
Kekurangan Ford Ranger Raptor: Ketika Monster Gurun Masuk Kota
Ford Ranger Raptor adalah salah satu pickup paling keren yang pernah dibuat Ford. Tampilannya sangar, suspensinya nyaman, dan kemampuan offroad-nya membuat banyak orang langsung jatuh cinta.
Tetapi seperti semua hal yang terlalu keren di dunia ini, Ranger Raptor juga punya sisi menyebalkan.
Karena pada akhirnya, mobil ini tetaplah monster gurun yang dipaksa hidup di dunia parkiran minimarket, jalan sempit, dan antrean SPBU.
Lalu apa saja kekurangan Ford Ranger Raptor?
1. Konsumsi BBM yang Tidak Ramah Kantong
Mari mulai dari hal yang paling sering membuat orang mendadak sadar diri: bensin.
Ranger Raptor bukan mobil hemat. Bahkan bisa dibilang ia punya hubungan emosional yang sangat dekat dengan pom bensin.
Mesin besar, bodi berat, ban offroad, dan performa tinggi membuat konsumsi BBM mobil ini cukup boros, apalagi jika dipakai harian di kota macet.
Generasi terbaru dengan mesin V6 Twin-Turbo memang sangat menyenangkan, tetapi juga sangat mampu membuat jarum bensin turun lebih cepat dari semangat hidup di hari Senin.
Namun sebenarnya ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Membeli Raptor memang bukan tentang efisiensi. Ia lebih mirip hobi mahal yang bisa diajak menerjang lumpur.
2. Ukurannya Besar dan Kadang Merepotkan
Di medan offroad, ukuran besar Ranger Raptor terasa gagah.
Di parkiran minimarket? Kadang terasa seperti sedang mencoba memarkir kapal nelayan.
Ford Ranger Raptor punya dimensi yang besar. Ini memang memberi kesan macho dan dominan, tetapi juga membuat mobil ini kurang praktis di jalan sempit atau area parkir padat.
Bagi orang yang terbiasa city car, mengendarai Raptor pertama kali bisa terasa seperti pindahan dari sepeda ke truk logistik.
Apalagi di beberapa kota Indonesia yang jalannya tidak selalu ramah terhadap kendaraan besar.
3. Harga dan Pajak Tidak Murah
Keren memang ada biayanya.
Harga Ranger Raptor tergolong tinggi untuk ukuran double cabin. Belum lagi pajak tahunan, asuransi, ban besar, dan biaya perawatan yang tentu tidak semurah pickup biasa.
Bahkan harga ban offroad-nya saja kadang cukup untuk membuat dompet merenung dalam diam.
Mobil ini memang lebih cocok untuk orang yang benar-benar siap secara finansial, bukan sekadar siap secara mental.
4. Biaya Servis dan Sparepart
Salah satu kekhawatiran sebagian orang terhadap mobil Ford adalah ketersediaan sparepart dan biaya servis.
Meski jaringan Ford di beberapa negara sudah kembali berkembang, tetap saja biaya perawatan Ranger Raptor tidak bisa disebut murah.
Terutama:
suspensi FOX,
ban besar,
komponen performa,
dan sistem elektronik modern.
Semakin canggih mobil, semakin mahal juga kemungkinan drama ketika ada komponen yang bermasalah.
5. Terlalu Berlebihan untuk Sebagian Orang
Ini mungkin terdengar aneh, tetapi salah satu kekurangan Ranger Raptor justru adalah karakternya yang terlalu ekstrem.
Mobil ini:
terlalu besar untuk sebagian orang,
terlalu mencolok,
terlalu agresif,
dan kadang terlalu “haus perhatian”.
Ada orang yang nyaman membawa mobil sederhana tanpa dilirik siapa-siapa. Ranger Raptor jelas bukan kendaraan untuk tipe manusia seperti itu.
Karena ketika membawa Raptor, Anda akan:
dilihat orang,
ditanya orang,
dipotret anak kecil,
bahkan kadang diajak balapan oleh pengendara yang terlalu percaya diri.
6. Tidak Semua Pemilik Benar-Benar Butuh Kemampuan Offroad-nya
Ini fakta yang cukup lucu.
Banyak Ranger Raptor menghabiskan hidupnya di:
jalan kota,
parkiran mall,
coffee shop,
dan jalan tol.
Padahal mobil ini sebenarnya dirancang untuk melibas gurun, batuan, lumpur, dan jalur ekstrem.
Akhirnya, ada ironi kecil di sini:
mobil offroad mahal yang hidupnya lebih sering bertemu valet daripada lumpur.
Jadi, Apakah Ranger Raptor Jelek?
Tentu tidak.
Justru sebagian besar kekurangannya muncul karena mobil ini terlalu spesial. Ia bukan pickup biasa, sehingga kebutuhan dan konsekuensinya juga tidak biasa.
Jika Anda mencari:
mobil praktis,
irit,
murah dirawat,
dan mudah diparkir,
mungkin Ranger Raptor bukan pilihan terbaik.
Tetapi jika Anda ingin kendaraan yang:
gagah,
brutal,
nyaman,
dan bisa membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan,
maka semua kekurangan tadi mungkin justru terasa layak untuk diterima.
Karena Ranger Raptor bukan kendaraan yang dibeli dengan logika penuh.
Ia dibeli karena ada sisi liar dalam diri manusia yang ingin merasa bebas, besar, dan sedikit berlebihan.