
MOBILID- Melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil listrik membutuhkan persiapan yang sedikit berbeda dibandingkan mobil bermesin bensin. Jika pada mobil konvensional pengemudi cukup mencari SPBU ketika bahan bakar mulai menipis, pengguna mobil listrik perlu memperhatikan lokasi SPKLU, jenis charger, jarak antarlokasi charging, kondisi baterai, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya.
Hal tersebut juga berlaku untuk Hyundai Ioniq 6. Sedan listrik Hyundai ini justru memiliki kemampuan pengisian daya yang cukup mendukung perjalanan jauh. Ioniq 6 di Indonesia menggunakan baterai 77,4 kWh dan menawarkan estimasi jarak tempuh hingga sekitar 519 km berdasarkan standar WLTP untuk varian yang dipasarkan di Indonesia. Angka aktual tentu dapat berbeda tergantung kecepatan, kondisi jalan, penggunaan AC, gaya berkendara, temperatur, dan kondisi kendaraan.
Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan antarkota menggunakan Ioniq 6 dapat dilakukan dengan lebih tenang. Berikut persiapan pengisian daya yang sebaiknya dilakukan sebelum berangkat.
1. Kenali Kapasitas dan Jarak Tempuh Ioniq 6
Sebelum merencanakan perjalanan, pemilik perlu memahami kemampuan kendaraan.
Ioniq 6 Signature yang dipasarkan di Indonesia menggunakan baterai lithium-ion 77,4 kWh dengan sistem penggerak AWD. Hyundai mencantumkan estimasi jarak tempuh hingga 519 km berdasarkan standar WLTP.
Namun, jangan menjadikan angka 519 km sebagai patokan mutlak.
Dalam perjalanan nyata, jarak tempuh dapat berubah karena beberapa faktor. Kecepatan tinggi di jalan tol, penggunaan AC dalam waktu lama, membawa banyak penumpang atau barang, kondisi jalan menanjak, hujan, tekanan ban, serta gaya akselerasi dapat memengaruhi konsumsi energi.
Karena itu, untuk perjalanan jauh sebaiknya tetap menyediakan cadangan energi dan tidak menunggu baterai benar-benar hampir habis sebelum mencari charger.
2. Tentukan Rute Sebelum Berangkat
Langkah berikutnya adalah menentukan rute perjalanan.
Jangan hanya melihat jarak dari titik keberangkatan menuju tujuan. Cari tahu pula di mana lokasi SPKLU yang dapat digunakan selama perjalanan.
Misalnya perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Jangan hanya menghitung jarak total perjalanan, tetapi tentukan pula lokasi charging yang dapat menjadi titik istirahat.
Idealnya, pengemudi memiliki beberapa pilihan SPKLU. Jika charger utama sedang digunakan atau mengalami gangguan, masih ada lokasi alternatif yang dapat dituju.
Perencanaan seperti ini penting karena kondisi SPKLU dapat berubah ketika perjalanan berlangsung.
3. Gunakan Aplikasi untuk Mengecek Lokasi Charging
Hyundai menyediakan layanan EV Charging yang dapat diakses melalui aplikasi myHyundai. Saat ini Hyundai menyebut jaringan EV charging yang terhubung melalui Hyundai dan mitra CPO telah mencakup lebih dari 600 lokasi charging di Indonesia.
Sebelum perjalanan, manfaatkan aplikasi tersebut untuk mengetahui lokasi charging yang tersedia di sepanjang rute.
Selain lokasi, perhatikan juga jenis charger yang tersedia. Hal ini penting karena waktu pengisian akan berbeda antara charger AC dan DC fast charging.
Jika tersedia informasi mengenai status charger, cek kondisinya sebelum menuju lokasi.
4. Prioritaskan DC Fast Charging untuk Perjalanan Jauh
Untuk perjalanan jarak jauh, DC fast charging biasanya lebih praktis karena waktu pengisiannya jauh lebih singkat dibandingkan AC charging.
Hyundai menyebut Ioniq 6 dapat mengisi daya dari 10% hingga 80% dalam sekitar 18 menit ketika menggunakan DC charger 350 kW pada kondisi pengujian yang ditentukan.
Namun, bukan berarti setiap charger DC akan memberikan waktu 18 menit.
Hyundai juga mencantumkan contoh pengisian 10–80% sekitar 73 menit menggunakan DC 50 kW. Waktu sebenarnya dapat berubah berdasarkan kemampuan charger, temperatur baterai, kondisi baterai, dan faktor lainnya.
Jadi, jangan membuat jadwal perjalanan dengan asumsi bahwa setiap SPKLU akan mengisi baterai dalam 18 menit.
5. Pahami Perbedaan AC dan DC Charging
Sebelum perjalanan, penting memahami dua jenis pengisian yang umum digunakan.
AC charging cocok untuk pengisian ketika kendaraan diparkir dalam waktu cukup lama, misalnya di rumah atau hotel.
Sementara DC fast charging lebih cocok digunakan ketika perjalanan jauh dan pengemudi membutuhkan tambahan energi dalam waktu relatif singkat.
Untuk Ioniq 6, Hyundai mencantumkan waktu pengisian AC 7 kW sekitar 12 jam untuk pengisian penuh pada materi produknya.
Karena itu, jika berangkat pagi, pengisian AC sebaiknya dilakukan sejak malam sebelumnya.
6. Isi Daya Sebelum Memulai Perjalanan
Kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah berangkat dengan kondisi baterai terlalu rendah.
Jika perjalanan jauh sudah direncanakan, lebih baik mulai perjalanan dengan baterai yang cukup tinggi.
Pengisian sebelum keberangkatan juga membuat pengemudi memiliki lebih banyak fleksibilitas apabila terjadi perubahan rute atau SPKLU yang dituju ternyata penuh.
Tidak ada salahnya mengisi daya lebih dahulu meskipun secara teori jarak tempuh kendaraan masih cukup untuk mencapai tujuan.
Dalam perjalanan jauh, cadangan energi memberikan fleksibilitas.
7. Jangan Selalu Menunggu Baterai Sangat Rendah
Saat melakukan perjalanan antarkota, pengemudi tidak harus menunggu baterai hampir habis sebelum charging.
Strategi yang lebih praktis adalah melakukan pengisian ketika kondisi baterai sudah cukup berkurang tetapi masih menyisakan cadangan.
Untuk perjalanan jauh, pola seperti ini memungkinkan pengemudi memilih SPKLU yang strategis tanpa terlalu khawatir kehabisan energi.
Pengisian dari sekitar 10% hingga 80% juga sering digunakan sebagai acuan pengisian cepat karena karakteristik pengisian baterai membuat kecepatan charging tidak selalu sama pada seluruh rentang persentase.
8. Perhatikan Kondisi Baterai Sebelum Charging
Temperatur baterai dapat memengaruhi proses pengisian.
Hyundai menjelaskan bahwa waktu pengisian aktual dipengaruhi oleh temperatur baterai, kondisi dan usia baterai, temperatur lingkungan, serta daya yang diberikan charger.
Karena itu, jangan panik jika waktu charging aktual berbeda dari angka yang tercantum dalam spesifikasi.
Jika kondisi baterai atau charger tidak memungkinkan daya maksimal, proses pengisian dapat berlangsung lebih lama.
Hal ini normal dan perlu diperhitungkan dalam perjalanan.
9. Pilih Lokasi Charging yang Sekaligus Bisa Menjadi Tempat Istirahat
Perjalanan jauh bukan hanya soal mengisi baterai.
Pengemudi dan penumpang juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Karena itu, pilih SPKLU yang berada di lokasi strategis seperti rest area, pusat perbelanjaan, area restoran, hotel, atau fasilitas umum lainnya apabila tersedia.
Dengan begitu, waktu charging dapat dimanfaatkan untuk makan, minum, menggunakan toilet, atau beristirahat.
Cara ini membuat waktu tunggu charging menjadi bagian dari perjalanan, bukan sekadar waktu yang terbuang.
10. Siapkan Rencana Cadangan
Perjalanan menggunakan mobil listrik sebaiknya memiliki Plan B.
Misalnya SPKLU yang direncanakan ternyata penuh. Jangan sampai kondisi tersebut membuat baterai kendaraan turun terlalu rendah sebelum menemukan charger berikutnya.
Sebelum berangkat, identifikasi beberapa titik charging alternatif.
Pertimbangkan pula jarak antara SPKLU utama dan SPKLU cadangan.
Perencanaan tersebut akan sangat membantu terutama ketika melakukan perjalanan ke daerah yang jumlah SPKLUnya belum sebanyak kota-kota besar.
11. Jangan Mengandalkan Satu Aplikasi Saja
Selain aplikasi myHyundai, pengemudi dapat memanfaatkan aplikasi navigasi atau platform lain yang memberikan informasi mengenai lokasi charging.
Hyundai sendiri menjelaskan bahwa lokasi charging dapat ditemukan menggunakan peta digital dan informasi mengenai stasiun pengisian.
Sebelum perjalanan, sebaiknya bandingkan informasi lokasi dari beberapa sumber.
Periksa alamat dengan teliti karena ada lokasi charging yang berada di dalam gedung, area parkir, rest area, atau kawasan tertentu dengan akses yang memiliki jam operasional.
12. Perhatikan Waktu Operasional Lokasi
Tidak semua lokasi memiliki kondisi akses yang sama.
Ada SPKLU yang berada di area yang dapat diakses sepanjang hari, sementara lokasi tertentu mungkin mengikuti jam operasional tempat tersebut.
Karena itu, perjalanan malam membutuhkan perencanaan yang lebih matang.
Jika berencana melakukan charging tengah malam, pastikan lokasi yang dipilih memang dapat diakses pada jam tersebut.
13. Periksa Kondisi Kabel dan Charging Port
Sebelum perjalanan, periksa kondisi charging port kendaraan.
Pastikan tidak terdapat kotoran atau kerusakan yang dapat mengganggu proses charging.
Jika membawa kabel charging sendiri, periksa juga kondisi kabel dan konektornya.
Jangan menggunakan kabel atau perangkat yang terlihat rusak.
Hal sederhana seperti pemeriksaan charging port dapat membantu mencegah masalah ketika sudah berada jauh dari rumah.
14. Manfaatkan Fitur Regenerative Braking
Selama perjalanan, sistem regenerative braking dapat membantu mengembalikan sebagian energi ketika kendaraan melakukan perlambatan.
Pengemudi dapat memanfaatkan fitur ini secara tepat dengan menyesuaikan gaya berkendara.
Usahakan menghindari akselerasi dan pengereman secara agresif jika tidak diperlukan.
Gaya berkendara yang lebih halus dapat membantu menjaga konsumsi energi agar tetap efisien.
Namun, regenerative braking bukan berarti energi yang digunakan dapat kembali seluruhnya ke baterai. Tetap diperlukan energi utama dari proses charging.
15. Atur Kecepatan di Jalan Tol
Kecepatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsumsi energi kendaraan listrik.
Pada kecepatan tinggi, hambatan udara meningkat sehingga kendaraan membutuhkan lebih banyak energi.
Ioniq 6 memang memiliki desain aerodinamis dengan koefisien hambatan udara yang rendah, tetapi aerodinamika tidak menghilangkan pengaruh kecepatan terhadap konsumsi energi. Hyundai mencatat Cd Ioniq 6 sekitar 0,21.
Karena itu, ketika melakukan perjalanan jauh di jalan tol, berkendara secara konsisten dan tidak terlalu agresif dapat membantu mempertahankan efisiensi.
16. Jangan Membawa Beban Berlebihan
Sebelum perjalanan, periksa barang yang akan dibawa.
Semakin berat kendaraan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk bergerak, terutama ketika akselerasi dan melewati tanjakan.
Gunakan bagasi secara efisien dan hindari membawa barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Ioniq 6 memiliki kapasitas bagasi yang cukup untuk perjalanan, tetapi tetap perlu memperhatikan jumlah penumpang dan barang agar perjalanan tetap nyaman.
17. Perhatikan Penggunaan AC
AC merupakan salah satu perangkat yang menggunakan energi listrik.
Untuk perjalanan jauh, gunakan temperatur yang nyaman tanpa pengaturan yang terlalu ekstrem.
Pastikan kabin sudah cukup dingin sebelum perjalanan dimulai dan gunakan mode AC yang sesuai dengan kondisi.
Namun, jangan mengorbankan kenyamanan atau keselamatan hanya demi mengejar konsumsi energi tertentu.
18. Siapkan Emergency Charging
Hyundai juga menyediakan layanan Mobile Charging untuk kendaraan listrik Hyundai dalam kondisi darurat. Layanan tersebut dapat memberikan tambahan daya hingga 10 kWh untuk membantu kendaraan menuju stasiun pengisian terdekat. Untuk wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya, Hyundai mencantumkan layanan kedatangan teknisi 24 jam dengan ketentuan yang berlaku.
Informasi seperti ini sebaiknya diketahui sebelum melakukan perjalanan jauh.
Simpan kontak layanan darurat dan pastikan aplikasi yang diperlukan sudah aktif.
Dengan begitu, jika terjadi kondisi baterai terlalu rendah atau kendala tertentu, pemilik memiliki opsi bantuan.
19. Manfaatkan V2L Secara Bijak
Ioniq 6 juga memiliki fitur Vehicle-to-Load atau V2L yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik hingga 3,6 kW untuk perangkat elektronik tertentu.
Fitur ini dapat berguna saat perjalanan, misalnya untuk mengisi perangkat elektronik atau kebutuhan tertentu.
Namun, ketika sedang melakukan perjalanan jauh, penggunaan V2L tetap perlu diperhitungkan karena energi yang digunakan berasal dari baterai kendaraan.
Jika daya baterai sedang terbatas, prioritaskan energi untuk perjalanan.
20. Buat Jadwal Charging yang Fleksibel
Terakhir, jangan membuat jadwal perjalanan yang terlalu ketat.
Misalnya, jangan menetapkan bahwa perjalanan harus tiba di kota tujuan pada waktu tertentu dengan asumsi charging hanya membutuhkan beberapa menit.
Waktu charging dapat berubah karena antrean, kondisi baterai, daya charger, atau kendala teknis.
Sisakan waktu tambahan sehingga perjalanan tetap nyaman meskipun terjadi perubahan di perjalanan.
Hyundai Ioniq 6 untuk perjalanan jauh sebenarnya memiliki dukungan teknologi charging yang menarik. Dengan baterai 77,4 kWh dan estimasi jarak tempuh hingga 519 km WLTP pada Ioniq 6 Signature di Indonesia, kendaraan ini memiliki kemampuan untuk digunakan dalam perjalanan antarkota.
Kemampuan fast charging juga menjadi salah satu keunggulannya. Hyundai mencantumkan pengisian 10–80% sekitar 18 menit menggunakan DC 350 kW dalam kondisi pengujian tertentu. Namun, waktu aktual dapat berbeda dan pengisian dengan charger 50 kW membutuhkan waktu lebih lama.
Karena itu, persiapan perjalanan sebaiknya tidak hanya berfokus pada kapasitas baterai. Rute, lokasi SPKLU, jenis charger, kondisi baterai, waktu charging, konsumsi energi, gaya berkendara, dan titik charging alternatif semuanya perlu diperhitungkan.
Dengan perencanaan yang matang, perjalanan jauh menggunakan Hyundai Ioniq 6 dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Kuncinya adalah jangan menunggu baterai terlalu rendah, selalu memiliki titik charging cadangan, serta memanfaatkan informasi charging yang tersedia sebelum dan selama perjalanan.