
MOBILID- Hyundai Ioniq 6 dikenal sebagai salah satu sedan listrik dengan desain paling berbeda di kelasnya. Bentuk bodinya yang memanjang, atap rendah, bagian belakang melandai, serta berbagai detail eksterior bukan hanya dibuat untuk memberikan tampilan futuristik. Di balik desain tersebut terdapat konsep aerodinamika yang berperan penting dalam membantu meningkatkan efisiensi energi.
Pada kendaraan listrik, efisiensi aerodinamika memiliki hubungan erat dengan konsumsi energi dan jarak tempuh. Semakin besar hambatan udara yang harus dilawan kendaraan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan kecepatan, terutama ketika mobil melaju lebih cepat.
Hyundai merancang Ioniq 6 dengan berbagai solusi aerodinamika. Hyundai menyebut Ioniq 6 memiliki drag coefficient atau koefisien hambatan udara sekitar 0,21, salah satu angka terendah dalam jajaran kendaraan Hyundai.
Lantas, fitur apa saja yang membuat aerodinamika Hyundai Ioniq 6 begitu diperhatikan? Berikut pembahasannya.
1. Siluet Streamliner yang Sangat Aerodinamis
Salah satu faktor utama efisiensi Ioniq 6 adalah bentuk bodinya.
Hyundai menggunakan konsep Electrified Streamliner, yaitu desain kendaraan yang dibuat dengan garis-garis bodi mengalir untuk membantu mengurangi hambatan udara. Bentuknya terlihat seperti sedan dengan atap rendah dan bagian belakang yang panjang serta melandai.
Hyundai Indonesia sendiri menjelaskan bahwa siluet aerodinamis Ioniq 6 dirancang untuk mengurangi hambatan udara sehingga berkendara terasa lebih halus dan dinamis.
Desain seperti ini membuat udara dapat mengalir melewati bodi dengan lebih teratur dibandingkan bentuk kendaraan yang memiliki banyak permukaan tegak atau sudut tajam.
Bagi mobil listrik, keuntungan tersebut cukup penting karena energi yang tersimpan dalam baterai dapat digunakan secara lebih efisien ketika kendaraan melaju.
2. Koefisien Hambatan Udara 0,21
Istilah drag coefficient atau Cd mungkin terdengar teknis bagi sebagian orang. Sederhananya, angka ini digunakan untuk menggambarkan seberapa mudah atau sulit bentuk kendaraan bergerak menembus udara.
Semakin rendah angka Cd, secara umum semakin kecil hambatan aerodinamika yang dihadapi kendaraan dengan faktor lain yang sama.
Hyundai menyebut Ioniq 6 memiliki Cd sekitar 0,21. Angka tersebut menjadi salah satu bagian penting dari strategi Hyundai dalam mengejar efisiensi kendaraan listrik.
Namun, perlu dipahami bahwa angka Cd bukan berarti konsumsi listrik kendaraan otomatis selalu sama. Efisiensi aktual masih dipengaruhi oleh kecepatan, temperatur, kondisi jalan, ban, gaya berkendara, penggunaan AC, beban kendaraan, dan kondisi baterai.
3. Active Air Flaps
Salah satu fitur menarik pada bagian depan Ioniq 6 adalah active air flaps.
Komponen ini bekerja dengan mengatur aliran udara pada bagian depan kendaraan. Hyundai menjelaskan bahwa active air flaps dapat membuka dan menutup sesuai kondisi berkendara untuk membantu efisiensi aerodinamika sekaligus mendukung kebutuhan pendinginan baterai.
Ketika aliran udara tidak perlu masuk dalam jumlah besar, sistem dapat membantu mengatur bukaan sehingga aliran udara di bagian depan kendaraan menjadi lebih terkontrol.
Fitur seperti ini menunjukkan bahwa efisiensi Ioniq 6 tidak hanya berasal dari bentuk bodinya, tetapi juga dari komponen yang dapat menyesuaikan kondisi kendaraan.
4. Wheel Air Curtains
Area roda merupakan salah satu bagian yang cukup menantang dalam desain aerodinamika.
Roda berputar dan berada di dalam ruang terbuka pada bagian fender sehingga aliran udara di sekitar roda dapat menjadi tidak teratur. Kondisi tersebut dapat meningkatkan turbulensi.
Ioniq 6 menggunakan wheel air curtains untuk membantu mengarahkan aliran udara di sekitar roda.
Teknologi ini bekerja bersama sejumlah elemen aerodinamika lainnya sehingga udara dapat melewati area roda dengan lebih terkontrol.
Hyundai memasukkan wheel air curtains sebagai salah satu solusi utama yang digunakan untuk mencapai koefisien hambatan udara rendah pada Ioniq 6.
5. Wheel Gap Reducer
Selain wheel air curtains, terdapat pula wheel gap reducer.
Komponen ini membantu mengurangi ruang kosong tertentu antara bagian depan kendaraan dengan area roda. Tujuannya adalah mengontrol aliran udara yang melewati area wheel arch.
Hyundai menjelaskan bahwa wheel gap reducer membantu mengurangi ruang kosong di sekitar roda sehingga aliran udara tidak mudah terlepas dari area tersebut dan menghasilkan turbulensi yang tidak diperlukan.
Meski bentuknya mungkin tidak langsung terlihat oleh pengguna ketika melihat mobil dari jauh, komponen kecil seperti ini memiliki fungsi dalam keseluruhan rancangan aerodinamika.
6. Desain Velg yang Mendukung Aerodinamika
Velg juga dapat memengaruhi aliran udara.
Ioniq 6 menggunakan desain velg yang memperhatikan aspek aerodinamika. Hyundai menyebut tersedia pilihan roda 18 dan 20 inci pada berbagai konfigurasi, dengan desain yang turut memperhatikan efisiensi aliran udara.
Bagi pemilik Ioniq 6, hal ini perlu diperhatikan ketika mengganti velg.
Menggunakan velg aftermarket dengan desain yang jauh berbeda tidak selalu berarti buruk, tetapi perubahan ukuran dan desain roda dapat memengaruhi bobot, rolling resistance, serta karakter aerodinamika kendaraan.
Karena itu, pemilihan velg sebaiknya tetap mempertimbangkan spesifikasi kendaraan.
7. Flush Door Handles
Detail lain yang cukup menarik adalah auto flush door handles.
Ketika tidak digunakan, gagang pintu dibuat menyatu dengan permukaan bodi. Desain ini membuat permukaan samping kendaraan menjadi lebih rata dibandingkan gagang pintu konvensional yang menonjol.
Hyundai menyebut gagang pintu flush tersebut turut mendukung tampilan bersih sekaligus membantu aspek aerodinamika ketika berada dalam posisi tertutup.
Komponen kecil seperti gagang pintu mungkin tidak memberikan pengaruh sebesar keseluruhan bentuk bodi, tetapi dalam pengembangan kendaraan yang mengejar angka drag sangat rendah, setiap detail dapat diperhitungkan.
8. Spoiler Belakang
Bagian belakang Ioniq 6 juga dirancang dengan perhatian khusus terhadap aliran udara.
Spoiler belakang bukan hanya elemen kosmetik. Bentuknya dirancang untuk membantu mengatur aliran udara ketika melewati bagian belakang kendaraan.
Hyundai menyebut bentuk spoiler dikembangkan melalui proses desain dan analisis aerodinamika menggunakan computational fluid dynamics atau CFD serta pengujian untuk menemukan bentuk yang sesuai.
Pada kendaraan yang memiliki bentuk belakang melandai seperti Ioniq 6, pengaturan aliran udara di bagian belakang menjadi sangat penting untuk mengurangi turbulensi.
9. Separation Traps
Ioniq 6 juga menggunakan separation traps pada bagian belakang.
Teknologi tersebut bertujuan membantu mengontrol bagaimana aliran udara meninggalkan permukaan bodi.
Ketika udara meninggalkan kendaraan secara tidak teratur, dapat terbentuk turbulensi yang meningkatkan hambatan. Karena itu, pengaturan aliran pada bagian belakang menjadi salah satu kunci dalam mencapai desain aerodinamis.
Hyundai memasukkan separation traps bersama spoiler, wheel gap reducers, wheel air curtains, dan wheel deflectors sebagai bagian dari sistem aerodinamika Ioniq 6.
10. Wheel Deflectors
Selain komponen pada bagian roda depan, Hyundai juga menggunakan wheel deflectors.
Fungsinya berkaitan dengan pengaturan arah aliran udara di sekitar roda dan bagian bawah kendaraan.
Komponen seperti ini memang tidak terlalu menarik perhatian ketika mobil diparkir, tetapi memiliki fungsi dalam desain keseluruhan.
Ini menunjukkan bahwa Hyundai tidak hanya memikirkan bagian bodi yang terlihat, tetapi juga bagian bawah kendaraan dan area roda yang memiliki pengaruh terhadap aliran udara.
11. Bagian Bawah Mobil Dibuat Lebih Terkontrol
Bagian bawah mobil juga berpengaruh terhadap aerodinamika.
Pada Ioniq 6, Hyundai menerapkan konsep pengelolaan aliran udara pada bagian bawah kendaraan. Materi resmi Hyundai mencantumkan full underbody cover sebagai salah satu elemen yang membantu meningkatkan performa aerodinamika.
Permukaan bawah yang lebih terkontrol dapat membantu mengurangi gangguan aliran udara di bawah kendaraan.
Hal ini penting terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
12. Mengapa Aerodinamika Penting untuk Mobil Listrik?
Pada mobil listrik, energi yang tersedia berasal dari baterai sehingga efisiensi penggunaan energi menjadi sangat penting.
Saat kendaraan bergerak, terdapat beberapa sumber hambatan, termasuk hambatan udara dan hambatan gulir ban. Pada kecepatan lebih tinggi, hambatan udara menjadi semakin penting.
Karena itu, kendaraan listrik dengan desain aerodinamis dapat memiliki keuntungan dalam penggunaan energi, terutama ketika digunakan pada perjalanan dengan kecepatan relatif tinggi.
Hyundai menyatakan bahwa pengembangan aerodinamika Ioniq 6 dilakukan untuk membantu memaksimalkan jarak tempuh kendaraan listriknya.
13. Pengaruhnya terhadap Jarak Tempuh
Aerodinamika tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu-satunya faktor yang menentukan jarak tempuh.
Baterai, motor listrik, ban, temperatur, gaya berkendara, penggunaan AC, beban kendaraan, dan kondisi jalan juga memiliki pengaruh.
Namun, desain aerodinamis membantu mengurangi energi yang dibutuhkan kendaraan untuk melawan hambatan udara.
Hyundai dalam data globalnya pernah mencantumkan jarak tempuh WLTP hingga 614 km untuk konfigurasi tertentu, dengan konsumsi energi yang juga bergantung pada konfigurasi roda dan spesifikasi kendaraan.
Angka WLTP tersebut merupakan hasil pengujian standar, sehingga jarak tempuh aktual dalam penggunaan sehari-hari dapat berbeda.
14. Efisiensi Lebih Terasa Saat Kecepatan Meningkat
Keuntungan aerodinamika biasanya menjadi semakin relevan ketika kecepatan kendaraan meningkat.
Saat berkendara dalam lalu lintas kota yang sangat lambat, konsumsi energi lebih banyak dipengaruhi faktor seperti akselerasi, deselerasi, AC, kondisi jalan, dan penggunaan aksesori.
Namun ketika mobil melaju lebih cepat di jalan tol, hambatan udara menjadi faktor yang semakin penting.
Inilah alasan desain Ioniq 6 tidak hanya ditujukan untuk tampilan futuristik. Bentuk streamliner yang panjang dan rendah memiliki fungsi dalam membantu kendaraan bergerak menembus udara dengan lebih efisien.
15. Aerodinamika Juga Mendukung Kenyamanan
Menariknya, manfaat aerodinamika bukan hanya berkaitan dengan efisiensi energi.
Aliran udara yang lebih terkontrol juga dapat berhubungan dengan stabilitas kendaraan dan tingkat kebisingan angin.
Hyundai menyebut desain aerodinamis Ioniq 6 turut berpengaruh terhadap pengalaman berkendara, termasuk efisiensi, stabilitas, dan noise.
Bagi pengemudi, manfaat ini dapat terasa ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh atau melaju di jalan tol.
16. Perawatan Bagian Aerodinamika pada Ioniq 6
Bagi pemilik Ioniq 6, komponen aerodinamika juga perlu diperhatikan.
Saat melakukan servis atau pemeriksaan kendaraan, periksa kondisi bagian bawah, wheel deflector, area bumper, active air flap, serta komponen di sekitar roda.
Jika mobil pernah mengalami benturan pada bagian depan atau bawah, jangan hanya memperbaiki bagian yang terlihat.
Komponen aerodinamika yang rusak atau terlepas dapat membuat desain aliran udara tidak lagi bekerja seperti kondisi semula.
Pemilik juga sebaiknya berhati-hati ketika memasang aksesori eksterior tambahan. Modifikasi bumper, body kit, spoiler, atau komponen lain dapat mengubah aliran udara di sekitar bodi.
Fitur aerodinamika Hyundai Ioniq 6 merupakan salah satu bagian penting yang membuat sedan listrik ini menarik. Desain streamliner dengan koefisien hambatan udara sekitar 0,21 didukung oleh berbagai teknologi seperti active air flaps, wheel air curtains, wheel gap reducers, rear spoiler, separation traps, wheel deflectors, underbody cover, dan flush door handles.
Semua elemen tersebut dirancang untuk mengontrol aliran udara di berbagai bagian kendaraan. Tujuan akhirnya bukan hanya menciptakan tampilan futuristik, tetapi juga membantu mengurangi hambatan udara sehingga penggunaan energi dapat menjadi lebih efisien.
Bagi pemilik atau calon pembeli Ioniq 6, pemahaman terhadap aerodinamika juga berguna ketika melakukan perawatan dan modifikasi. Kerusakan pada komponen aerodinamika atau penggunaan aksesori yang tidak sesuai dapat memengaruhi rancangan aliran udara kendaraan.
Dengan kombinasi desain bodi yang sangat aerodinamis dan teknologi penggerak listrik, Ioniq 6 menunjukkan bahwa desain eksterior pada mobil listrik bukan sekadar persoalan gaya. Setiap lekukan, bukaan udara, roda, spoiler, hingga bagian bawah bodi dapat memiliki peran dalam menciptakan kendaraan yang lebih efisien.