Mengapa Subaru BRAT Punya Kursi di Bak Belakang? - Mobil.id

Mengapa Subaru BRAT Punya Kursi di Bak Belakang?


HomeBlog

Subaru
Mengapa Subaru BRAT Punya Kursi di Bak Belakang?
Penulis 8

Subaru BRAT adalah salah satu mobil paling unik dalam sejarah otomotif karena satu fitur yang sekarang terdengar tidak masuk akal: kursi di bak belakang. Fitur ini bukan sekadar gaya atau eksperimen desain, tetapi lahir dari strategi bisnis yang sangat cerdas untuk menghadapi regulasi pajak di Amerika Serikat.

Untuk memahami kenapa kursi itu ada, kita harus melihat konteks ekonomi dan aturan pada saat itu.


1. Berawal dari aturan pajak “Chicken Tax”

Pada era 1970–1980-an, Amerika Serikat menerapkan pajak tinggi untuk kendaraan pikap impor yang dikenal sebagai Chicken Tax. Pajak ini membuat harga pikap Jepang menjadi tidak kompetitif di pasar AS.

Agar bisa tetap masuk pasar, Subaru harus mencari celah regulasi.


2. Strategi: mengubah “truk” jadi “mobil penumpang”

Solusi yang dipilih Subaru sangat kreatif:

  • Menambahkan kursi di bak belakang

  • Membuat BRAT terlihat seperti kendaraan penumpang

  • Mengurangi kesan “pickup truck murni”

Dengan cara ini, Subaru BRAT bisa diklasifikasikan bukan sebagai truk penuh, melainkan kendaraan penumpang ringan.


3. Kursi plastik yang jadi “senjata legal”

Kursi di bak belakang BRAT:

  • Terbuat dari bahan sederhana (plastik/vinyl)

  • Bisa dilepas dengan mudah

  • Dilengkapi sabuk pengaman

  • Menghadap ke dalam bak

Secara fungsi, kursi ini memang bisa digunakan untuk duduk, tetapi tujuan utamanya bukan kenyamanan—melainkan legalitas pajak.


4. Mengapa trik ini berhasil?

Regulasi saat itu lebih fokus pada definisi teknis kendaraan, bukan desain menyeluruh.

Dengan adanya kursi penumpang tambahan di area bak, BRAT:

  • Tidak sepenuhnya dianggap “cargo truck”

  • Lebih dekat ke kategori mobil penumpang

  • Bisa lolos tarif impor tinggi

Ini adalah contoh klasik “regulatory engineering” dalam industri otomotif.


5. Efek samping: jadi ikon budaya otomotif

Yang awalnya strategi pajak, justru berubah menjadi:

  • Ciri khas paling terkenal BRAT

  • Nilai jual unik di pasar mobil klasik

  • Simbol kreativitas industri Jepang

Banyak orang justru mengenal BRAT karena kursi baknya, bukan karena spesifikasi mesinnya.


6. Kenapa akhirnya kursi itu dihapus?

Seiring waktu, regulasi keselamatan berubah. Kursi bak belakang dianggap:

  • Tidak aman untuk penumpang

  • Tidak sesuai standar keselamatan modern

  • Berisiko tinggi dalam kecelakaan

Akhirnya, fitur ini dihapus di beberapa pasar, meskipun tetap menjadi bagian sejarah yang ikonik.


7. Versi lain di luar Amerika

Di beberapa negara seperti Australia (Subaru Brumby), kursi bak tidak selalu menjadi fitur utama karena:

  • Regulasi berbeda

  • Fokus lebih ke fungsi utilitas

  • Adaptasi pasar lokal

Namun reputasi “BRAT dengan kursi belakang” tetap melekat secara global.


8. Warisan desain yang tidak disengaja

Ironisnya, fitur yang dibuat untuk alasan pajak justru:

  • Menjadi daya tarik utama BRAT

  • Membuatnya dikenang puluhan tahun kemudian

  • Menjadi bahan diskusi di komunitas mobil klasik

Ini membuktikan bahwa keputusan bisnis kadang menciptakan ikon budaya yang tak terduga.


BRAT bukan hanya soal pikap kecil AWD, tapi juga tentang bagaimana kreativitas menghadapi regulasi bisa melahirkan desain paling nyentrik dalam sejarah otomotif.