Penyakit Mazda CX-3 yang Sering Dikeluhkan Pengguna, Calon Pembeli Bekas Wajib Tahu - Mobil.id

Penyakit Mazda CX-3 yang Sering Dikeluhkan Pengguna, Calon Pembeli Bekas Wajib Tahu


HomeBlog

Mazda
Penyakit Mazda CX-3 yang Sering Dikeluhkan Pengguna, Calon Pembeli Bekas Wajib Tahu
Penulis 2

Mobilid- Mazda CX-3 menjadi salah satu SUV crossover compact yang cukup populer di Indonesia karena memiliki desain sporty, interior premium, dan handling yang terasa lebih nyaman dibanding banyak SUV Jepang di kelasnya.

Mobil ini cukup sering dipilih oleh pengguna yang menginginkan kendaraan harian dengan posisi duduk lebih tinggi namun tetap nyaman dan menyenangkan ketika dikendarai sendiri.

Selain desainnya yang elegan, Mazda CX-3 juga terkenal memiliki rasa berkendara yang sporty sehingga banyak pengguna merasa mobil ini lebih mirip hatchback premium dibanding SUV biasa.

Namun seperti kendaraan lainnya, Mazda CX-3 tetap memiliki beberapa penyakit umum yang cukup sering dikeluhkan pengguna terutama pada unit dengan usia pemakaian tinggi atau kendaraan yang kurang mendapatkan perawatan rutin.

Karena itu, calon pembeli mobil bekas wajib mengetahui beberapa masalah yang cukup sering muncul pada Mazda CX-3 agar tidak salah memilih kendaraan dan bisa memperkirakan biaya perawatan ke depannya.

1. Kaki-Kaki Mulai Bunyi

Salah satu penyakit Mazda CX-3 yang paling sering dikeluhkan adalah bunyi pada bagian kaki-kaki kendaraan.

Biasanya bunyi muncul ketika mobil melewati jalan rusak, polisi tidur, atau permukaan jalan bergelombang.

Suara yang terdengar umumnya berupa bunyi “gluduk”, “kletek”, atau bunyi kecil dari bagian bawah kendaraan.

Penyebab paling umum biasanya berasal dari bushing, link stabilizer, tie rod, atau shockbreaker yang mulai mengalami keausan akibat usia kendaraan dan kondisi jalan yang sering dilewati.

Karena Mazda CX-3 memiliki karakter handling yang cukup sporty dan suspensi yang agak firm, beberapa komponen kaki-kaki memang bekerja lebih aktif dibanding SUV biasa.

Jika kondisi ini mulai muncul, handling kendaraan biasanya ikut berubah dan terasa kurang nyaman terutama ketika digunakan dalam kecepatan tinggi.

Meski masalah kaki-kaki sebenarnya cukup wajar pada kendaraan berusia di atas lima tahun, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan agar kenyamanan berkendara tetap terjaga.

2. Kabin Belakang Terasa Sempit

Meski memiliki desain eksterior yang sporty dan modern, salah satu keluhan pengguna Mazda CX-3 adalah ruang kabin belakang yang terasa agak sempit.

Karena desain kendaraan lebih fokus pada tampilan sporty dan posisi berkendara pengemudi, ruang kaki penumpang belakang memang tidak terlalu luas terutama untuk penumpang dengan postur tinggi.

Selain itu, bagian bagasi kendaraan juga tidak terlalu besar dibanding beberapa rival crossover lain di kelasnya.

Karena itu, Mazda CX-3 lebih cocok digunakan oleh pengguna muda, pasangan kecil, atau keluarga kecil dibanding pengguna yang sering membawa banyak barang.

3. AC Mulai Kurang Dingin

Pada beberapa unit Mazda CX-3 dengan usia pemakaian tinggi, pengguna mulai mengeluhkan performa AC yang terasa kurang dingin terutama ketika cuaca panas atau kendaraan terjebak macet cukup lama.

Biasanya kondisi ini disebabkan filter kabin kotor, evaporator penuh debu, freon mulai berkurang, atau performa kompresor AC mulai melemah akibat usia kendaraan.

Karena Mazda CX-3 terkenal memiliki kabin yang nyaman dan cukup senyap, performa AC tentu menjadi salah satu hal penting yang wajib diperhatikan.

Jika sistem pendingin kendaraan mulai bermasalah, kenyamanan kabin akan terasa jauh berkurang terutama untuk penggunaan harian di perkotaan.

4. Sensor dan Kelistrikan Mulai Sensitif

Mazda CX-3 terutama generasi terbaru memiliki cukup banyak fitur elektronik modern dibanding crossover Jepang biasa.

Karena itu, beberapa pengguna kadang mengeluhkan sensor kendaraan mulai error terutama pada unit dengan usia pemakaian tinggi.

Masalah yang cukup sering muncul biasanya berasal dari sensor parkir, indikator dashboard, sistem i-Stop, atau fitur infotainment kendaraan.

Selain itu, kondisi aki juga sangat memengaruhi performa sistem elektronik Mazda CX-3.

Jika aki mulai lemah, beberapa fitur elektronik kendaraan kadang ikut bermasalah atau muncul indikator error di dashboard.

Meski sebagian besar bukan kerusakan berat, pengecekan sistem elektronik tetap penting terutama sebelum membeli unit bekas.

5. Mesin Mulai Kasar atau Ngelitik

Mazda CX-3 terkenal memiliki mesin SKYACTIV yang cukup halus dan responsif.

Namun jika kendaraan jarang mendapatkan penggantian oli atau menggunakan bahan bakar dengan oktan yang kurang sesuai, suara mesin bisa mulai terasa lebih kasar dibanding biasanya.

Pada beberapa kasus, muncul suara ngelitik ketika kendaraan berakselerasi atau melewati tanjakan.

Penyebabnya biasanya berasal dari kerak karbon di ruang bakar, kualitas BBM kurang sesuai, atau busi yang mulai melemah.

Karena mesin SKYACTIV memiliki rasio kompresi cukup tinggi, penggunaan bahan bakar berkualitas baik memang cukup penting agar pembakaran tetap optimal.

Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, performa kendaraan bisa ikut menurun dan konsumsi BBM menjadi lebih boros.

6. Interior Kadang Muncul Bunyi Getar

Pada beberapa Mazda CX-3 dengan usia pemakaian cukup lama, pengguna kadang mulai mendengar bunyi getar kecil dari dashboard atau door trim kendaraan.

Biasanya bunyi muncul ketika kendaraan melewati jalan bergelombang atau permukaan jalan yang tidak rata.

Hal ini umumnya terjadi karena pengikat interior mulai longgar atau material kabin mulai mengalami perubahan akibat usia dan panas matahari.

Meski bukan termasuk kerusakan besar, bunyi interior cukup mengganggu karena Mazda CX-3 terkenal memiliki kabin yang nyaman dan premium.

7. Biaya Sparepart dan Servis Sedikit Lebih Mahal

Salah satu hal yang cukup sering dibahas pengguna Mazda CX-3 adalah biaya sparepart dan servis yang sedikit lebih tinggi dibanding crossover Jepang biasa.

Beberapa komponen original Mazda memang memiliki harga cukup mahal terutama bagian kaki-kaki dan sensor elektronik.

Selain itu, jaringan bengkel resmi Mazda juga tidak sebanyak merek Jepang lain sehingga pengguna di beberapa daerah kadang lebih memilih bengkel spesialis Mazda.

Namun banyak pengguna merasa biaya tersebut masih cukup sebanding dengan kenyamanan dan kualitas berkendara yang diberikan Mazda CX-3.

8. Suspensi Terasa Sedikit Keras

Karena Mazda CX-3 memiliki karakter sporty, setting suspensi kendaraan terasa sedikit lebih keras dibanding beberapa SUV Jepang lain.

Sebagian pengguna menyukai karakter tersebut karena membuat handling kendaraan terasa stabil ketika menikung atau melaju di jalan tol.

Namun bagi pengguna yang lebih menyukai suspensi lembut, karakter suspensi Mazda CX-3 kadang terasa kurang nyaman terutama ketika melewati jalan rusak.

Meski memiliki beberapa penyakit umum, Mazda CX-3 tetap menjadi salah satu SUV crossover Jepang yang cukup nyaman dan menyenangkan digunakan harian.

Desain premium, handling sporty, mesin responsif, dan kualitas interior yang nyaman menjadi alasan kenapa Mazda CX-3 masih memiliki banyak penggemar di Indonesia sampai sekarang.

Sebelum membeli Mazda CX-3 bekas, calon pembeli sebaiknya melakukan pengecekan menyeluruh terutama pada kaki-kaki, transmisi otomatis, sistem pendingin, dan riwayat servis kendaraan.

Jika mendapatkan unit yang masih terawat dan rutin servis, Mazda CX-3 sebenarnya masih sangat layak digunakan baik sebagai kendaraan harian maupun mobil pribadi premium.