Hyundai Listrik atau Hyundai Bensin, Apa Saja Perbedaan Perawatannya? - Mobil.id

Hyundai Listrik atau Hyundai Bensin, Apa Saja Perbedaan Perawatannya?


Home•Blog

Hyundai
Hyundai Listrik atau Hyundai Bensin, Apa Saja Perbedaan Perawatannya?
Penulis 2

MOBILID- Perkembangan mobil listrik di Indonesia membuat pilihan kendaraan Hyundai semakin beragam. Selain mobil bermesin bensin seperti Creta, Stargazer, Tucson, dan Santa Fe, Hyundai juga memiliki kendaraan listrik seperti IONIQ 5 dan Kona Electric. Kehadiran dua jenis teknologi tersebut membuat calon pemilik perlu memahami bahwa cara merawat mobil listrik dan mobil bensin memiliki sejumlah perbedaan.

Secara umum, mobil listrik memiliki sistem penggerak yang lebih sederhana dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran internal. Mobil listrik tidak menggunakan mesin bensin konvensional yang membutuhkan oli mesin, busi, filter udara mesin, serta sejumlah komponen mekanis lainnya. Namun, bukan berarti mobil listrik bebas perawatan.

Sebaliknya, mobil bensin memiliki sistem mekanis yang lebih kompleks dan membutuhkan perawatan berkala pada mesin serta sistem pendukungnya. Perbedaan tersebut penting dipahami terutama bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan membeli Hyundai baru maupun Hyundai bekas.

Berikut perbedaan perawatan Hyundai listrik dan Hyundai bensin yang perlu diketahui.

1. Perawatan Mesin Menjadi Perbedaan Utama

Pada Hyundai bensin, mesin merupakan salah satu komponen yang membutuhkan perhatian paling rutin. Mesin bekerja melalui proses pembakaran bahan bakar sehingga terdapat banyak komponen yang mengalami gesekan dan menghasilkan panas.

Pemilik perlu memperhatikan kondisi oli mesin, filter udara, busi, sistem pendingin, belt, dan berbagai komponen lainnya.

Sementara itu, Hyundai listrik menggunakan motor listrik sebagai penggerak. Motor listrik tidak membutuhkan oli mesin seperti kendaraan bensin karena tidak menggunakan proses pembakaran internal.

Hal ini membuat salah satu pekerjaan servis rutin pada mobil bensin tidak diperlukan pada mobil listrik.

Namun, motor listrik tetap membutuhkan pemeriksaan. Sistem kelistrikan, konektor, pendinginan komponen, serta perangkat pengendali motor harus dipastikan bekerja dengan baik.

2. Penggantian Oli Mesin

Perbedaan yang cukup mudah dipahami adalah kebutuhan penggantian oli mesin.

Hyundai bensin membutuhkan oli mesin untuk melumasi berbagai komponen internal mesin. Oli perlu diganti secara berkala sesuai rekomendasi perawatan dan kondisi penggunaan.

Jika penggantian oli diabaikan, kualitas pelumasan dapat menurun dan berpotensi memengaruhi kondisi mesin.

Pada Hyundai listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), tidak terdapat mesin pembakaran internal yang menggunakan oli mesin seperti pada mobil bensin.

Karena itu, pemilik mobil listrik tidak perlu melakukan penggantian oli mesin secara rutin seperti pemilik mobil bensin.

Inilah salah satu aspek yang membuat struktur perawatan mobil listrik berbeda.

3. Sistem Baterai pada Hyundai Listrik

Jika mobil bensin memiliki mesin sebagai pusat sistem penggerak, mobil listrik memiliki baterai tegangan tinggi sebagai salah satu komponen paling penting.

Hyundai listrik seperti IONIQ 5 dan Kona Electric menggunakan baterai untuk menyimpan energi yang kemudian digunakan motor listrik.

Perawatan baterai bukan berarti pemilik harus membongkar baterai secara berkala. Sistem baterai umumnya memiliki sistem pengelolaan baterai yang memantau berbagai parameter operasional.

Pemilik perlu mengikuti petunjuk penggunaan dan pengisian daya yang diberikan produsen. Kondisi konektor pengisian juga perlu dijaga tetap bersih dan baik.

Penggunaan kendaraan secara normal serta mengikuti prosedur pengisian yang sesuai menjadi bagian penting dalam menjaga sistem baterai.

4. Sistem Pendingin Tetap Perlu Diperiksa

Kesalahpahaman yang cukup sering terjadi adalah menganggap mobil listrik tidak membutuhkan cairan sama sekali.

Faktanya, beberapa komponen mobil listrik tetap menggunakan sistem pendinginan dan cairan tertentu.

Hyundai listrik memiliki sistem manajemen temperatur untuk membantu menjaga komponen penting bekerja pada kondisi yang sesuai.

Mobil bensin juga memiliki sistem pendingin mesin yang sangat penting. Cairan pendingin perlu diperiksa dan diganti sesuai jadwal perawatan.

Jadi, meskipun jenis komponen dan sistemnya berbeda, kedua kendaraan tetap membutuhkan pemeriksaan sistem pendinginan.

5. Perawatan Rem

Sistem pengereman juga memiliki perbedaan menarik.

Mobil listrik Hyundai menggunakan sistem regenerative braking yang dapat mengubah sebagian energi ketika kendaraan melambat menjadi energi listrik yang dikembalikan ke baterai.

Penggunaan regenerative braking dapat mengurangi ketergantungan terhadap rem mekanis dalam kondisi tertentu.

Akibatnya, keausan komponen rem mekanis dapat berbeda dibandingkan kendaraan bensin.

Namun, bukan berarti rem mobil listrik tidak perlu diperiksa. Kampas rem, cakram, minyak rem, dan komponen sistem pengereman tetap perlu diperhatikan.

Pada mobil bensin, sistem rem mekanis juga membutuhkan pemeriksaan berkala karena kampas rem dan cakram mengalami keausan selama digunakan.

6. Ban Sama-Sama Harus Diperhatikan

Baik Hyundai listrik maupun Hyundai bensin sama-sama membutuhkan perawatan ban.

Tekanan ban harus diperiksa secara rutin karena tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan, pengendalian, dan efisiensi kendaraan.

Mobil listrik memiliki karakter torsi yang berbeda karena motor listrik dapat menghasilkan tenaga secara langsung. Oleh karena itu, gaya mengemudi yang agresif dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat keausan ban.

Rotasi ban dan spooring juga tetap perlu dilakukan apabila diperlukan.

Jangan lupa memeriksa kondisi telapak ban, dinding ban, serta usia ban.

7. Transmisi Memiliki Perbedaan Besar

Mobil bensin dapat menggunakan transmisi manual atau otomatis dengan berbagai mekanisme. Sistem tersebut membutuhkan perawatan sesuai jenis transmisinya.

Pada mobil listrik murni, sistem penggerak umumnya tidak menggunakan transmisi multi-gigi seperti mobil bensin konvensional.

Struktur penggeraknya lebih sederhana karena motor listrik dapat menghasilkan torsi pada rentang putaran yang luas.

Karena itu, pemilik Hyundai listrik tidak menghadapi pola perawatan transmisi yang sama seperti kendaraan bensin.

Meski demikian, komponen drivetrain mobil listrik tetap perlu diperiksa dalam servis berkala.

8. Filter dan Komponen Kabin

Baik mobil listrik maupun mobil bensin tetap memiliki sejumlah komponen yang membutuhkan perawatan.

Filter kabin, misalnya, berhubungan dengan kualitas udara yang masuk ke ruang penumpang. Filter ini dapat menjadi kotor akibat debu dan penggunaan sehari-hari.

Jika filter kabin terlalu kotor, aliran udara AC dapat berkurang.

Karena itu, filter kabin tetap perlu diperiksa dan diganti sesuai kondisi kendaraan.

Untuk mobil bensin, terdapat tambahan filter udara mesin yang berfungsi membantu menjaga kualitas udara yang masuk ke sistem pembakaran.

Komponen tersebut tidak memiliki fungsi yang sama pada mobil listrik murni karena tidak ada proses pembakaran bensin.

9. Perawatan Sistem Kelistrikan

Mobil listrik memiliki sistem kelistrikan yang jauh lebih dominan dibandingkan mobil bensin.

Selain baterai tegangan tinggi, terdapat berbagai perangkat elektronik, inverter, sistem pengisian, motor listrik, dan perangkat pengendali.

Karena itu, teknisi yang menangani mobil listrik perlu memahami sistem tegangan tinggi dan prosedur keselamatan yang sesuai.

Pada mobil bensin, sistem kelistrikan juga penting, tetapi sumber tenaga utama kendaraan berasal dari mesin pembakaran.

Ketika melakukan servis mobil listrik, jangan sembarangan melakukan pembongkaran pada komponen tegangan tinggi. Pemeriksaan harus dilakukan oleh teknisi yang memiliki kompetensi dan peralatan yang sesuai.

10. Biaya Perawatan Bisa Berbeda

Biaya perawatan antara Hyundai listrik dan bensin tidak dapat dibandingkan hanya berdasarkan harga satu kali servis.

Mobil listrik dapat memiliki lebih sedikit komponen yang memerlukan penggantian rutin karena tidak membutuhkan beberapa perawatan mesin seperti penggantian oli mesin dan busi.

Namun, mobil listrik tetap memiliki komponen mahal seperti baterai tegangan tinggi dan perangkat elektronik tertentu.

Sementara itu, mobil bensin membutuhkan perawatan mesin yang lebih rutin, tetapi sebagian komponen penggantinya lebih umum tersedia di pasar.

Besarnya biaya juga sangat bergantung pada model, usia kendaraan, jarak tempuh, lokasi servis, serta kondisi mobil.

11. Perawatan Hyundai Bekas Listrik dan Bensin

Bagi calon pembeli mobil Hyundai bekas, pemeriksaan kendaraan menjadi lebih penting.

Pada Hyundai bensin, periksa kondisi mesin, transmisi, oli, sistem pendingin, busi, injektor, kaki-kaki, dan rem.

Sementara pada Hyundai listrik, kondisi baterai menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian.

Calon pembeli sebaiknya mengetahui riwayat servis dan pengisian kendaraan. Pemeriksaan sistem baterai serta diagnosis menggunakan peralatan yang sesuai juga dapat membantu mengetahui kondisi kendaraan.

Jangan hanya melihat tampilan eksterior dan interior. Kondisi komponen utama jauh lebih penting dalam menentukan kondisi kendaraan bekas.

12. Kebiasaan Pengguna Juga Berpengaruh

Perawatan kendaraan bukan hanya tentang servis di bengkel. Cara menggunakan mobil juga memengaruhi kondisi komponen.

Pada mobil listrik, pengguna sebaiknya mengikuti prosedur pengisian yang dianjurkan serta memperhatikan kondisi baterai.

Pada mobil bensin, pengguna harus memperhatikan jadwal penggantian oli, menggunakan bahan bakar yang sesuai, serta tidak mengabaikan indikator peringatan.

Kedua jenis mobil tetap membutuhkan pemeriksaan rutin meskipun kebutuhan perawatannya berbeda.

Mana yang Lebih Mudah Dirawat?

Jika dilihat dari jumlah komponen penggerak, mobil listrik memiliki sistem yang relatif lebih sederhana dibandingkan mobil bensin. Tidak adanya mesin pembakaran internal membuat beberapa pekerjaan servis rutin seperti penggantian oli mesin dan busi tidak diperlukan.

Namun, mobil listrik tetap membutuhkan perawatan baterai, sistem kelistrikan, sistem pendinginan, rem, ban, dan komponen lainnya.

Mobil bensin memiliki lebih banyak komponen mekanis sehingga jadwal perawatannya lebih beragam. Mesin, transmisi, sistem bahan bakar, sistem pengapian, dan sistem pendingin harus diperhatikan secara berkala.

Jadi, perbedaan utamanya bukan sekadar soal mobil listrik lebih sedikit servis atau mobil bensin lebih banyak servis, tetapi jenis komponen yang dirawat memang berbeda.

Hyundai listrik dan Hyundai bensin memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda karena teknologi penggeraknya juga berbeda. Hyundai bensin membutuhkan perhatian rutin terhadap mesin, oli, busi, filter udara, sistem bahan bakar, dan transmisi.

Sementara itu, Hyundai listrik tidak membutuhkan penggantian oli mesin dan busi seperti mobil bensin, tetapi memiliki komponen penting seperti baterai tegangan tinggi, motor listrik, inverter, sistem pengisian, serta sistem manajemen temperatur yang perlu diperiksa.

Keduanya tetap membutuhkan perawatan pada ban, rem, AC, filter kabin, suspensi, dan sistem kelistrikan.

Bagi calon pembeli Hyundai bekas, pilihan antara kendaraan listrik dan bensin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan, akses pengisian daya, kebiasaan berkendara, serta anggaran perawatan. Dengan memahami perbedaan tersebut, pemilik dapat menyiapkan biaya dan jadwal perawatan secara lebih realistis.