
Ketika Ford meluncurkan generasi kedua Ford Probe pada tahun 1992 untuk model tahun 1993, banyak orang langsung sadar bahwa mobil ini berbeda dari coupe Ford lainnya.
Jika generasi pertama masih membawa nuansa desain kotak khas akhir 1980-an, maka generasi kedua tampil jauh lebih futuristis, halus, dan modern. Inilah era yang kemudian dianggap banyak pecinta otomotif sebagai masa keemasan Ford Probe.
Generasi kedua Probe hadir pada masa ketika desain otomotif mulai berubah drastis. Bentuk tajam dan kaku mulai ditinggalkan, diganti garis bodi membulat yang lebih aerodinamis. Ford Probe menjadi salah satu coupe yang paling berhasil mengikuti tren tersebut.
Dari depan, mobil ini langsung terlihat sporty berkat hidung rendah dan lampu pop-up ikoniknya. Ketika lampu tertutup, Probe terlihat sangat bersih dan futuristis. Namun ketika malam tiba dan lampu dibuka, aura mobil sport 90-an langsung terasa sangat kuat.
Banyak penggemar otomotif retro menganggap Ford Probe generasi kedua sebagai salah satu mobil dengan desain terbaik Ford pada era 1990-an. Bahkan hingga sekarang, tampilannya masih terlihat unik dan tidak mudah terasa kuno.
Siluet liftback coupe membuat Probe terlihat sporty sekaligus elegan. Garis atap melandai hingga ke belakang menciptakan bentuk aerodinamis yang sangat khas mobil sport 90-an.
Menariknya lagi, desain hatchback pada bagian belakang membuat mobil ini jauh lebih praktis dibanding coupe biasa. Bagasi Ford Probe cukup luas untuk ukuran mobil sport dua pintu sehingga tetap nyaman digunakan harian.
Di balik tampilannya yang futuristis, Ford Probe generasi kedua juga mengalami peningkatan besar dalam hal performa dan kenyamanan.
Varian paling terkenal tentu saja Ford Probe GT. Model GT menggunakan mesin V6 2.5 liter hasil pengembangan Mazda.
Mesin ini terkenal halus, responsif, dan punya karakter suara yang sporty. Walaupun tidak sebrutal muscle car Amerika, tenaga Probe GT terasa cukup agresif untuk ukuran coupe penggerak roda depan pada era tersebut.
Akselerasinya responsif, terutama pada putaran menengah hingga atas. Bobot mobil yang relatif ringan membuat Probe GT terasa lincah dan menyenangkan dikendarai.
Handling menjadi salah satu keunggulan terbesar generasi kedua Ford Probe. Karena menggunakan basis teknologi Mazda, karakter berkendaranya terasa lebih presisi dibanding banyak mobil Ford lain di masanya.
Setirnya cukup responsif dan suspensinya terasa seimbang antara sporty dan nyaman. Mobil tetap stabil ketika dipakai kecepatan tinggi tetapi tidak terlalu keras saat digunakan harian.
Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang menganggap generasi kedua sebagai versi terbaik Ford Probe. Mobil ini mampu menghadirkan kombinasi desain futuristis, performa sporty, dan kenyamanan dalam satu paket.
Interior generasi kedua juga mengalami perubahan besar dibanding model sebelumnya. Dashboard dibuat lebih modern dengan bentuk melengkung yang mengelilingi pengemudi.
Nuansa cockpit terasa cukup kuat. Posisi duduk rendah, panel instrumen sporty, dan desain konsol tengah membuat pengemudi merasa seperti berada di mobil sport futuristis.
Beberapa varian bahkan sudah memiliki fitur modern untuk ukuran era 90-an seperti power window, cruise control, hingga sistem audio premium.
Walaupun interiornya masih didominasi plastik khas mobil lawas, desain kabinnya tetap terasa menarik hingga sekarang. Banyak pecinta mobil retro justru menyukai nuansa analog seperti ini karena terasa lebih autentik dibanding mobil modern.
Selain desain dan performa, generasi kedua Ford Probe juga terkenal cukup populer di dunia modifikasi.
Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Probe sering dimodifikasi dengan gaya street racing, body kit ekstrem, velg racing, hingga tampilan cyberpunk khas mobil Jepang.
Karena bentuk dasarnya memang sudah sporty, Ford Probe terlihat keren bahkan tanpa modifikasi berlebihan. Lampu pop-up dan bodi rendah membuat mobil ini mudah menarik perhatian di jalan.
Walaupun memiliki banyak kelebihan, Ford Probe generasi kedua juga menghadapi tantangan besar di pasar. Pada pertengahan 1990-an, popularitas coupe sport mulai menurun dan konsumen mulai beralih ke sedan sporty maupun SUV.
Selain itu, bayang-bayang Ford Mustang juga selalu mengikuti perjalanan Probe. Banyak penggemar mobil Amerika masih menganggap Probe terlalu “Jepang” untuk menjadi mobil sport Ford sejati.
Namun justru di situlah identitas unik Ford Probe terbentuk. Mobil ini bukan muscle car tradisional, melainkan coupe sport modern dengan pendekatan global dan teknologi Jepang.
Produksi Ford Probe akhirnya dihentikan pada tahun 1997. Walaupun umurnya singkat, generasi kedua berhasil meninggalkan kesan yang sangat kuat dalam sejarah otomotif Ford.
Kini Ford Probe generasi kedua mulai menjadi mobil koleksi retro yang cukup diburu. Unit original, terutama tipe GT dengan kondisi sehat, semakin sulit ditemukan dan mulai memiliki nilai nostalgia tinggi.
Bagi banyak pecinta otomotif, generasi kedua Ford Probe adalah simbol masa ketika desain mobil masih berani tampil futuristis, sporty, dan penuh karakter tanpa kehilangan kenyamanan untuk penggunaan harian.