
Salah satu fitur paling ikonik dari Subaru BRAT Gen 2 adalah sistem penggerak 4WD dual-range, sebuah teknologi mekanis yang menjadi alasan utama mobil ini sangat dihargai oleh penggemar off-road klasik. Sistem ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas maksimal antara penggunaan jalan normal dan medan berat, tanpa kompleksitas elektronik seperti mobil modern.
Apa Itu 4WD Dual-Range?
Sistem 4WD dual-range pada Subaru BRAT adalah sistem penggerak empat roda yang memiliki dua mode rasio gigi berbeda:
High Range (4H): untuk penggunaan jalan normal atau medan ringan
Low Range (4L): untuk medan berat seperti tanjakan curam, lumpur, atau off-road ekstrem
Perpindahan antara mode ini dilakukan secara manual melalui tuas tambahan di dekat transmisi utama.
Cara Kerja Sistem 4WD Subaru BRAT
Subaru BRAT menggunakan sistem part-time 4WD, artinya pengemudi bisa memilih antara penggerak 2 roda (2WD) atau 4 roda (4WD). Dalam kondisi normal, mobil berjalan menggunakan penggerak roda belakang untuk efisiensi.
Ketika kondisi jalan memburuk, pengemudi dapat mengaktifkan 4WD dengan mekanisme berikut:
Menghentikan kendaraan atau berjalan pelan
Menggeser tuas dari 2WD ke 4WD High
Untuk medan berat, mengaktifkan 4WD Low Range
Low range bekerja dengan menurunkan rasio gear sehingga tenaga meningkat tetapi kecepatan berkurang, menghasilkan torsi besar untuk menghadapi medan sulit.
Keunggulan Sistem 4WD Dual-Range
1. Sederhana dan Tahan Lama
Sistem ini sepenuhnya mekanis tanpa kontrol elektronik, sehingga lebih tahan terhadap kerusakan dan mudah diperbaiki di lapangan.
2. Fleksibilitas Tinggi
Pengemudi bisa menyesuaikan mode berkendara sesuai kondisi:
Jalan aspal → 2WD
Jalan tanah ringan → 4WD High
Off-road berat → 4WD Low
3. Torsi Maksimal di Medan Berat
Mode low range memberikan peningkatan torsi signifikan yang sangat berguna untuk:
Menanjak di jalur curam
Menarik beban
Melintasi lumpur atau pasir
4. Cocok untuk Aktivitas Outdoor
Sistem ini membuat Subaru BRAT ideal untuk:
Pertanian
Perkebunan
Ekspedisi alam
Off-road ringan hingga menengah
Kekurangan Sistem 4WD BRAT
Meskipun sangat berguna, sistem ini juga memiliki beberapa keterbatasan:
1. Tidak Full-Time AWD
Karena bersifat part-time, sistem ini tidak dirancang untuk penggunaan 4WD terus-menerus di jalan kering.
2. Tidak Ada Differential Modern
BRAT tidak memiliki sistem elektronik seperti traction control atau torque vectoring, sehingga traksi sangat bergantung pada kondisi ban dan pengemudi.
3. Perlu Operasi Manual
Pengemudi harus aktif mengatur mode, sehingga kurang praktis dibanding sistem AWD modern otomatis.
4. Risiko Binding pada 4WD di Jalan Kering
Jika 4WD digunakan di permukaan keras tanpa slip, bisa terjadi “drivetrain binding” yang memberi tekanan pada sistem transmisi.
Hubungan 4WD dengan Mesin EA-81
Sistem 4WD dual-range bekerja sangat baik dengan mesin EA-81 boxer engine. Kombinasi ini menghasilkan karakter:
Stabil di medan tidak rata
Torsi rendah yang kuat
Distribusi tenaga seimbang
Mesin boxer yang memiliki pusat gravitasi rendah membantu menjaga kestabilan saat 4WD aktif, terutama di medan off-road.
Pengalaman Berkendara
Mengemudikan Subaru BRAT dengan sistem 4WD dual-range memberikan pengalaman khas mobil klasik:
Sensasi mekanis yang kuat
Tidak ada bantuan elektronik
Respons langsung dari drivetrain
Kontrol penuh di tangan pengemudi
Ini membuat BRAT terasa lebih “raw” dan autentik dibanding SUV modern.
Relevansi di Era Sekarang
Meskipun tergolong teknologi lama, sistem 4WD dual-range masih sangat dihargai oleh penggemar mobil klasik karena:
Kesederhanaannya
Ketahanannya
Kemudahan perawatan
Kemampuan off-road yang tetap relevan
Bahkan banyak mobil modern tidak lagi menggunakan sistem dual-range karena digantikan oleh sistem elektronik yang lebih kompleks.