bensin biasa maupun hybrid konvensional. Ada baterai berkapasitas besar, motor listrik, mesin pembakaran internal, hingga sistem transmisi khusus yang bekerja secara terintegrasi.
Chery sendiri memposisikan Tiggo 9 CSH sebagai SUV dengan teknologi hybrid yang mengutamakan kombinasi performa, efisiensi, dan fleksibilitas jarak tempuh. Model ini diklaim mampu menempuh lebih dari 180 km menggunakan tenaga listrik dan memiliki jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.400 km.
Apa Itu Chery Super Hybrid pada Tiggo 9 CSH?
Chery Super Hybrid atau CSH merupakan platform elektrifikasi yang menggabungkan beberapa komponen utama, yaitu Dedicated Hybrid Engine (DHE), Dedicated Hybrid Transmission (3DHT), motor listrik, serta baterai berkapasitas besar.
Berbeda dari hybrid biasa yang umumnya mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama dan baterai yang mendapatkan energi dari regenerative braking, sistem PHEV pada Tiggo 9 CSH memungkinkan baterainya diisi melalui sumber listrik eksternal.
Artinya, pemilik dapat mengisi daya baterai sebelum melakukan perjalanan. Ketika daya listrik tersedia, kendaraan dapat menggunakan motor listrik untuk perjalanan tertentu. Ketika membutuhkan jarak tempuh lebih jauh atau kondisi berkendara membutuhkan tenaga tambahan, mesin bensin dapat ikut bekerja.
Konsep inilah yang membuat PHEV berbeda dari kendaraan listrik murni. PHEV masih mempunyai mesin bensin sehingga kendaraan tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik. Chery menjelaskan PHEV sebagai kendaraan yang menggabungkan baterai besar yang dapat dicas dari luar dengan mesin bensin sebagai sumber tenaga tambahan.
Bagaimana Cara Kerja Teknologi PHEV Tiggo 9 CSH?
Secara sederhana, sistem PHEV pada Tiggo 9 CSH mempunyai dua sumber tenaga utama, yaitu listrik dan bensin.
Ketika baterai mempunyai daya yang cukup dan kondisi berkendara memungkinkan, motor listrik dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan. Hal ini membuat perjalanan dalam kondisi tertentu dapat dilakukan tanpa mengandalkan mesin bensin secara terus-menerus.
Ketika kebutuhan tenaga meningkat atau baterai tidak lagi menjadi sumber tenaga utama, mesin bensin dapat ikut beroperasi. Sistem kemudian mengatur kombinasi antara mesin dan motor listrik sesuai kondisi berkendara.
Teknologi regenerative braking juga membantu mengubah sebagian energi ketika kendaraan melakukan perlambatan menjadi energi listrik yang kemudian dapat disimpan kembali ke baterai. Sistem seperti ini membuat energi yang biasanya terbuang saat pengereman dapat dimanfaatkan kembali.
Bagi pemilik mobil, konsep tersebut memberikan fleksibilitas. Mobil bisa digunakan seperti kendaraan listrik untuk kebutuhan tertentu, tetapi tetap mempunyai mesin bensin untuk perjalanan yang lebih panjang.
Mengandalkan Mesin 1.5 Liter Turbo
Di balik teknologi elektrifikasinya, Tiggo 9 CSH tetap menggunakan mesin bensin 1.5 liter turbo sebagai bagian dari sistem hybrid.
Mesin tersebut bekerja bersama motor listrik dan sistem transmisi hybrid khusus. Chery menggunakan Dedicated Hybrid Transmission atau 3DHT pada Tiggo 9 CSH.
Penggunaan 3DHT menjadi salah satu bagian penting dari sistem CSH karena transmisi tersebut dirancang untuk mengatur hubungan antara mesin pembakaran dan sistem penggerak listrik. Dengan demikian, tenaga dari kedua sumber dapat digunakan sesuai kebutuhan kendaraan.
Untuk varian Tiggo 9 CSH AWD yang dipasarkan Chery di Indonesia, sistem hybrid diklaim menghasilkan tenaga gabungan hingga 395 PS dengan torsi maksimum 650 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim dapat dicapai dalam 5,4 detik.
Angka tersebut menunjukkan bahwa teknologi PHEV pada Tiggo 9 CSH tidak hanya ditujukan untuk mengejar efisiensi, tetapi juga memberikan performa yang cukup tinggi.
Baterai Besar untuk Mode Listrik
Salah satu perbedaan paling penting antara PHEV dan hybrid biasa terdapat pada kapasitas baterai. Tiggo 9 CSH menggunakan baterai berkapasitas 34,46 kWh pada spesifikasi yang dipasarkan di Indonesia.
Dengan baterai tersebut, Tiggo 9 CSH diklaim mampu berjalan dalam mode listrik murni hingga 180 km lebih. Jarak tersebut tentunya merupakan angka klaim pabrikan dan hasil penggunaan nyata dapat berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, temperatur, muatan, serta penggunaan fitur kendaraan.
Bagi pengguna perkotaan, kemampuan tersebut cukup relevan. Aktivitas harian seperti perjalanan menuju kantor, mengantar keluarga, berbelanja, atau melakukan berbagai keperluan dalam kota dapat dilakukan dengan memanfaatkan tenaga listrik selama baterai mempunyai daya yang cukup.
Ketika baterai membutuhkan pengisian, pemilik dapat menggunakan fasilitas charging yang sesuai dengan kendaraan.
Bisa Digunakan untuk Perjalanan Jauh
Salah satu daya tarik PHEV adalah fleksibilitas ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Mobil listrik murni sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas pengisian daya ketika digunakan dalam perjalanan panjang. Pada PHEV, mesin bensin tetap tersedia sehingga kendaraan dapat melanjutkan perjalanan ketika energi listrik tidak lagi mencukupi untuk penggunaan mode EV.
Pada Tiggo 9 CSH, Chery mengklaim jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.400 km dengan kombinasi tenaga listrik dan bensin.
Hal ini membuat konsep PHEV dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara menggunakan tenaga listrik tetapi masih membutuhkan fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan antarkota.
Apa Keuntungan Teknologi Ini pada Mobil Bekas?
Ketika mencari Chery Tiggo 9 CSH bekas, teknologi PHEV menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan secara khusus.
Pada mobil bensin biasa, pemeriksaan mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem pendingin, dan kelistrikan menjadi perhatian utama. Pada PHEV, pemeriksaan juga perlu mencakup kondisi baterai, sistem pengisian daya, motor listrik, serta komponen hybrid lainnya.
Kondisi baterai menjadi salah satu hal yang penting. Calon pembeli sebaiknya menanyakan riwayat penggunaan dan pengisian daya kendaraan. Jika tersedia, dokumen atau catatan pemeriksaan dari bengkel resmi juga dapat membantu memberikan gambaran kondisi sistem elektrifikasi.
Selain itu, calon pembeli perlu memastikan seluruh indikator pada panel instrumen bekerja normal dan tidak terdapat peringatan terkait sistem hybrid.
Fitur Keselamatan dan Teknologi Pendukung
Tiggo 9 CSH bukan hanya mengandalkan teknologi PHEV. SUV ini juga dilengkapi berbagai fitur bantuan pengemudi atau ADAS.
Beberapa teknologi keselamatan yang disebutkan Chery antara lain Forward Collision Warning (FCW), Autonomous Emergency Braking (AEB), dan Lane Departure Prevention (LDP).
Pada unit bekas, fitur tersebut sebaiknya ikut diperiksa ketika melakukan test drive. Pastikan kamera, sensor, sistem pengereman, serta berbagai fitur bantuan pengemudi dapat berfungsi dengan baik.
Calon pembeli juga sebaiknya tidak hanya fokus pada kondisi eksterior. Karena Tiggo 9 CSH mempunyai sistem teknologi yang cukup kompleks, pemeriksaan menggunakan perangkat diagnostik di bengkel yang memahami kendaraan hybrid dapat menjadi bagian penting sebelum transaksi.
Apa yang Harus Dicek Sebelum Membeli Tiggo 9 CSH Bekas?
Ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian ketika menemukan unit Tiggo 9 CSH bekas.
Pertama, periksa riwayat servis. Catatan servis dapat membantu mengetahui apakah kendaraan mendapatkan perawatan secara rutin.
Kedua, periksa kondisi baterai dan sistem charging. Pastikan tidak ada masalah ketika baterai diisi dan tidak terdapat peringatan pada sistem kendaraan.
Ketiga, lakukan test drive. Rasakan perpindahan tenaga antara motor listrik dan mesin bensin. Perhatikan apakah terdapat getaran atau suara yang tidak normal.
Keempat, periksa sistem kelistrikan dan fitur elektronik. Layar hiburan, kamera, sensor, sistem AC, serta berbagai fitur bantuan pengemudi perlu dicoba satu per satu.
Terakhir, periksa dokumen kendaraan, nomor rangka, nomor mesin, dan riwayat kepemilikan sebelum melakukan transaksi.
PHEV Tiggo 9 CSH Menawarkan Fleksibilitas
Chery Tiggo 9 CSH menghadirkan pendekatan berbeda dalam penggunaan SUV elektrifikasi. Teknologi PHEV memungkinkan kendaraan memanfaatkan motor listrik untuk perjalanan tertentu, sementara mesin bensin tetap tersedia untuk kebutuhan perjalanan yang lebih panjang.
Dengan baterai 34,46 kWh, kemampuan EV lebih dari 180 km, jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.400 km, serta sistem hybrid yang menggabungkan mesin 1.5 liter turbo dan motor listrik, Tiggo 9 CSH menawarkan kombinasi antara efisiensi dan performa.
Bagi konsumen yang mempertimbangkan Chery Tiggo 9 CSH bekas, teknologi PHEV tersebut tentu menjadi salah satu hal utama yang perlu dipahami. Namun, kondisi unit tetap harus menjadi perhatian karena kendaraan bekas dapat memiliki riwayat penggunaan yang berbeda-beda.
Dengan mengecek baterai, sistem pengisian, mesin, transmisi 3DHT, motor listrik, fitur keselamatan, serta riwayat servis secara menyeluruh, calon pembeli dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi kendaraan sebelum menentukan transaksi.