
Subaru BRAT tidak bisa dilepaskan dari satu kebijakan perdagangan paling terkenal dalam sejarah otomotif Amerika: Chicken Tax. Kebijakan ini bukan hanya memengaruhi harga mobil impor, tetapi juga secara langsung membentuk desain dan strategi BRAT itu sendiri.
Ironisnya, sebuah aturan pajak dari industri ayam justru melahirkan salah satu pikap kecil paling ikonik di dunia.
1. Apa itu Chicken Tax?
Chicken Tax adalah tarif impor sebesar 25% yang diberlakukan Amerika Serikat pada awal 1960-an.
Awalnya, kebijakan ini dibuat sebagai respons terhadap:
Sengketa perdagangan ayam antara AS dan Eropa
Perlindungan industri dalam negeri
Balasan terhadap tarif Eropa pada produk tertentu
Namun dampaknya meluas ke sektor lain, terutama kendaraan pikap ringan.
2. Pikap Jepang jadi target utama
Pada tahun 1970–1980-an, pikap kecil Jepang mulai masuk pasar Amerika karena:
Irit bahan bakar
Harga lebih murah
Cocok untuk kebutuhan kerja ringan
Namun Chicken Tax membuat:
Harga pikap impor naik drastis
Kompetisi jadi tidak seimbang
Produsen Jepang harus mencari cara baru
Di sinilah Subaru masuk dengan strategi BRAT.
3. Subaru BRAT lahir dari “celah hukum”
BRAT tidak dirancang hanya sebagai pikap biasa. Subaru justru mendesainnya untuk:
Menghindari klasifikasi “truck”
Mengurangi beban pajak impor
Masuk pasar Amerika dengan harga kompetitif
Salah satu strategi paling terkenal adalah:
👉 menambahkan kursi di bak belakang agar dianggap kendaraan penumpang.
4. Dampak langsung ke desain BRAT
Chicken Tax memaksa Subaru membuat BRAT menjadi:
Lebih ringan
Berbasis mobil penumpang (Subaru Leone)
Memiliki fitur “aneh” seperti kursi bak
Tidak seperti pikap tradisional Amerika
Jadi BRAT bukan sekadar desain kreatif, tapi hasil adaptasi terhadap regulasi pajak.
5. Mengapa ini penting dalam sejarah otomotif?
Chicken Tax mengubah industri otomotif global karena:
Membatasi masuknya pikap impor
Memaksa produsen Jepang berinovasi
Mendorong lahirnya kendaraan niche seperti BRAT
Tanpa kebijakan ini, desain BRAT mungkin tidak akan pernah eksis seperti sekarang.
6. Strategi Subaru dibanding kompetitor
Beberapa produsen lain memilih strategi berbeda:
Membuka pabrik di Amerika
Menghindari impor langsung
Mengubah desain kendaraan menjadi lebih “non-truck”
Subaru memilih jalur kreatif: rekayasa desain untuk menyesuaikan regulasi.
7. Efek jangka panjang Chicken Tax
Dampaknya masih terasa hingga sekarang:
Pikap Jepang sulit masuk pasar AS
Banyak pabrikan membangun pabrik lokal
Muncul kendaraan crossover sebagai alternatif
BRAT menjadi salah satu contoh paling unik dari era tersebut
8. BRAT sebagai simbol adaptasi regulasi
Kini, Subaru BRAT dikenang bukan hanya karena desainnya, tetapi karena:
Strategi menghadapi pajak
Inovasi desain tidak biasa
Kemampuannya bertahan di pasar sulit
BRAT adalah bukti bahwa regulasi bisa melahirkan kreativitas ekstrem dalam industri otomotif.