Chery Tiggo Cross CSH, SUV Hybrid Kompak yang Cocok untuk Mobilitas Perkotaan - Mobil.id

Chery Tiggo Cross CSH, SUV Hybrid Kompak yang Cocok untuk Mobilitas Perkotaan


Home•Blog

Chery
Chery Tiggo Cross CSH, SUV Hybrid Kompak yang Cocok untuk Mobilitas Perkotaan
Penulis 2

MOBILID- Perkembangan kendaraan elektrifikasi membuat pilihan mobil untuk penggunaan sehari-hari semakin beragam. Jika sebelumnya konsumen hanya mengenal mobil dengan mesin bensin atau mobil listrik murni, kini tersedia pula kendaraan hybrid yang menggabungkan mesin pembakaran dengan motor listrik.

Salah satu model yang berada di segmen tersebut adalah Chery Tiggo Cross CSH. SUV ini membawa teknologi Chery Super Hybrid (CSH) dengan format bodi yang relatif kompak sehingga ditujukan untuk berbagai kebutuhan mobilitas, termasuk aktivitas di perkotaan.

Dengan panjang bodi 4.330 mm, Tiggo Cross CSH tidak berukuran sebesar SUV tiga baris. Konfigurasi tersebut membuatnya berada pada kategori SUV yang lebih mudah digunakan untuk aktivitas harian, sementara teknologi hybrid menjadi bagian utama dari karakter kendaraan. Chery mencantumkan mesin 1.5L DHE, output sistem 204 PS, torsi 310 Nm, serta 17 fitur ADAS pada model ini.

Mengusung Teknologi Chery Super Hybrid

Salah satu hal yang membedakan Tiggo Cross CSH dari Tiggo Cross bermesin bensin adalah sistem penggeraknya.

Tiggo Cross CSH menggunakan teknologi Chery Super Hybrid, yang terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu Dedicated Hybrid Engine atau DHE, Dedicated Hybrid Transmission atau DHT, serta Dedicated Hybrid Battery atau DHB. Ketiga komponen tersebut bekerja bersama untuk mengatur penggunaan tenaga mesin bensin dan motor listrik.

Konsep hybrid seperti ini ditujukan untuk memberikan fleksibilitas dalam penggunaan kendaraan. Mesin bensin tetap menjadi bagian dari sistem penggerak, sementara motor listrik dapat membantu menghasilkan tenaga dan efisiensi sesuai kondisi berkendara.

Bagi pengguna yang belum ingin beralih sepenuhnya ke mobil listrik, sistem seperti ini dapat menjadi alternatif. Kendaraan tetap menggunakan bahan bakar bensin, tetapi mempunyai sistem elektrifikasi yang menjadi bagian dari sumber tenaganya.

Chery sendiri memasukkan Tiggo Cross CSH ke dalam filosofi CSH yang menggabungkan tenaga listrik dan bensin untuk kebutuhan mobilitas yang berbeda.

Dimensi Kompak untuk Mobilitas Kota

Salah satu alasan Tiggo Cross CSH menarik untuk penggunaan perkotaan adalah ukuran bodinya.

Model ini memiliki panjang 4.330 mm, sementara mesinnya menggunakan unit 1.5L DHE. Ukuran tersebut membuat Tiggo Cross CSH berada pada kategori SUV kompak yang dapat digunakan untuk aktivitas harian tanpa harus membawa dimensi kendaraan sebesar SUV 7-seater.

Dimensi kendaraan tentu berpengaruh ketika mobil digunakan di jalan perkotaan. Pengemudi harus menghadapi kondisi seperti lalu lintas padat, area parkir yang terbatas, jalan lingkungan, hingga aktivitas keluar-masuk pusat perbelanjaan.

Dalam situasi tersebut, SUV dengan ukuran yang tidak terlalu besar dapat memberikan fleksibilitas lebih.

Namun, tetap perlu diingat bahwa Tiggo Cross CSH bukan mobil berukuran kecil. Pengemudi tetap perlu memperhatikan dimensi bodi ketika melakukan parkir atau melewati jalan yang sempit.

Tenaga 204 PS dan Torsi 310 Nm

Meskipun membawa konsep SUV kompak, Tiggo Cross CSH memiliki angka output sistem yang cukup besar.

Chery mencantumkan 204 PS dan torsi maksimum 310 Nm. Sistem tersebut menggunakan mesin 1.5L DHE yang dikombinasikan dengan sistem penggerak hybrid. Chery juga mencantumkan akselerasi 0-100 km/jam sekitar 8 detik.

Karakter tersebut membuat Tiggo Cross CSH tidak hanya berorientasi pada efisiensi. Motor listrik memberikan kontribusi terhadap respons kendaraan, sementara mesin bensin tetap menjadi bagian dari sistem ketika dibutuhkan.

Untuk penggunaan harian, pengemudi dapat merasakan perbedaan karakter kendaraan hybrid dibandingkan SUV dengan mesin bensin konvensional.

Meski begitu, angka akselerasi dari pabrikan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya patokan. Kondisi jalan, muatan kendaraan, temperatur, kondisi ban, dan gaya berkendara tetap dapat memengaruhi respons kendaraan dalam penggunaan sehari-hari.

Klaim Konsumsi Bahan Bakar 1:25

Efisiensi menjadi salah satu bagian yang cukup penting dari Tiggo Cross CSH.

Pada laman resmi lini CSH, Chery mencantumkan klaim konsumsi bahan bakar 1:25 untuk Tiggo Cross CSH. Angka tersebut merupakan klaim pabrikan dan konsumsi aktual dapat berbeda tergantung kondisi penggunaan.

Kondisi lalu lintas menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Mobil yang digunakan dalam perjalanan dengan banyak berhenti dan berjalan akan memiliki hasil berbeda dibandingkan kendaraan yang melaju konstan di jalan bebas hambatan.

Gaya mengemudi, tekanan ban, jumlah penumpang, penggunaan AC, kondisi jalan, dan kecepatan juga dapat memengaruhi efisiensi.

Karena itu, angka 1:25 lebih tepat dijadikan referensi mengenai teknologi efisiensi yang ditawarkan, bukan angka yang harus selalu dicapai setiap pemilik.

Tidak Perlu Charging Eksternal

Salah satu perbedaan penting antara Tiggo Cross CSH dan mobil listrik murni adalah cara mengisi energi.

Tiggo Cross CSH menggunakan sistem hybrid yang tidak membutuhkan pengisian daya eksternal seperti BEV. Baterai hybrid dapat memperoleh energi dari sistem kendaraan ketika digunakan. Chery juga menjelaskan bahwa kendaraan hybrid konvensional tidak perlu diisi menggunakan charger eksternal seperti kendaraan plug-in hybrid.

Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang tertarik dengan teknologi elektrifikasi tetapi belum memiliki akses charging di rumah.

Pemilik tetap perlu mengisi bensin seperti kendaraan konvensional, sementara sistem hybrid membantu mengatur penggunaan energi sesuai kondisi kendaraan.

Konsep tersebut dapat menjadi salah satu alasan mengapa hybrid masih menarik bagi konsumen yang membutuhkan fleksibilitas perjalanan.

Interior dengan Dual Screen

Masuk ke dalam kabin, Tiggo Cross CSH membawa pendekatan interior yang cukup modern.

Chery membekali model ini dengan dual screen berukuran 10,25 inci. Sistem tersebut memberikan tampilan digital untuk berbagai informasi kendaraan sekaligus mendukung fungsi infotainment.

Selain itu, tersedia dukungan Wireless Apple CarPlay dan Android Auto, IoV atau Chery Intelligent Online Vehicle, intelligent voice command, serta ambient light dengan pilihan warna yang beragam.

Kombinasi tersebut membuat kabin Tiggo Cross CSH tidak hanya mengandalkan desain fisik, tetapi juga menghadirkan berbagai perangkat digital.

Bagi pengguna yang sering mengandalkan smartphone ketika berkendara, dukungan konektivitas menjadi salah satu fitur yang dapat membantu mengakses navigasi, musik, maupun aplikasi tertentu.

Kenyamanan untuk Penggunaan Harian

Tiggo Cross CSH juga memiliki sejumlah perlengkapan yang mendukung kenyamanan.

Chery mencantumkan dual-zone automatic AC, ventilasi AC untuk baris kedua, wireless charging, electric sunroof, serta pengaturan kursi elektrik untuk pengemudi dan penumpang depan.

Keberadaan ventilasi AC baris kedua menjadi salah satu detail yang dapat diperhatikan ketika kendaraan digunakan bersama keluarga atau penumpang lain.

Sementara itu, wireless charging dapat membantu mengurangi penggunaan kabel ketika mengisi daya smartphone selama perjalanan.

Electric sunroof juga memberikan elemen tambahan pada kabin, meskipun kebutuhan terhadap fitur tersebut tentunya kembali pada preferensi masing-masing pengguna.

17 Fitur ADAS

Teknologi keselamatan menjadi bagian lain yang cukup menonjol pada Tiggo Cross CSH.

Chery mencantumkan 17 fungsi Advanced Driver Assistance System atau ADAS pada model ini. Selain itu, tersedia tujuh airbag dan bodi dengan struktur yang dirancang memiliki tingkat kekakuan tinggi.

ADAS merupakan kumpulan teknologi bantuan untuk pengemudi. Sistem tersebut dapat membantu memberikan peringatan atau melakukan intervensi tertentu sesuai fitur dan kondisi kendaraan.

Namun, ADAS tetap merupakan sistem bantuan. Pengemudi tetap perlu berkonsentrasi dan mengendalikan kendaraan secara langsung.

Bagi konsumen yang tertarik membeli Tiggo Cross CSH, keberadaan fitur keselamatan tersebut dapat menjadi salah satu aspek yang perlu dipahami sebelum menggunakan kendaraan.

Karakter Berkendara di Perkotaan

Sebagai SUV kompak hybrid, Tiggo Cross CSH memiliki karakter yang cukup sesuai untuk berbagai aktivitas perkotaan.

Ukuran bodi 4.330 mm membuatnya tidak sebesar SUV tiga baris, sementara teknologi hybrid memberikan karakter penggerak yang berbeda dari mobil bensin konvensional.

Untuk perjalanan sehari-hari, pengguna dapat memanfaatkan kendaraan untuk pergi bekerja, mengantar keluarga, berbelanja, atau melakukan perjalanan akhir pekan.

Sistem hybrid juga dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih senyap ketika kendaraan menggunakan tenaga listrik dalam kondisi tertentu. Chery mencantumkan tingkat kebisingan 50,5 dB pada kondisi EV mode di sekitar 60 km/jam dalam pengujian yang disebut pada laman resminya.

Namun, kondisi jalan dan penggunaan aktual dapat menghasilkan tingkat kebisingan yang berbeda.

Tetap Perlu Memperhatikan Perawatan

Meskipun teknologi hybrid dapat memberikan efisiensi, pemilik tetap perlu memperhatikan jadwal perawatan kendaraan.

Mesin bensin pada Tiggo Cross CSH tetap membutuhkan perawatan seperti pemeriksaan oli dan komponen mesin. Sistem elektrifikasi juga menjadi bagian yang perlu mendapatkan pemeriksaan sesuai jadwal yang ditentukan pabrikan.

Bagi calon pembeli unit bekas, riwayat servis menjadi semakin penting. Pastikan kendaraan mendapatkan perawatan rutin dan tanyakan apakah terdapat catatan mengenai sistem hybrid.

Chery juga pernah menawarkan garansi kendaraan 6 tahun atau 160.000 km serta garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km dalam program yang diumumkan untuk Tiggo Cross CSH. Ketentuan garansi aktual sebaiknya dikonfirmasi berdasarkan unit dan program yang berlaku.

Harga dan Posisi di Pasar

Harga resmi Tiggo Cross CSH dapat berubah mengikuti periode penjualan dan kebijakan Chery.

Pada laman resmi Chery yang saat ini tersedia, TIGGO Cross CSH tercantum mulai Rp339,8 juta OTR Jakarta.

Harga tersebut dapat dijadikan referensi bagi konsumen yang sedang melihat posisi Tiggo Cross CSH di pasar SUV hybrid.

Untuk pembelian, calon konsumen juga perlu memperhitungkan biaya kepemilikan secara keseluruhan, seperti pajak kendaraan, perawatan berkala, konsumsi bahan bakar, asuransi, serta kebutuhan lainnya.

Chery Tiggo Cross CSH untuk Mobilitas Perkotaan

Chery Tiggo Cross CSH membawa kombinasi antara format SUV kompak dan teknologi hybrid. Mesin 1.5L DHE, output sistem 204 PS, torsi 310 Nm, klaim konsumsi bahan bakar 1:25, serta dukungan DHE, DHT, dan baterai hybrid menjadi bagian penting dari karakter kendaraan ini.

Di dalam kabin, tersedia dual screen 10,25 inci, konektivitas smartphone, wireless charging, dual-zone AC, electric sunroof, dan berbagai fitur kenyamanan. Sementara dari sisi keselamatan, terdapat 17 ADAS dan tujuh airbag.

Dengan dimensi yang relatif kompak dibandingkan SUV keluarga berukuran besar, Tiggo Cross CSH dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mobilitas sehari-hari. Teknologi hybrid juga memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin merasakan elektrifikasi tanpa harus bergantung pada charging eksternal.

Bagi pembaca MobilID yang sedang mencari SUV hybrid untuk aktivitas perkotaan, Tiggo Cross CSH dapat dimasukkan dalam daftar kendaraan yang perlu dipelajari lebih lanjut. Sebelum membeli, tetap penting untuk mencoba langsung posisi duduk, ruang kabin, respons kendaraan, serta memahami cara kerja sistem hybrid agar mobil benar-benar sesuai dengan pola penggunaan sehari-hari.