
Membeli mobil bekas sering kali menjadi solusi paling rasional bagi banyak orang yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan anggaran terbatas. Pasar mobil bekas menawarkan banyak sekali pilihan menarik dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil baru gres dari dealer. Apalagi kalau kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan mobil kelas atas dengan harga yang setara dengan mobil entry-level keluaran terbaru.
Namun, berburu mobil bekas itu mirip dengan mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Jika kamu tidak memiliki pengetahuan dasar tentang otomotif, proses ini bisa menjadi sangat menjebak. Banyak sekali penjual nakal yang sengaja mendandani mobil rusak secara kosmetik saja agar kelihatan mulus di luar, padahal jeroannya sudah hancur. Agar kamu tidak tertipu dan malah boncos karena harus mengeluarkan biaya perbaikan yang besar setelah membeli, yuk pelajari cara mendeteksi kesehatan berbagai bagian bagian mobil secara mandiri dengan metode yang simpel berikut ini.
Menyelidiki Kondisi Dapur Pacu Lewat Suara dan Tutup Oli
Mesin adalah jantung utama dari kendaraan. Oleh karena itu, bagian kap depan adalah area pertama yang wajib kamu investigasi secara mendalam. Saat pertama kali mendatangi lokasi penjual, mintalah izin untuk menyalakan mesin dalam kondisi dingin atau kondisi mobil belum dipanaskan sama sekali hari itu.
Mesin yang sehat akan langsung menyala dengan mudah tanpa perlu diinjak gasnya, dan suara putaran mesinnya terdengar stabil serta konstan. Jika saat pertama kali dinyalakan terdengar suara ketukan besi yang kasar atau pincang, itu adalah tanda awal bahwa komponen mesin mobil di dalamnya sudah mengalami keausan yang parah akibat jarang diganti olinya oleh pemilik terdahulu.
Trik rahasia berikutnya adalah dengan membuka tutup pengisian oli mesin saat mesin dalam kondisi mati. Intip ke dalam lubang tersebut menggunakan senter ponselmu. Jika kamu melihat ada cairan kental berwarna cokelat muda menyerupai susu cokelat, atau ada tumpukan kerak hitam pekat yang keras seperti lumpur lapindo, segera urungkan niatmu untuk membeli mobil tersebut. Cairan cokelat menandakan ada kebocoran air radiator yang bercampur dengan oli, sedangkan kerak hitam menandakan pemilik sebelumnya sangat malas mengganti oli mesin hingga oli mengering dan menyumbat saluran mesin.
Mendeteksi Jejak Kecelakaan Hebat Lewat Tulang Sasis dan Nat Bodi
Bodi eksterior yang mengilat setelah dipoles sering kali menipu mata pembeli awam. Untuk mengetahui apakah mobil tersebut pernah mengalami tabrakan besar atau tidak, jangan cuma melihat kemulusan catnya, melainkan perhatikan keselarasan garis-garis sambungan atau nat pada bodi mobil. Jarak antarpandangan panel bodi (misalnya antara pintu dan spakbor) harus konsisten dan simetris antara sisi kiri dan sisi kanan mobil.
Langkah yang jauh lebih akurat adalah dengan membuka kap mesin dan memeriksa bagian tulang sasis depan yang berbentuk batangan besi panjang di dekat radiator (sering disebut apron). Sasis depan yang asli dari pabrikan harus memiliki permukaan yang rata, mulus, dan memiliki titik las bawaan robot pabrik yang berbentuk bulat sempurna.
Jika kamu melihat ada bekas ketukan palu, permukaan besi yang bergelombang, atau bekas las-lasan baru yang kasar, itu adalah bukti otentik bahwa mobil tersebut pernah mengalami tabrakan beruntun dari arah depan. Membeli mobil yang sasis utamanya sudah pernah ringsek dan diperbaiki sangatlah berbahaya, karena struktur kekuatan mobil tersebut sudah hilang dan tidak akan bisa melindungi kamu dengan maksimal jika terjadi kecelakaan di kemudian hari.
Waspada Terhadap Bahaya Laten Mobil Bekas Korban Banjir
Menghindari mobil bekas korban banjir adalah hukum wajib yang tidak boleh ditawar. Mobil yang pernah terendam banjir adalah bom waktu, karena air yang masuk ke dalam sistem kelistrikan akan membuat kabel-kabel korosi secara perlahan dan memicu korsleting misterius yang sangat sulit disembuhkan di masa depan.
Cara paling mudah untuk mendeteksi mobil bekas banjir bukan dengan melihat mesin, melainkan dengan mengendus aroma di dalam kabin penumpang. Masuklah ke dalam kabin dan tutup semua pintu serta jendela. Jika kamu mencium aroma apek atau bau lembap yang sangat menyengat yang coba ditutupi oleh parfum mobil yang berlebihan, kamu patut curiga.
Cobalah tarik seluruh sabuk pengaman atau seatbelt hingga ujung paling mentok di dalam gulungannya. Jika pada ujung sabuk pengaman tersebut terdapat noda garis kecokelatan akibat bekas lumpur atau jamur yang mengering, itu adalah tanda valid bahwa air banjir pernah merendam kabin mobil hingga setinggi dasbor. Cek juga bagian kolong di bawah jok dan balik karpet dasar, jika ada karat pada baut-baut pengikat jok, itu adalah konfirmasi final bahwa mobil tersebut adalah alumni korban banjir.
Uji Jalan untuk Merasakan Kaki-Kaki dan Sistem Transmisi
Jangan pernah membayar mobil bekas sebelum kamu melakukan uji jalan atau test drive secara langsung. Matikan audio mobil selama pengujian agar kamu bisa fokus mendengarkan setiap suara yang keluar dari kolong mobil. Bawalah mobil melewati jalanan yang agak bergelombang atau jalan rusak dengan kecepatan rendah.
Jika terdengar suara jedug-jedug atau bunyi raungan dari bagian bawah, artinya komponen kaki-kaki seperti shockbreaker, ball joint, atau bushing karetnya sudah minta diganti baru. Selain itu, untuk mobil bertransmisi otomatis, rasakan perpindahan giginya. Transmisi matik yang sehat harus berpindah secara halus tanpa ada gejala menghentak yang kasar (jedug) atau slip di mana mesin meraung tinggi tetapi mobil tidak mau melaju.
Jangan Ragu Mengajak Jasa Inspeksi Profesional
Jika setelah melakukan pengecekan mandiri di atas kamu masih merasa ragu dan kurang yakin, jangan pernah sungkan untuk mengeluarkan sedikit biaya ekstra guna menyewa jasa inspektur mobil profesional pihak ketiga. Mereka memiliki peralatan yang lengkap seperti alat pengukur ketebalan cat dan pemindai komputer (scanner OBD) yang bisa membaca semua kode kerusakan tersembunyi pada fitur keselamatan mobil dan sistem kelistrikan. Menjadi pembeli mobil bekas yang cerdas, teliti, dan rasional adalah kunci utama agar impianmu memiliki mobil idaman tidak berubah menjadi mimpi buruk yang menguras tabungan hidupmu.