Panduan Membeli Fiat 500 Bekas: Apa Saja yang Wajib Diperiksa? - Mobil.id

Panduan Membeli Fiat 500 Bekas: Apa Saja yang Wajib Diperiksa?


HomeBlog

Fiat
Panduan Membeli Fiat 500 Bekas: Apa Saja yang Wajib Diperiksa?
Penulis 4

Fiat 500 adalah perwujudan sempurna dari gaya hidup urban yang modis dan penuh karakter. Desainnya yang mengusung konsep retro-modern khas Italia membuat city car ini selalu berhasil mencuri perhatian di jalan raya, bahkan bertahun-tahun setelah pertama kali diluncurkan. Dimensinya yang kompak menjadikannya sangat lincah untuk membelah kemacetan kota besar sekaligus mudah untuk diparkir di ruang yang terbatas.

Di pasar mobil bekas, Fiat 500 menjadi salah satu opsi yang sangat menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil Eropa berkarakter unik dengan harga yang kini jauh lebih terjangkau daripada harga barunya. Kendati demikian, membeli mobil eropa bekas membutuhkan ketelitian ekstra. Agar impian memiliki mobil imut ini tidak berubah menjadi mimpi buruk di bengkel, ada beberapa poin krusial yang wajib Anda periksa secara mendalam sebelum melakukan transaksi.

1. Sistem Transmisi Dualogic (Otomatis Robotik)

Sektor pertama dan paling kritis yang wajib Anda periksa pada Fiat 500 bekas adalah sistem transmisinya. Sebagian besar Fiat 500 yang beredar di Indonesia menggunakan transmisi otomatis robotik yang dikenal dengan nama Dualogic. Secara mekanis, ini adalah transmisi manual yang perpindahan gigi dan koplingnya diatur secara otomatis oleh sistem komputer menggunakan pompa hidrolik (aktuator).

Saat melakukan sesi uji kendara (test drive), rasakan bagaimana proses perpindahan giginya. Perpindahan yang sedikit berjeda adalah hal yang normal untuk karakter Dualogic, namun jika Anda merasakan sentakan yang sangat kasar (thudding), slip kopling saat menanjak, atau sistem mendadak berpindah ke posisi Netral (N) dengan sendirinya, itu adalah tanda bahaya. Pastikan juga tidak ada kebocoran cairan hidrolik di sekitar unit aktuator di ruang mesin, karena biaya perbaikan atau penggantian modul mekatronik Dualogic ini terkenal cukup menguras kantong.

2. Riwayat Perawatan dan Kesehatan Mesin

Fiat 500 umumnya dibekali dengan varian mesin 1.4-liter empat silinder atau mesin 1.2-liter pada varian tertentu. Mesin-mesin ini sebenarnya cukup tangguh, tetapi mereka sangat sensitif terhadap kelalaian perawatan oli. Mintalah buku servis atau rekam jejak perawatan dari pemilik sebelumnya. Jika mobil ini sering melewatkan jadwal penggantian oli, ada risiko penumpukan lumpur oli (sludge) di dalam mesin yang dapat menyumbat saluran oli dan merusak komponen internal.

Saat mesin dinyalakan dalam kondisi dingin, dengarkan suaranya dengan saksama. Mesin harus terdengar halus tanpa ada suara ketukan logam (tapping atau knocking). Periksa juga area sekitar blok mesin untuk memastikan tidak ada rembesan oli, terutama pada bagian paking penutup pembuangan (valve cover gasket) dan segel poros engkol (crankshaft seal). Jangan lupa untuk memeriksa kondisi cairan pendingin (coolant) di tabung reservoir; pastikan warnanya bersih dan tidak bercampur dengan oli yang mengindikasikan adanya kerusakan paking kepala silinder (cylinder head gasket).

3. Modul Elektronik dan Panel Instrumen

Sebagai mobil Eropa modern, Fiat 500 dilengkapi dengan jaringan kelistrikan yang cukup kompleks. Salah satu penyakit khas yang sering ditemui adalah kerapuhan kabel atau glitch pada sistem elektronik. Saat Anda memutar kunci kontak ke posisi ON, pastikan semua lampu indikator di panel instrumen menyala dan kemudian mati setelah mesin dihidupkan. Jika lampu indikator "Check Engine", lambang airbag, atau indikator setir (EPS) tetap menyala, itu menandakan adanya malfungsi sensor yang harus didiagnosis menggunakan alat pemindai (obd scanner).

Cobalah semua fitur elektronik di dalam kabin satu per satu. Periksa fungsi power window, pengaturan kaca spion, sistem audio Blue&Me, lampu-lampu utama, serta fungsi AC. Pastikan AC dapat mengembuskan udara dingin dengan cepat, karena perbaikan evaporator atau kompresor AC pada mobil ini membutuhkan pembongkaran dasbor yang memakan waktu dan biaya jasa yang tidak sedikit.

4. Komponen Suspensi dan Kaki-Kaki

Mengingat Fiat 500 adalah mobil perkotaan dengan jarak sumbu roda yang pendek, kenyamanan berkendaranya sangat bergantung pada kondisi suspensi. Karakter jalanan yang sering berlubang dapat mempercepat keausan komponen kaki-kaki mobil ini.

Bawa mobil melewati jalanan yang bergelombang atau polisi tidur saat uji kendara. Apabila Anda mendengar suara jorokan, ketukan, atau derit (clunking atau squeaking) dari arah roda depan atau belakang, kemungkinan besar komponen seperti bushing arm, link stabilizer, ball joint, atau shockbreaker sudah aus dan minta diganti. Setir juga harus terasa lurus dan tidak menarik ke satu sisi saat Anda melepas tangan sejenak di jalan yang rata.

5. Kondisi Fisik, Karoseri, dan Mekanisme Atap (Khusus Varian 500C)

Periksalah kelurusan panel-panel bodi (gap) untuk memastikan mobil terbebas dari riwayat kecelakaan besar. Periksa juga area kolong mobil, ruang roda, dan bagian bawah karpet bagasi untuk memastikan tidak ada indikasi karat atau bekas terendam banjir.

Jika Anda berencana membeli varian Fiat 500C (Convertible) yang memiliki atap kain yang bisa dibuka, lakukan pengujian buka-tutup atap sebanyak beberapa kali. Mekanisme rel atap kain ini harus bergerak dengan lancar tanpa ada suara motor listrik yang tersendat atau dipaksa. Periksa juga kondisi kain atap dari robekan, penipisan materi, atau bekas rembesan air di pilar-pilar kabin bagian dalam setelah mobil dicuci.

Membeli Fiat 500 bekas adalah langkah emosional yang sangat menyenangkan, asalkan Anda didampingi oleh logika saat melakukan inspeksi. Kunci utama dalam memelihara mobil ikonik ini terletak pada ketelitian Anda dalam memilih unit yang memiliki riwayat perawatan yang jelas. Jika Anda ragu melakukan pemeriksaan sendiri, sangat disarankan untuk menyewa jasa inspektor mobil profesional atau membawa unit tersebut ke bengkel spesialis Fiat untuk dilakukan General Check-Up menyeluruh sebelum Anda sah menandatangani kuitansi pembelian.