Colin McRae dan Subaru Vivio: Jejak Sang Legenda Reli Menggeber Mobil 660cc - Mobil.id

Colin McRae dan Subaru Vivio: Jejak Sang Legenda Reli Menggeber Mobil 660cc


HomeBlog

Subaru
Colin McRae dan Subaru Vivio: Jejak Sang Legenda Reli Menggeber Mobil 660cc
Penulis 8

Sebelum dikenal dunia sebagai juara dunia WRC yang ikonik dengan Subaru Impreza 555 bernomor pintu 4, Colin McRae adalah seorang pembalap muda berbakat yang terkenal dengan gaya mengemudi flat-out alias gas pol tanpa rasa takut. Karakternya yang agresif dan selalu mendorong mobil hingga batas maksimal membuat Subaru kepincut untuk merekrutnya. Namun, salah satu babak paling unik sekaligus mencengangkan dalam awal karier McRae bersama pabrikan berlogo bintang ini terjadi pada tahun 1993, ketika ia ditugaskan untuk mengemudikan sebuah mobil kota super mini berkubikasi 660cc, yaitu Subaru Vivio RX-R, di ajang Safari Rally Kenya yang terkenal sangat kejam.

Bagi McRae yang terbiasa menjinakkan mobil-mobil reli bertenaga buas, masuk ke dalam kabin Subaru Vivio yang sempit tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, pembalap asal Skotlandia ini tidak memandang sebelah mata status Vivio sebagai kei car. Dengan mesin DOHC Supercharger berkode EN07X dan sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD), McRae justru melihat potensi kelincahan yang luar biasa dari mobil berbobot 700 kilogram ini. Begitu reli dimulai melintasi jalanan tanah Afrika, McRae langsung mempertontonkan aksi magisnya dengan menggeber si kecil Vivio layaknya sebuah mobil reli Group A berspesifikasi penuh, membuat mobil mikro tersebut terbang tinggi di atas gundukan sabana.

Aksi nekat McRae di atas jok Subaru Vivio sukses membuat para petinggi tim reli raksasa lainnya tercengang sekaligus ketar-ketir. Di beberapa special stage awal, McRae secara luar biasa mampu mencatatkan waktu yang bersaing ketat dengan mobil-mobil papan atas, bahkan sempat merangkak naik hingga ke posisi 4 besar secara keseluruhan. Kombinasi antara bobot mobil yang ringan, distribusi tenaga instan dari supercharger, serta insting balap McRae yang ekstrem membuat Vivio melesat mulus di atas permukaan lumpur yang biasanya menjadi kuburan bagi mobil reli berukuran besar. Kecepatan Vivio di tangan McRae membuktikan bahwa di bawah kendali pembalap yang tepat, keterbatasan ukuran bukanlah penghalang untuk menciptakan performa yang kompetitif.

Sayangnya, kisah dongeng antara Colin McRae dan Subaru Vivio harus berakhir prematur sebelum menyentuh garis finis. Gaya berkendara McRae yang sangat menyiksa kendaraan akhirnya berbenturan dengan batas ketahanan mekanis dari komponen kaki-kaki Vivio yang mini. Setelah menghantam rintangan dengan keras di salah satu etape, suspensi depan mobilnya mengalami kerusakan parah yang memaksa McRae untuk menyudahi balapan lebih awal. Kendati gagal finis, jejak sejarah yang ditinggalkan McRae bersama Subaru Vivio di Safari Rally 1993 tetap menjadi salah satu bukti paling sahih dari kejeniusan sang legenda dalam menjinakkan kendaraan apa pun, sekaligus mengangkat derajat Vivio dari sekadar mobil komuter perkotaan menjadi ikon motorsport JDM yang disegani.