
Bagi sebuah Medium SUV yang mengemban tugas ganda sebagai komuter perkotaan sekaligus kendaraan penjelajahan alam, sektor suspensi adalah kunci dari segalanya. Kenyamanan sebuah mobil tidak hanya diukur dari seberapa empuk bantingannya saat melintasi jalanan aspal yang mulus, melainkan bagaimana suspensi tersebut mampu meredam guncangan di jalan tanpa merusak stabilitas kendali. All New Subaru Forester generasi keenam menjawab tantangan ini dengan melakukan kalibrasi ulang pada sistem suspensi independennya, menciptakan sebuah harmoni berkendara yang senyap, kokoh, dan sangat toleran terhadap berbagai karakter jalanan di Indonesia.
Konstruksi MacPherson Strut dan Double Wishbone yang Disempurnakan
All New Subaru Forester tetap setia mengandalkan kombinasi suspensi depan berjenis MacPherson Strut dan suspensi belakang Double Wishbone . Namun, di balik nama jenis yang familier tersebut, Subaru telah melakukan perubahan mekanis yang signifikan. Titik-titik jangkar suspensi kini tertanam jauh lebih kokoh pada arsitektur sasis Subaru Global Platform (SGP) yang memiliki tingkat kekakuan tinggi.
Penyempurnaan ini fokus pada reposisi stabilizer bar yang kini dipasang langsung ke bodi sub-frame, bukan lagi ke komponen suspensi. Langkah rekayasa ini berhasil memangkas gejala bodi limbung ( body roll ) saat menikung tajam hingga 50 persen dibandingkan struktur konvensional. Melalui penggunaan bushing suspensi berbahan karet khusus yang lebih fleksibel namun kuat, getaran frekuensi tinggi akibat tekstur aspal yang kasar dapat diredam dengan matang sebelum merambat naik ke dalam ruang kabin.
Impresi Bantingan di Aspal Perkotaan dan Polisi Tidur
Saat diajak menetap di dalam kota, karakter suspensi All New Subaru Forester memancarkan aura kedewasaan sebuah SUV premium. Karakter bantingannya cenderung berada di titik tengah yang ideal: tidak terlalu empuk hingga memicu gejala mengayun ( berkubang ), namun juga tidak terlalu kaku ( kaku ) yang bisa mengintimidasi kenyamanan tulang belakang penumpangnya.
Ketika mobil harus melindas deretan "polisi tidur" yang tinggi atau melintasi sambungan antar-lapis jalan tol yang tidak rata, suspensi Forester bekerja dengan sangat cekatan. Redaman rebound dari sokbrekernya terasa sangat berkualitas; tubuh mobil akan langsung kembali ke posisi stabil hanya dalam satu kali ayunan rendah tanpa ada efek guncangan sekunder yang tertinggal. Kehalusan redaman ini berpadu apik dengan jok berlapis busa tebal yang ergonomis, memastikan kenyamanan baris kedua tetap terjaga optimal meskipun mobil diisi penuh oleh anggota keluarga.
Ketangguhan Meredam Guncangan di Jalur Makadam dan Off-Road
Keunggulan sejati dari racikan suspensi Subaru baru benar-benar mencuat ketika roda mobil mulai meninggalkan jalur aspal dan beralih ke jalanan makadam, tanah berbatu, atau jalur off-road ringan. Dengan modal ground clearance yang masif setinggi 220 mm, Forester memiliki ruang travel suspensi yang cukup panjang untuk bergerak bebas mengatasi gundukan tanah.
Saat dipacu pada kecepatan sedang di atas jalanan berbatu yang keriting, suspensi belakang Double Wishbone bekerja secara mandiri menjaga sudut kemiringan ban tetap tegak lurus menapak ke permukaan tanah. Kemampuan ini tidak hanya memastikan sistem traksi Symmetrical AWD tetap tersalurkan secara utuh ke keempat roda, kecuali juga mengisolasi kabin dari guncangan lateral yang kasar. Alih-alih membuat penumpang di dalam terombang-ambing ke kiri dan ke kanan, sasis dan suspensi Forester justru menyerap benturan keras tersebut dengan sangat tenang, menegaskan reputasinya sebagai SUV petualang tulen yang tidak manja.