
Teknologi keamanan pasif bekerja dalam hitungan mikro-detik. Fokus utamanya adalah menyerap energi benturan agar tidak sepenuhnya diteruskan ke tubuh penumpang di dalam kabin.
1. Crumple Zone (Zona Bentur)
Mungkin Anda pernah melihat mobil modern yang hancur parah di bagian depan saat kecelakaan ringan. Itu bukan berarti bodinya "kaleng-kaleng", melainkan karena adanya Crumple Zone.
Cara Kerja: Bagian depan dan belakang mobil dirancang untuk melipat dan ringsek secara terstruktur saat tabrakan.
Fungsi: Menyerap energi kinetik dari benturan. Dengan hancurnya bagian luar, energi tersebut habis di sana dan tidak sampai menghantam ruang kabin (ruang penumpang).
2. Airbag (Kantong Udara)
Cara Kerja: Sensor benturan akan mengirim sinyal listrik ke pemantik kimia yang mengembangkan kantong udara hanya dalam waktu sekitar 0,03 detik.
Fungsi: Menjadi bantalan empuk agar kepala dan dada penumpang tidak menghantam setir, dashboard, atau pilar mobil yang keras.
Penting: Airbag bekerja maksimal jika penumpang menggunakan Sabuk Pengaman. Tanpa sabuk pengaman, ledakan airbag justru bisa melukai penumpang karena posisi tubuh yang terlalu dekat saat mengembang.
3. Kabin Rigid (Safety Cage)
Berbanding terbalik dengan crumple zone yang mudah ringsek, area penumpang justru dibuat sekuat mungkin menggunakan baja berkekuatan tinggi (High-Tensile Steel).
Fungsi: Menjaga agar ruang di dalam mobil tidak menyempit atau "tergencet" saat terjadi tabrakan hebat, sehingga pintu tetap bisa dibuka untuk evakuasi.
4. ISOFIX dan Pretensioner Seatbelt
ISOFIX: Pengait khusus untuk kursi bayi agar tidak terlempar saat terjadi rem mendadak.
Pretensioner: Teknologi pada sabuk pengaman yang secara otomatis mengencangkan tarikan sabuk sesaat sebelum benturan terjadi, guna memastikan tubuh menempel sempurna pada sandaran jok.