Mobil Listrik Terbaru yang Mulai Meramaikan Pasar Indonesia - Mobil.id

Mobil Listrik Terbaru yang Mulai Meramaikan Pasar Indonesia


Home•Blog

Umum
Mobil Listrik Terbaru yang Mulai Meramaikan Pasar Indonesia
Penulis 1

Pilihan mobil listrik di Indonesia semakin banyak, tetapi kondisi ini justru membuat calon pembeli menghadapi persoalan baru: model mana yang benar-benar menarik untuk dipertimbangkan? Bukan hanya soal harga, konsumen kini harus melihat jarak tempuh, kapasitas baterai, kecepatan pengisian, jaringan servis, ketersediaan suku cadang, hingga nilai jual kembali.

Persaingan tersebut semakin terasa sepanjang 2026. Mobil listrik tidak lagi hanya bermain di segmen premium. City car, SUV, MPV, hingga sedan listrik mulai tersedia dengan karakter dan target pengguna yang berbeda.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan porsi battery electric vehicle (BEV) terus meningkat. Pada Maret 2026, kontribusi BEV terhadap pasar kendaraan mencapai 15,6 persen, sementara penjualan BEV tumbuh 96 persen menjadi 33.146 unit pada periode yang dibandingkan. GAIKINDO juga memperkirakan kontribusi BEV dapat berada di kisaran 19–20 persen hingga akhir 2026.

Persaingan Mobil Listrik Semakin Ramai

Salah satu perubahan paling terlihat adalah bertambahnya merek dan model yang ditawarkan kepada konsumen. GAIKINDO mencatat setidaknya 16 merek asal China telah memasarkan kendaraan di Indonesia hingga akhir 2025, termasuk BYD, Chery, Denza, AION, Geely, Jaecoo, Xpeng, Wuling, dan beberapa pemain lainnya.

Kondisi tersebut membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Persaingan harga juga semakin kuat karena produsen tidak hanya menawarkan teknologi baterai, tetapi juga fitur keselamatan, konektivitas, desain modern, serta kabin yang semakin lengkap.

GIIAS 2026 menjadi salah satu panggung penting untuk memperkenalkan kendaraan elektrifikasi terbaru. Berbagai produsen menghadirkan BEV dan teknologi range-extended electric vehicle (REEV), dengan pilihan mulai dari city car hingga SUV dan MPV.

BYD Atto 1 Mulai Menjadi Perhatian

BYD menjadi salah satu pemain yang paling agresif di pasar kendaraan listrik Indonesia. Salah satu model yang mencuri perhatian adalah BYD Atto 1.

Pada Agustus 2026, BYD Atto 1 mencatat sekitar 5.560 unit whole sales dan berada di posisi kedua daftar 20 model mobil dengan penjualan tertinggi secara nasional. Angka tersebut bahkan mengungguli sejumlah model populer dari merek Jepang.

Posisi tersebut menarik karena Atto 1 tergolong relatif baru di pasar Indonesia. Performa penjualannya memperlihatkan bahwa konsumen mulai terbuka terhadap mobil listrik dengan format yang lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Bagi pengguna perkotaan, faktor seperti ukuran kendaraan, kemudahan parkir, biaya energi, serta karakter berkendara yang sederhana menjadi pertimbangan penting. Mobil listrik berukuran kompak juga lebih mudah ditempatkan sebagai kendaraan utama untuk aktivitas harian.

Jaecoo J5 Menguat di Segmen SUV Listrik

Nama lain yang patut diperhatikan adalah Jaecoo J5. Model SUV listrik ini menunjukkan performa penjualan yang cukup kuat sepanjang 2026.

Pada Agustus, Jaecoo J5 mencatat sekitar 3.214 unit whole sales dan menempati posisi keenam dalam daftar model terlaris nasional. Model tersebut tersedia dalam varian BEV Standard dan Premium.

Sebelumnya, Jaecoo J5 bahkan menjadi mobil listrik terlaris pada Mei 2026 dengan distribusi mencapai 2.943 unit. Pada periode yang sama, Geely EX2 berada di posisi kedua dengan 1.395 unit.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa SUV listrik menjadi salah satu format yang menarik bagi pasar Indonesia. Konsumen mendapatkan posisi duduk lebih tinggi, ruang kabin relatif fleksibel, dan karakter kendaraan yang cocok untuk penggunaan keluarga.

Geely EX2 dan EX5 Menambah Pilihan

Geely juga semakin aktif memperluas pasar mobil listrik Indonesia. EX2 menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan listrik dengan dimensi lebih ringkas, sedangkan EX5 berada pada kelas yang lebih besar.

Pada April 2026, Geely EX2 mencatat 1.042 unit whole sales dan menempati posisi keempat mobil listrik terlaris. Geely EX5 juga masuk dalam daftar kendaraan listrik yang cukup diminati.

Kehadiran kedua model tersebut penting karena persaingan mobil listrik tidak lagi hanya terjadi antara beberapa merek besar. Konsumen sekarang dapat membandingkan berbagai kendaraan berdasarkan ukuran, teknologi baterai, fitur, desain, hingga layanan purnajual.

Mazda EZ-6 Menawarkan Alternatif Sedan Listrik

Tidak semua mobil listrik terbaru mengandalkan bentuk SUV atau city car. Mazda menghadirkan EZ-6 sebagai sedan listrik pertamanya di Indonesia.

Model ini menggunakan motor listrik 190 kW atau sekitar 254 tenaga kuda dengan torsi 320 Nm. Baterainya berkapasitas 68,8 kWh dan klaim jarak tempuhnya mencapai hingga 600 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sedan listrik masih mempunyai ruang di pasar Indonesia. Karakter sedan dapat menarik konsumen yang lebih mengutamakan kenyamanan perjalanan, performa, dan desain dibanding kepraktisan SUV.

Namun, angka jarak tempuh tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya patokan. Standar pengujian seperti CLTC dapat menghasilkan angka berbeda dibanding kondisi penggunaan nyata. Kecepatan kendaraan, temperatur, beban, gaya berkendara, penggunaan AC, dan kondisi jalan dapat memengaruhi konsumsi energi.

Wuling Aira EV Menyasar Pengguna Perkotaan

Wuling juga memperluas pilihan kendaraan listrik melalui Aira EV. Mobil mungil ini diposisikan untuk segmen city car listrik.

Format kendaraan seperti ini memiliki keunggulan tersendiri untuk konsumen yang mayoritas menggunakan mobil di wilayah perkotaan. Dimensi kompak dapat mempermudah manuver dan parkir, sementara penggunaan motor listrik menawarkan karakter berkendara yang responsif sejak kendaraan mulai bergerak.

Selain Aira EV, Wuling juga menghadirkan sejumlah kendaraan elektrifikasi lain. Dalam daftar kendaraan yang digunakan untuk test drive GIIAS Surabaya 2026, terdapat AIRA EV, Eksion, dan Darion EV.

Deepal S05 Hadir dengan Dua Pilihan Teknologi

Changan melalui Deepal membawa pendekatan berbeda dengan menghadirkan S05 dalam pilihan BEV dan REEV.

BEV menggunakan baterai sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan motor listrik. Sementara REEV tetap mengandalkan penggerak listrik, tetapi memiliki mesin pembangkit yang dapat membantu menghasilkan energi ketika diperlukan.

Konsep ini menarik bagi konsumen yang masih khawatir terhadap jarak tempuh dan ketersediaan fasilitas pengisian daya ketika melakukan perjalanan jauh. Pilihan teknologi tersebut juga memperlihatkan bahwa transisi menuju kendaraan elektrifikasi tidak selalu harus dilakukan melalui satu jalur.

BYD M6 dan Tren MPV Elektrifikasi

Kebutuhan keluarga Indonesia membuat MPV tetap menjadi segmen penting. Karena itu, kehadiran BYD M6 menjadi salah satu perkembangan menarik di pasar kendaraan listrik.

BYD M6 tersedia sebagai BEV dan kemudian mendapatkan pilihan PHEV melalui M6 DM. Pada Agustus 2026, kombinasi penjualan M6 BEV dan PHEV mencapai sekitar 1.840 unit secara whole sales.

Masuknya teknologi PHEV juga memperlihatkan bahwa konsumen memiliki pilihan transisi selain langsung menggunakan mobil listrik murni. Data GAIKINDO menunjukkan penjualan PHEV Januari–April 2026 mencapai 2.089 unit, melonjak dibanding 91 unit pada periode yang sama 2025.

Apa yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli Mobil Listrik?

Harga bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah sebuah mobil listrik cocok digunakan dalam jangka panjang. Konsumen sebaiknya menghitung kebutuhan berdasarkan pola penggunaan sebenarnya.

Perhatikan kapasitas dan sistem pengisian baterai

Kapasitas baterai yang besar memang dapat memberikan potensi jarak tempuh lebih panjang. Namun, sistem pengisian juga penting. Periksa apakah kendaraan mendukung AC charging, DC fast charging, berapa daya maksimum yang diterima, serta berapa lama waktu pengisian dari kondisi tertentu.

Hitung kebutuhan jarak tempuh

Jika mobil digunakan 30–50 kilometer per hari untuk perjalanan rumah-kantor, kebutuhan baterainya tentu berbeda dengan kendaraan yang rutin digunakan untuk perjalanan antarkota.

Jangan hanya melihat angka jarak tempuh pada brosur. Cari tahu konsumsi energi aktual dan pertimbangkan kondisi jalan, penggunaan AC, kecepatan rata-rata, serta beban penumpang.

Periksa jaringan servis

Mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen mekanis bergerak dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal. Meski demikian, kendaraan tetap membutuhkan pemeriksaan berkala, terutama pada sistem baterai, motor listrik, sistem pendinginan, rem, ban, perangkat elektronik, dan software.

Pastikan dealer dan bengkel resmi tersedia di wilayah tempat kendaraan akan digunakan.

Perhatikan garansi baterai

Baterai merupakan salah satu komponen termahal dalam kendaraan listrik. Karena itu, calon pembeli perlu membaca detail garansi dengan teliti, termasuk durasi, batas kilometer, ketentuan kapasitas baterai, serta kondisi yang dapat menyebabkan klaim tidak berlaku.

Bandingkan biaya kepemilikan

Mobil listrik sebaiknya dihitung berdasarkan total cost of ownership, bukan sekadar harga pembelian. Biaya listrik, servis berkala, pajak, asuransi, ban, depresiasi, dan kebutuhan pemasangan home charger perlu dimasukkan dalam perhitungan.

Pilihan mobil listrik terbaru di Indonesia kini semakin beragam. Dari city car seperti Wuling Aira EV dan BAIC T1, SUV seperti Jaecoo J5 serta Deepal S05, hingga sedan seperti Mazda EZ-6 dan MPV seperti BYD M6, konsumen memiliki jauh lebih banyak alternatif dibanding sebelumnya.

Persaingan ini juga terlihat dari data pasar. Pada Agustus 2026, BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 mampu masuk jajaran model dengan whole sales tertinggi secara nasional, sementara BYD tetap menjadi salah satu merek elektrifikasi dengan volume besar.

Bagi calon pembeli, semakin banyak pilihan berarti semakin penting melakukan perbandingan secara objektif. Fokus sebaiknya bukan hanya pada teknologi dan tampilan, tetapi juga kesesuaian kendaraan dengan jarak tempuh harian, fasilitas charging, layanan purnajual, garansi baterai, serta biaya penggunaan dalam jangka panjang.