
Pernahkah kamu merasa takjub bagaimana sebuah bongkahan besi seberat lebih dari satu ton bisa berbelok dengan sangat presisi hanya dengan modal putaran ringan dari dua jari tanganmu? Atau, bagaimana kabin mobil bisa tetap terasa tenang dan minim guncangan meskipun kamu baru saja melindas permukaan jalan yang berlubang dan bergelombang?
Semua kenyamanan dan keajaiban berkendara tersebut bisa terjadi berkat kerja keras dari sistem kemudi (steering system) dan sistem suspensi yang terpasang di kolong kendaraanmu. Bersama dengan komponen mesin mobil, kedua sistem ini merupakan pilar utama yang menentukan karakter, kenyamanan, serta keamanan sebuah mobil saat melaju di jalan raya. Yuk, kita pelajari lebih dalam mengenai bagaimana bagian bagian mobil ini bekerja melindungi kita dari guncangan, serta cara merawatnya agar tetap awet dalam jangka panjang.
Evolusi Sistem Kemudi dari Hidrolis hingga Teknologi Elektronik Modern
Sistem kemudi adalah jembatan komunikasi utama antara keinginan pengemudi dan arah gerak roda depan. Pada mobil-mobil lawas, memutar setir saat mobil berhenti adalah sebuah olahraga fisik yang melelahkan karena sistemnya masih murni mekanis tanpa bantuan apa pun.
Untuk mengatasi masalah tersebut, lahirlah teknologi Power Steering hidrolis (HPS). Sistem ini memanfaatkan tekanan minyak hidrolis yang dipompa oleh putaran komponen mesin mobil untuk membantu meringankan beban putaran setir. Setir pun menjadi sangat ringan dan nyaman untuk diputar. Namun, kelemahannya adalah pompa hidrolis ini terus menyedot tenaga mesin sepanjang waktu, sehingga sedikit banyak memengaruhi konsumsi bahan bakar mobil.
Pada mobil-mobil modern keluaran terbaru, sistem hidrolis tersebut mulai digantikan oleh teknologi Electric Power Steering (EPS). Sistem EPS tidak lagi menggunakan minyak, pompa, atau selang hidrolis, melainkan mengandalkan motor listrik kecil yang dikontrol langsung oleh komputer untuk memutar poros kemudi. EPS jauh lebih cerdas karena komputer bisa mengatur tingkat keringanan setir secara otomatis. Saat kamu parkir, setir akan terasa sangat ringan, namun saat mobil melaju kencang di jalan tol, setir akan otomatis memberat secara instan demi menjaga kestabilan dan keamanan berkendara.
Mengenal Komponen Suspensi yang Bertugas Meredam Guncangan Jalanan
Jika sistem kemudi bertugas mengatur arah, maka sistem suspensi bertugas untuk menjaga agar roda tetap menempel di aspal sekaligus meredam kejutan akibat jalanan yang rusak. Komponen suspensi adalah benteng pertahanan utama yang menjaga agar punggung pengemudi dan penumpang tidak encok saat melewati polisi tidur.
Di dalam sistem suspensi, terdapat dua komponen utama yang saling bekerja sama, yaitu per (spring) dan peredam kejut (shockbreaker atau shock absorber). Per (baik jenis per keong maupun per daun) berfungsi untuk menahan beban mobil dan memantul saat roda melewati lubang. Namun, karena sifat per yang terus memantul, mobil akan menjadi limbung seperti kapal laut jika tidak diredam.
Di sinilah fungsi krusial dari shockbreaker. Komponen ini bertugas untuk menghentikan pantulan berlebih dari per dengan cara mengubah energi gerakan menjadi energi panas melalui media oli atau gas di dalam tabungnya. Selain menjaga kenyamanan, suspensi yang sehat juga berfungsi sebagai fitur keselamatan mobil pasif, karena memastikan ban selalu menapak sempurna di permukaan jalan saat kamu melakukan pengereman mendadak.
Gejala Kerusakan pada Sektor Kemudi dan Suspensi yang Haram Diabaikan
Sektor kaki-kaki dan kemudi mobil adalah bagian yang paling sering dihantam oleh kerasnya medan jalanan, sehingga komponen karet dan besinya pasti akan mengalami keausan seiring berjalannya waktu. Salah satu gejala awal kerusakan pada sistem kemudi EPS adalah munculnya bunyi klotok-klotok yang samar dari bawah dasbor saat kamu memutar setir di jalanan yang agak keriting. Bunyi ini biasanya disebabkan oleh ausnya komponen bushing rack steer yang terbuat dari bahan teflon.
Sementara itu, untuk mendeteksi kerusakan pada shockbreaker, caranya sangat mudah secara visual. Dongkrak mobilmu atau intip bagian tabung silinder shockbreaker menggunakan senter. Jika kamu melihat ada rembesan cairan oli yang keluar dari dalam tabung dan membuat debu-debu jalanan menempel pekat, itu adalah tanda sahih bahwa sil karet di dalam shockbreaker sudah jebol.
Efek yang akan kamu rasakan adalah mobil akan terasa sangat limbung saat menikung dalam kecepatan tinggi, serta bodi mobil akan terus memantul-mantul berulang kali (bouncing) saat melewati jalanan bergelombang karena per tidak lagi memiliki peredam.
Tips Sederhana Merawat Kaki Kaki Mobil Agar Berumur Panjang
Merawat komponen kemudi dan suspensi sebenarnya kembali lagi pada perilaku mengemudi kita sehari-hari. Musuh terbesar dari kaki-kaki mobil adalah gaya berkendara yang agresif saat melintasi jalanan rusak. Jika kamu melihat ada lubang di depan atau ada polisi tidur, biasakan untuk menginjak pedal rem sejak jauh-jauh hari dan lepaskan rem tepat saat roda akan menyentuh lubang tersebut. Menghantam lubang dalam posisi rem diinjak penuh justru akan memberikan tekanan stres dua kali lipat pada komponen suspensi.
Selain itu, jika mobilmu menggunakan sistem power steering model hidrolis, rutinlah memeriksa ketinggian minyak power steering di dalam tabung reservoirnya jangan sampai kehabisan. Dengan menjaga gaya berkendara yang halus dan menghindari membawa muatan barang yang melebihi kapasitas maksimal beban mobil, seluruh sistem kemudi dan suspensi mobilmu akan selalu berada dalam kondisi prima, menyajikan pengendalian yang mantap, serta kenyamanan berkendara yang berkelas di setiap perjalanan.