Industri Aftermarket Otomotif Indonesia Tumbuh Pesat pada 2026, Didorong Permintaan Aksesori dan Teknologi Kendaraan - Mobil.id

Industri Aftermarket Otomotif Indonesia Tumbuh Pesat pada 2026, Didorong Permintaan Aksesori dan Teknologi Kendaraan


HomeBlog

Umum
Industri Aftermarket Otomotif Indonesia Tumbuh Pesat pada 2026, Didorong Permintaan Aksesori dan Teknologi Kendaraan
Penulis 10

Industri aftermarket otomotif Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat sepanjang 2026. Di tengah persaingan pasar mobil baru yang terus meningkat, sektor pendukung seperti aksesori kendaraan, suku cadang pengganti, perangkat elektronik, hingga layanan peningkatan performa ikut menikmati peningkatan permintaan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya tertarik membeli kendaraan baru, tetapi juga semakin memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan personalisasi kendaraan yang telah dimiliki.

Aftermarket merupakan sektor yang mencakup seluruh produk dan layanan yang digunakan setelah kendaraan dibeli dari dealer resmi. Mulai dari penggantian velg, ban, sistem audio, lampu LED, dashcam, kaca film, hingga perangkat keselamatan tambahan menjadi bagian dari industri yang terus berkembang ini.

Sepanjang tahun 2026, pelaku industri aftermarket melihat adanya perubahan perilaku konsumen. Jika sebelumnya pembelian aksesori lebih banyak berfokus pada tampilan kendaraan, kini masyarakat mulai mengutamakan produk yang memberikan manfaat fungsional. Perangkat yang meningkatkan kenyamanan berkendara dan keselamatan menjadi kategori dengan pertumbuhan paling tinggi.

Salah satu produk yang mengalami peningkatan permintaan adalah dashcam. Kamera perekam perjalanan kini menjadi perlengkapan yang semakin banyak dipasang pada kendaraan pribadi. Selain berfungsi merekam perjalanan, perangkat ini juga membantu pemilik kendaraan ketika terjadi insiden di jalan, sehingga dapat menjadi bukti dalam proses klaim asuransi maupun penyelesaian sengketa lalu lintas.

Selain dashcam, kamera 360 derajat juga mulai menjadi aksesori favorit. Teknologi ini membantu pengemudi melihat kondisi di sekitar kendaraan ketika parkir atau bermanuver di area sempit. Dengan semakin banyaknya kendaraan berukuran SUV dan MPV di Indonesia, perangkat seperti ini dinilai memberikan nilai tambah bagi kenyamanan berkendara.

Permintaan terhadap sensor parkir juga tetap tinggi. Meskipun banyak mobil baru telah dilengkapi fitur tersebut, pemilik kendaraan yang lebih lama masih memilih memasang sensor tambahan agar proses parkir menjadi lebih aman. Bengkel aftermarket menawarkan berbagai pilihan sistem sensor dengan harga yang semakin kompetitif.

Perkembangan teknologi digital turut mendorong pertumbuhan perangkat infotainment. Head unit dengan layar sentuh berukuran besar yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari. Banyak pemilik kendaraan ingin meningkatkan pengalaman berkendara tanpa harus mengganti mobil dengan model terbaru.

Sektor audio mobil juga menunjukkan perkembangan yang positif. Konsumen kini tidak hanya mengejar suara yang lebih keras, tetapi juga kualitas audio yang jernih dan seimbang. Berbagai produsen audio menghadirkan speaker, amplifier, dan subwoofer dengan teknologi terbaru yang dirancang untuk berbagai jenis kendaraan.

Di sisi eksterior, penggunaan Paint Protection Film (PPF) semakin populer. Lapisan pelindung transparan ini berfungsi menjaga cat kendaraan dari goresan ringan, kerikil, hingga paparan sinar ultraviolet. Pemilik mobil baru, khususnya kendaraan premium, mulai menganggap PPF sebagai investasi untuk menjaga nilai kendaraan dalam jangka panjang.

Selain PPF, coating keramik juga tetap menjadi layanan yang banyak diminati. Teknologi pelindung cat ini membantu mempertahankan kilap kendaraan sekaligus mempermudah proses pembersihan. Banyak bengkel detailing kini menawarkan berbagai paket coating dengan masa perlindungan yang berbeda sesuai kebutuhan konsumen.

Industri ban aftermarket juga mengalami pertumbuhan. Konsumen semakin memahami pentingnya memilih ban sesuai karakter penggunaan kendaraan. Produsen ban menghadirkan berbagai pilihan mulai dari ban hemat bahan bakar, ban performa tinggi, hingga ban khusus untuk perjalanan jarak jauh.

Velg aftermarket tetap menjadi salah satu produk dengan penjualan terbesar. Namun, tren saat ini menunjukkan konsumen lebih memilih velg berbobot ringan yang tidak hanya meningkatkan tampilan kendaraan tetapi juga membantu efisiensi dan kenyamanan berkendara. Beberapa produsen lokal bahkan mulai mengekspor produk mereka ke pasar internasional berkat kualitas yang semakin kompetitif.

Masuknya kendaraan listrik dan hybrid turut membuka peluang baru bagi industri aftermarket. Sejumlah perusahaan mulai mengembangkan aksesori khusus seperti kabel pengisian daya tambahan, pelindung baterai, perangkat monitoring baterai, hingga aksesori interior yang dirancang khusus untuk mobil elektrifikasi.

Bengkel spesialis kendaraan listrik juga mulai bermunculan di beberapa kota besar. Meskipun masih didominasi layanan ringan seperti pemasangan aksesori dan detailing, kehadiran bengkel ini menunjukkan bahwa industri aftermarket mulai beradaptasi dengan perubahan teknologi otomotif.

Digitalisasi menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat pertumbuhan industri aftermarket. Penjualan aksesori kini tidak lagi bergantung pada toko fisik. Marketplace dan media sosial menjadi kanal utama bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka ke seluruh Indonesia.

Konsumen juga semakin mudah membandingkan harga, membaca ulasan pengguna, hingga melihat video pemasangan produk sebelum melakukan pembelian. Transparansi informasi tersebut membuat persaingan menjadi lebih sehat sekaligus mendorong produsen meningkatkan kualitas produk.

Pameran otomotif sepanjang 2026 menjadi momentum penting bagi industri aftermarket. Selain memperkenalkan produk terbaru, berbagai perusahaan memanfaatkan ajang tersebut untuk mendemonstrasikan teknologi baru yang belum banyak dikenal masyarakat. Area aftermarket selalu menjadi salah satu bagian yang ramai dikunjungi karena menawarkan berbagai inovasi yang dapat langsung diterapkan pada kendaraan.

Meski prospeknya positif, pelaku industri juga menghadapi tantangan. Maraknya produk tiruan dengan harga murah masih menjadi persoalan yang memengaruhi pasar. Produk yang tidak memenuhi standar kualitas dapat membahayakan keselamatan pengguna sekaligus merusak reputasi industri. Oleh karena itu, asosiasi industri terus mengedukasi masyarakat agar memilih produk asli yang telah memenuhi standar keamanan.

Selain itu, perkembangan teknologi kendaraan yang semakin kompleks menuntut bengkel aftermarket meningkatkan kemampuan teknisinya. Sistem elektronik modern, sensor keselamatan, hingga fitur ADAS memerlukan proses pemasangan yang lebih presisi agar tidak mengganggu kinerja kendaraan.

Pengamat otomotif memperkirakan industri aftermarket Indonesia akan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang. Jumlah kendaraan yang terus bertambah setiap tahun menjadi pasar yang sangat besar bagi produsen aksesori maupun penyedia jasa otomotif. Ditambah dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap personalisasi kendaraan, sektor ini diperkirakan akan menjadi salah satu penopang utama industri otomotif nasional.

Dengan dukungan inovasi produk, perkembangan teknologi digital, meningkatnya kualitas layanan bengkel, serta semakin tingginya kesadaran konsumen terhadap kenyamanan dan keselamatan berkendara, industri aftermarket otomotif Indonesia memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Pertumbuhan ini tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga memperkuat ekosistem otomotif nasional yang semakin modern dan kompetitif.