Mengukur Penurunan Kapasitas Baterai Mobil NETA Bekas di Jambi - Mobil.id

Mengukur Penurunan Kapasitas Baterai Mobil NETA Bekas di Jambi


HomeBlog

Neta
Mengukur Penurunan Kapasitas Baterai Mobil NETA Bekas di Jambi
Penulis 1

Membeli mobil listrik NETA bekas di Jambi tidak cukup hanya memeriksa kondisi bodi, interior, kilometer, dan kelengkapan surat. Komponen paling bernilai sekaligus paling penting untuk diperiksa adalah baterai tegangan tinggi. Kondisi baterai menentukan jarak tempuh, efisiensi, performa, serta nilai jual kembali kendaraan. Karena itu, pemeriksaan State of Health (SOH) menjadi salah satu tahap utama sebelum memutuskan membeli NETA V atau NETA V-II bekas.

NETA V menggunakan baterai berkapasitas 40,7 kWh, sedangkan NETA V-II memakai baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) 36,1 kWh. NETA V diklaim memiliki jarak tempuh hingga 401 km berdasarkan standar CLTC, sementara NETA V-II juga diklaim mencapai 401 km CLTC atau 384 km NEDC. Perbedaan kapasitas tersebut perlu diperhatikan ketika membandingkan unit bekas karena angka jarak tempuh di panel instrumen tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator kesehatan baterai.

Apa Itu SOH pada Baterai NETA Bekas?

SOH merupakan persentase kemampuan baterai menyimpan energi dibandingkan kapasitas ketika kondisinya masih baru. Jika baterai NETA V memiliki kapasitas nominal 40,7 kWh dan hasil pemeriksaan menunjukkan SOH 90 persen, secara sederhana kapasitas teoritis yang tersisa berada di sekitar 36,63 kWh.

Perhitungan tersebut menggunakan rumus:

Kapasitas tersisa = kapasitas nominal × SOH

Sebagai gambaran, NETA V dengan SOH 95 persen memiliki estimasi kapasitas 38,67 kWh. Pada SOH 90 persen menjadi 36,63 kWh, sedangkan SOH 85 persen sekitar 34,60 kWh. Untuk NETA V-II yang mempunyai kapasitas nominal 36,1 kWh, SOH 95 persen setara sekitar 34,30 kWh, SOH 90 persen sekitar 32,49 kWh, dan SOH 85 persen sekitar 30,69 kWh.

Angka tersebut merupakan estimasi matematis, bukan hasil pengujian langsung. Kapasitas aktual harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan sistem baterai dan pengujian diagnostik yang sesuai.

Cara Mengukur Kapasitas Baterai NETA Bekas

Pemeriksaan paling akurat sebaiknya dilakukan menggunakan perangkat diagnostik yang mampu membaca data Battery Management System atau BMS. Teknisi dapat melihat parameter seperti SOH, SOC, tegangan baterai, temperatur, kondisi sel, serta indikasi ketidakseimbangan antar-sel.

Pemeriksaan BMS lebih penting daripada sekadar melihat jarak tempuh yang tersisa pada layar. Nilai jarak tempuh merupakan estimasi berdasarkan pola konsumsi energi, kondisi berkendara, penggunaan pendingin udara, kecepatan, beban kendaraan, dan kondisi jalan.

Calon pembeli juga dapat meminta laporan diagnostik sebelum melakukan transaksi. Jika penjual hanya memberikan informasi berupa “baterai masih normal” tanpa data pemeriksaan, kondisi tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bukti bahwa baterai masih prima.

Membandingkan NETA V dan NETA V-II Bekas

NETA V dan NETA V-II mempunyai karakter baterai berbeda. NETA V menggunakan baterai 40,7 kWh, sedangkan V-II memakai LFP 36,1 kWh. Menariknya, kapasitas baterai V-II lebih kecil tetapi klaim jarak tempuhnya tetap mencapai 401 km CLTC. NETA menjelaskan bahwa V-II menggunakan baterai Gotion dengan konfigurasi dan pengaturan yang berbeda.

Perbedaan tersebut membuat calon pembeli tidak sebaiknya menentukan kondisi baterai hanya berdasarkan kapasitas kWh. Unit dengan kapasitas nominal lebih besar belum tentu mempunyai SOH lebih tinggi. Sebaliknya, baterai dengan kapasitas nominal lebih kecil dapat tetap menawarkan efisiensi yang baik apabila kondisi sel dan sistem manajemennya sehat.

Faktor yang Memengaruhi Penurunan Kapasitas

Usia penggunaan bukan satu-satunya penyebab degradasi baterai. Pola pengisian, temperatur, intensitas pemakaian, tingkat SOC ketika kendaraan disimpan, serta penggunaan pengisian cepat juga berpengaruh.

Analisis data kendaraan listrik dalam jumlah besar yang diperbarui Geotab menunjukkan rata-rata degradasi baterai sekitar 2,3 persen per tahun. Kendaraan yang sering menggunakan pengisian DC berdaya tinggi di atas 100 kW tercatat dapat mengalami degradasi lebih cepat, sedangkan kendaraan di wilayah panas juga menunjukkan tingkat degradasi yang lebih tinggi dibandingkan kondisi iklim yang lebih sejuk.

Kondisi tersebut relevan bagi konsumen di Jambi. Suhu lingkungan yang tinggi dapat meningkatkan beban termal baterai, terutama ketika kendaraan diparkir dalam waktu lama di bawah paparan matahari atau digunakan secara intensif. Penelitian mengenai baterai lithium-ion juga menunjukkan bahwa temperatur tinggi dapat mempercepat proses penuaan dan mengurangi performa baterai.

Jangan Menilai Baterai Hanya dari Jarak Tempuh

Salah satu kesalahan umum ketika membeli NETA bekas adalah melakukan pengisian penuh, melihat angka jarak tempuh di layar, kemudian langsung menyimpulkan baterainya sehat. Cara tersebut kurang akurat.

Jarak tempuh aktual dipengaruhi gaya mengemudi, kecepatan rata-rata, kondisi lalu lintas, penggunaan AC, tekanan ban, muatan, kontur jalan, dan temperatur. Bahkan baterai dengan kapasitas sama dapat menghasilkan jarak tempuh berbeda ketika digunakan oleh dua pengemudi.

Pengujian perjalanan dapat menjadi pemeriksaan tambahan. Catat persentase baterai sebelum perjalanan, jarak yang ditempuh, konsumsi energi, kondisi jalan, dan persentase baterai setelah perjalanan. Hasilnya kemudian dibandingkan pada kondisi yang relatif serupa. Metode ini tidak menggantikan pemeriksaan SOH, tetapi dapat membantu menemukan indikasi ketidakwajaran.

Periksa Riwayat Pengisian dan Perawatan

Riwayat penggunaan menjadi informasi penting ketika memilih NETA bekas di Jambi. Tanyakan apakah kendaraan lebih sering menggunakan AC home charging atau DC fast charging, seberapa sering baterai diisi sampai penuh, serta bagaimana kendaraan disimpan ketika tidak digunakan.

NETA menyediakan garansi baterai tegangan tinggi hingga 8 tahun atau 180.000 km, sesuai ketentuan garansi. Layanan purnajual resminya juga mencantumkan garansi umum kendaraan 5 tahun atau 150.000 km serta program perawatan berkala sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi pembeli mobil bekas, status garansi harus dikonfirmasi berdasarkan nomor rangka kendaraan dan dokumen kepemilikan. Jangan berasumsi bahwa seluruh unit bekas otomatis memperoleh manfaat garansi yang sama, karena ketentuan dan status garansi perlu diverifikasi kepada pihak resmi.

Indikator Baterai yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Penurunan jarak tempuh yang terasa drastis, perubahan persentase baterai yang tidak wajar, waktu pengisian yang berbeda jauh dari biasanya, peringatan pada panel instrumen, atau perbedaan tegangan sel yang signifikan merupakan kondisi yang patut diperiksa.

Kondisi baterai juga perlu dilihat secara menyeluruh. SOH tinggi belum otomatis berarti seluruh sistem bebas masalah, karena kesehatan baterai berkaitan pula dengan keseimbangan sel, temperatur, sistem BMS, konektor, dan komponen pendukung lainnya.

Berapa SOH yang Layak untuk NETA Bekas?

Tidak ada satu angka SOH yang dapat digunakan sebagai patokan mutlak untuk menentukan semua NETA bekas. Unit dengan SOH 90 persen, misalnya, masih mempunyai estimasi kapasitas yang cukup besar, tetapi keputusan pembelian harus mempertimbangkan harga kendaraan, kilometer, kondisi sel, riwayat pengisian, garansi, serta hasil pemeriksaan menyeluruh.

Sebagai pendekatan praktis, semakin dekat nilai SOH terhadap kondisi awal, semakin menarik unit tersebut dari sisi kapasitas energi. Sebaliknya, nilai SOH yang sudah turun cukup jauh harus menjadi dasar negosiasi harga sekaligus alasan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sebelum transaksi.

Bagi calon pembeli NETA bekas di Jambi, langkah paling aman adalah meminta scan BMS, data SOH, pemeriksaan keseimbangan sel, uji pengisian, serta test drive sebelum membayar uang muka. Harga murah tidak selalu berarti lebih menguntungkan apabila baterai membutuhkan penanganan mahal. Pemeriksaan baterai secara objektif justru menjadi cara paling rasional untuk mengetahui apakah NETA V atau NETA V-II bekas yang ditawarkan masih layak digunakan untuk kebutuhan harian di Jambi.