
Faktor kenyamanan interior sering kali menjadi penentu utama bagi konsumen dalam memilih sebuah Medium SUV keluarga. Menyadari bahwa sebagian besar pemilik kendaraan di Indonesia sering menghadapi situasi macet parah di perkotaan maupun perjalanan luar kota yang menempuh waktu berjam-jam, Subaru melakukan terobosan radikal pada sektor kabin generasi keenam mereka. Melalui All New Subaru Forester, pabrikan asal Jepang ini memperkenalkan inovasi kursi depan yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah kelelahan fisik. Fokus rekayasa kali ini berpusat pada aspek ergonomi medis guna menciptakan sebuah ruang kemudi yang mampu meminimalkan kelelahan berkendara secara signifikan.
Filosofi Desain Kursi Depan Medis Ergonomis
Terobsan yang disematkan pada All New Subaru Forester diberi nama Ergonomic Medical Front Seat . Berbeda dengan jok mobil pada umumnya yang hanya mengutamakan keempukan busa atau balutan kulit premium, kursi depan Forester dirancang berdasarkan studi mendalam mengenai struktur anatomi tubuh manusia. Fokus utama dari penelitian medis ini adalah bagaimana cara menopang tulang belakang, area panggul, dan tulang ekor pengemudi dengan sempurna selama kendaraan bergerak.
Struktur internal jok ini dibuat dengan tingkat kekerasan busa yang berbeda di setiap sisinya ( multi-density foam ). Pada bagian tengah yang menopang tulang punggung, busanya dirancang sedikit lebih kokoh untuk menjaga kelurusan alami tulang belakang manusia. Sementara itu, penopang samping ( side bolster ) dibuat lebih tebal dan adaptif guna memeluk tubuh pengemudi secara pas. Desain ini memastikan posisi duduk pengemudi tidak bergeser, bahkan ketika mobil sedang bermanuver tajam atau melintasi jalanan bergelombang.
Reduksi Getaran Sasis untuk Mengurangi Ketegangan Otot
Secara medis, rasa pegal dan lelah saat berkendara jarak jauh tidak hanya disebabkan oleh posisi duduk yang salah, melainkan juga akibat getaran mikro frekuensi rendah yang merambat dari permukaan jalan melalui sasis dan jok ke tubuh manusia. Otot-otot tubuh secara tidak sadar akan terus menegangkan untuk menstabilkan posisi tubuh terhadap getaran tersebut, yang dalam jangka panjang memicu rasa letih luar biasa pada area pinggang dan leher.
Subaru mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan struktur jok baru langsung ke sasis Subaru Global Platform (SGP) yang super kaku. Dudukan kursi tidak lagi dipasang di atas rel konvensional yang mengambang, melainkan disatukan dengan struktur lantai mobil yang diperkuat. Kombisani antara busa peredam khusus pada jok dan kekakuan sasis SGP ini sukses mereduksi getaran mikro yang sampai ke tubuh penumpang hingga 17 persen. Hasilnya, otot-otot punggung dan paha tetap dalam kondisi rileks sepanjang perjalanan.
Fitur Penyetelan Elektrik dan Lumbar Support yang Presisi
Menemukan posisi berkendara yang ideal menjadi sangat mudah di dalam All New Subaru Forester berkat fitur penyetelan elektrik 10 arah ( 10-way Power-adjustable Driver's Seat ). Pengemudi dengan berbagai postur tinggi badan dapat mengatur ketinggian jok, jarak maju-mundur, sudut kemiringan sandaran, hingga sudut bantalan paha bawah secara presisi melalui tombol di samping kursi. Fitur ini juga dilengkapi dengan fungsi memori jok, sehingga posisi ideal yang sudah diatur tidak akan hilang ketika mobil bergantian dikemudikan oleh anggota keluarga lain.
Poin krusial untuk menunjang kenyamanan medis ini adalah hadirnya fitur Lumbar Support elektrik. Pembeli dapat mengatur tingkat ketebalan penopang tulang punggung bawah secara elektronik guna mengisi celah kosong antara pinggang dan sandaran kursi. Dukungan penuh pada area pinggang ini sangat efektif mencegah timbulnya cedera saraf terjepit atau otot tegang bagi mereka yang memiliki riwayat sakit pinggang kronis. Kenyamanan ini disempurnakan dengan pilihan material pelapis kulit premium yang memiliki pori-pori mikro ( perforated leather ), menjaga suhu permukaan jok tetap sejuk dan tidak terasa panas di punggung meskipun AC mobil baru dinyalakan di bawah terik matahari.