Kenali Gejala Engine Mount Mobil Rusak Sebelum Getarannya Merusak Komponen Lain - Mobil.id

Kenali Gejala Engine Mount Mobil Rusak Sebelum Getarannya Merusak Komponen Lain


HomeBlog

Tips Mobil
Kenali Gejala Engine Mount Mobil Rusak Sebelum Getarannya Merusak Komponen Lain
Penulis 10

Kenyamanan di dalam kabin mobil modern merupakan salah satu aspek yang paling diperhatikan oleh pabrikan otomotif. Saat kamu duduk di dalam mobil yang sedang menyala, kabin yang senyap dan bebas dari getaran berlebih tentu membuat perjalanan terasa jauh lebih rileks. Keheningan kabin ini tidak tercipta begitu saja, melainkan berkat kerja keras sebuah komponen peredam kecil yang posisinya tersembunyi di bawah kap mesin, yaitu engine mount atau yang sering disebut mekanik dengan istilah pangkon atau dudukan mesin.

Sesuai dengan namanya, engine mount memiliki fungsi ganda yang sangat krusial. Pertama, komponen ini bertugas sebagai jangkar penopang mekanis yang mengikat blok mesin dan transmisi secara kokoh ke sasis utama mobil agar tidak bergeser. Kedua, karena sasis dan mesin terbuat dari logam keras, engine mount dilengkapi dengan lapisan karet tebal atau peredam hidrolis yang berfungsi menyerap getaran ekstrem dan guncangan yang dihasilkan dari proses pembakaran internal mesin. Mengingat fungsinya yang terus-menerus menahan bobot mesin yang berat sekaligus meredam getaran sepanjang mobil dinyalakan, karet pada engine mount memiliki batas usia pakai. Membiarkan komponen ini rusak tanpa penanganan cepat akan memicu efek domino yang merusak sasis dan merenggut kenyamanan berkendara kamu.

Getaran Ekstrem yang Menjalar Hingga ke Setir dan Kabin Mobil

Gejala paling utama dan paling mudah dirasakan saat engine mount mobil mulai mengalami kerusakan adalah munculnya getaran mesin yang tidak wajar di dalam kabin. Setiap mesin mobil pasti menghasilkan getaran saat menyala, namun getaran tersebut biasanya terasa sangat halus dan hampir tidak kentara berkat diredam oleh karet dudukan.

Ketika karet pada engine mount sudah mulai mengeras, getas, atau mengalami keretakan parah, kemampuan peredamnya akan hilang secara drastis. Akibatnya, getaran mentah dari besi blok mesin akan langsung menjalar tanpa penghalang menuju sasis mobil, lalu merambat hingga ke panel dasbor, lantai kabin, bahkan getarannya akan terasa sangat kuat bergetar pada roda kemudi (setir) yang kamu pegang. Sensasi getaran mengganggu ini biasanya akan terasa jauh lebih ekstrem dan intens saat mobil berada dalam posisi stasioner atau berhenti di lampu merah dengan kondisi AC menyala dan posisi transmisi masuk di gigi Drive (D).

Munculnya Suara Hentakan Kasar Saat Menginjak Pedal Gas

Selain merasakan getaran yang tidak nyaman, kerusakan pada dudukan mesin juga bisa kamu deteksi melalui indra pendengaran lewat munculnya suara-suara asing saat kamu sedang melakukan manuver berkendara harian.

Blok mesin mobil tidak hanya bergetar secara vertikal, melainkan juga mengalami gaya puntir (torque) yang cukup besar ke arah depan atau belakang setiap kali kamu menginjak pedal gas untuk berakselerasi atau saat melakukan perpindahan gigi. Jika salah satu karet engine mount sudah robek atau pecah sepenuhnya, mesin tidak lagi terikat dengan lurus pada sasis. Ketika kamu menginjak gas secara mendadak, mesin akan bergeser atau "lompat" dari posisinya, sehingga memicu benturan besi antar-komponen yang melahirkan suara hentakan kasar seperti bunyi "jedug" atau "klotok" dari balik kap mesin. Suara hentakan yang sama juga sering kali terdengar saat kamu melewati jalanan bergelombang atau merayap di polisi tidur secara agak kasar.

Posisi Mesin Miring yang Mengancam Sambungan Selang dan Kabel

Jika kamu mulai menaruh kecurigaan pada komponen ini, cobalah lakukan pemeriksaan visual secara mandiri di rumah dengan cara membuka kap mesin mobil. Perhatikan dengan saksama posisi kelurusan blok mesin kamu.

Mobil umumnya memiliki tiga hingga empat buah engine mount yang tersebar di sisi kiri, kanan, depan, dan belakang mesin untuk menjaga keseimbangan bobot secara merata. Jika hanya salah satu sisi engine mount saja yang pecah—misalnya bagian kanan bawah—maka posisi mesin mobil kamu akan terlihat miring atau amblas ke satu sisi. Kondisi mesin yang miring ini sangat berbahaya jika dibiarkan dalam jangka panjang. Posisi mesin yang tidak presisi akan menarik dan memberikan ketegangan berlebih pada komponen fleksibel lainnya yang menempel pada mesin, seperti membuat selang radiator tertarik hingga berisiko pecah, merusak jalur kabel elektrikal, hingga mempercepat keausan pada sambungan as roda (drive shaft) karena sudut putarnya yang dipaksa berubah secara drastis.

Panduan Usia Pakai dan Mengapa Kamu Harus Menggantinya Satu Set

Sama seperti komponen karet sasis lainnya di Indonesia yang beriklim tropis, usia pakai optimal dari sebuah engine mount berkualitas orisinal pabrikan berkisar antara 60.000 hingga 80.000 kilometer, atau sekitar 3 hingga 5 tahun pemakaian harian. Karakter jalanan perkotaan yang sering macet stop-and-go dan permukaan aspal yang tidak rata akan mempercepat proses keausan komponen peredam ini.

Saat kamu membawa mobil ke bengkel dan mekanik menemukan salah satu engine mount sudah robek, sangat disarankan untuk melakukan penggantian secara satu set utuh, bukan hanya mengganti satu bagian yang rusak saja. Logikanya, jika salah satu dudukan sudah pecah, maka beban mesin yang berat akan langsung bertumpu dan menyiksa dudukan mesin lainnya yang masih utuh. Memaksakan hanya mengganti satu bagian saja biasanya akan membuat komponen baru tersebut menjadi lebih cepat rusak kembali dalam waktu singkat karena tidak mendapat bantuan penopang yang seimbang dari sisi lainnya.

Merasakan kenyamanan kabin yang senyap dan halus adalah hak mutlak setiap pengemudi dan penumpang di dalam mobil. Dengan tidak mengabaikan gejala getaran hebat yang menjalar hingga ke setir, peka terhadap munculnya suara hentakan kasar saat menginjak pedal gas, serta rutin memeriksa kelurusan posisi mesin secara visual, kamu telah melakukan tindakan preventif yang sangat tepat. Mengganti engine mount yang sudah aus secara tepat waktu tidak hanya mengembalikan keheningan kabin mobil kesayangan kamu seperti baru keluar dari dealer, melainkan juga melindungi sasis dan komponen elektrikal mahal lainnya dari risiko kerusakan akibat getaran ekstrem yang merusak sepanjang jalan.