
Memiliki mobil listrik berarti Anda memiliki "SPBU pribadi". Namun, instalasi pengisian daya di rumah memerlukan perencanaan matang terkait daya listrik PLN dan keamanan instalasi kabel agar tidak terjadi beban berlebih.
1. Menentukan Kapasitas Daya Listrik
Pengisian daya mobil listrik membutuhkan daya yang stabil dan cukup besar. Untuk memasang unit Wallbox (pengisian daya cepat di rumah), disarankan rumah Anda memiliki daya minimal 7.700 VA. Jika daya rumah kurang, pengisian akan memakan waktu sangat lama (bisa lebih dari 15 jam) dan berisiko membuat listrik rumah sering "anjlok".
2. Memilih Alat Pengisi Daya: Portable vs. Wallbox
Setiap pembelian mobil listrik biasanya menyertakan Portable Charger yang bisa dicolok ke stopkontak biasa. Namun, untuk penggunaan harian, sangat disarankan memasang Wallbox Charging. Alat ini lebih aman karena memiliki sistem proteksi arus bocor sendiri dan mampu mengisi daya 2-3 kali lebih cepat daripada pengisi daya portabel.
3. Keamanan Instalasi Kabel
Sangat tidak disarankan menggunakan kabel perpanjangan (extension plug) biasa untuk mengisi daya mobil listrik. Beban listrik yang besar secara terus-menerus dapat membuat kabel panas dan meleleh. Instalasi harus menggunakan kabel khusus dengan ukuran kawat yang sesuai standar keamanan dan memiliki jalur grounding yang sempurna untuk menghindari sengatan listrik.
4. Memanfaatkan Promo Diskon Tarif Listrik
Di Indonesia, PLN sering memberikan promo menarik bagi pemilik mobil listrik, seperti diskon tarif listrik hingga 30% untuk pengisian daya pada malam hari (pukul 22.00 hingga 05.00). Ini adalah waktu terbaik untuk mengisi daya karena beban jaringan listrik nasional sedang rendah dan biaya yang Anda keluarkan jadi lebih hemat.