Penyebab Honda HR-V Boros BBM dan Cara Mengatasinya - Mobil.id

Penyebab Honda HR-V Boros BBM dan Cara Mengatasinya


HomeBlog

Honda
Penyebab Honda HR-V Boros BBM dan Cara Mengatasinya
Penulis 2

MOBILID- Honda HR-V dikenal sebagai SUV kompak yang menawarkan kenyamanan, desain modern, dan performa yang cukup responsif untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, seperti mobil pada umumnya, konsumsi bahan bakar Honda HR-V bisa berubah tergantung kondisi kendaraan, gaya berkendara, kondisi jalan, hingga pola perawatan.

Ketika Honda HR-V terasa lebih boros BBM dibanding biasanya, pemilik sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa mesin mengalami kerusakan. Ada banyak faktor sederhana yang dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat. Mulai dari tekanan ban yang kurang, penggunaan AC berlebihan, kondisi filter udara, hingga kebiasaan menginjak pedal gas terlalu dalam.

Pada generasi dan varian terbaru, Honda HR-V tersedia dengan mesin bensin 1.5 liter serta teknologi e pada varian hybrid. Honda mencantumkan mesin bensin 1.5 liter dengan tenaga 121 PS dan torsi 145 Nm untuk varian E/E+, sedangkan varian e menggunakan mesin Atkinson 1.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik. Varian bensin menggunakan CVT, sementara e menggunakan E-CVT.

Lantas, apa saja penyebab Honda HR-V boros BBM dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut pembahasannya.

1. Tekanan Ban Tidak Sesuai

Salah satu penyebab yang sering dianggap sepele adalah tekanan ban. Ban dengan tekanan terlalu rendah memiliki hambatan gulir lebih besar. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih banyak untuk menggerakkan kendaraan.

Kondisi ini semakin terasa ketika Honda HR-V digunakan untuk perjalanan jauh atau membawa banyak penumpang dan barang. Mobil harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan.

Cara mengatasinya cukup sederhana. Periksa tekanan ban secara rutin dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Jangan menentukan tekanan hanya berdasarkan perkiraan atau mengikuti angka yang tertulis pada dinding ban.

Selain tekanan angin, periksa juga kondisi telapak ban. Ban yang sudah aus tidak hanya berpengaruh terhadap keselamatan, tetapi juga dapat membuat karakter berkendara berubah.

2. Gaya Berkendara Terlalu Agresif

Cara pengemudi mengontrol pedal gas memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi BBM. Kebiasaan melakukan akselerasi secara tiba-tiba, kemudian mengerem keras, dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat.

Pola seperti ini sering terjadi ketika berkendara di jalan perkotaan dengan kondisi lalu lintas padat. Pengemudi sering berpindah dari posisi berhenti ke akselerasi tinggi, kemudian kembali mengerem.

Agar lebih hemat, usahakan melakukan akselerasi secara bertahap. Pertahankan kecepatan dengan stabil ketika kondisi jalan memungkinkan.

Untuk Honda HR-V e, tersedia tiga mode berkendara yaitu Sport, Normal, dan ECON. Mode tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan berkendara.

Mode ECON dapat dipertimbangkan ketika prioritas utama adalah berkendara lebih santai dan efisien.

3. Terlalu Sering Menggunakan Mode Sport

Mode Sport memang memberikan karakter respons yang lebih agresif. Namun, penggunaan mode ini secara terus-menerus dapat membuat pengemudi lebih sering melakukan akselerasi dan mempertahankan respons mesin yang lebih spontan.

Untuk perjalanan santai di dalam kota, mode Normal atau ECON bisa lebih sesuai jika tujuan utama adalah efisiensi.

Mode Sport sebaiknya digunakan ketika memang membutuhkan respons kendaraan yang lebih cepat, misalnya ketika melakukan akselerasi atau berkendara di jalan tertentu yang membutuhkan respons lebih spontan.

4. Filter Udara Kotor

Filter udara bertugas menyaring udara yang masuk ke mesin. Jika filter terlalu kotor, aliran udara dapat terganggu.

Kondisi filter udara perlu diperhatikan terutama pada mobil yang sering digunakan di daerah berdebu atau memiliki intensitas penggunaan tinggi.

Jangan hanya mengganti filter berdasarkan perkiraan. Ikuti jadwal pemeriksaan dan perawatan sesuai buku pedoman kendaraan. Jika filter sudah terlalu kotor atau kondisinya tidak layak, penggantian dapat membantu menjaga sistem pemasukan udara tetap optimal.

5. Mesin Jarang Mendapat Perawatan

Honda HR-V membutuhkan perawatan berkala agar berbagai komponennya tetap bekerja sesuai fungsi. Mesin yang tidak mendapatkan perawatan dalam waktu lama berpotensi mengalami penurunan performa.

Oli mesin yang sudah melewati masa pakai, filter yang kotor, busi yang kondisinya menurun, atau komponen sistem pembakaran yang bermasalah dapat berkontribusi terhadap konsumsi BBM yang tidak efisien.

Karena itu, jangan menunggu mobil terasa bermasalah untuk melakukan servis. Perawatan preventif justru membantu mendeteksi masalah sejak awal.

6. Kondisi Busi Mulai Menurun

Pada Honda HR-V bermesin bensin, busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran. Jika kondisi busi sudah tidak optimal, proses pembakaran dapat terganggu.

Gejalanya bisa berupa mesin terasa kurang responsif, idle kurang stabil, akselerasi tidak sehalus biasanya, atau konsumsi bahan bakar meningkat.

Namun, jangan langsung mengganti busi hanya karena mobil terasa boros. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan sumber masalah.

7. Penggunaan AC Terlalu Berat

AC menjadi salah satu fitur yang hampir selalu digunakan ketika berkendara di Indonesia. Suhu udara yang panas membuat pengemudi cenderung menggunakan AC dalam waktu lama.

Penggunaan AC memang membutuhkan energi dari kendaraan. Jika sistem AC bekerja terlalu berat akibat kondisi tertentu, beban kendaraan juga dapat meningkat.

Pastikan sistem AC mendapatkan perawatan secara berkala. Periksa kondisi filter kabin, kebersihan evaporator, serta performa sistem pendingin jika AC mulai tidak optimal.

Penggunaan AC secara bijak juga dapat membantu. Tidak perlu mengatur suhu terlalu rendah apabila kondisi kabin sudah cukup nyaman.

8. Beban Kendaraan Terlalu Berat

Semakin berat kendaraan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk bergerak. Kebiasaan membawa barang yang sebenarnya tidak diperlukan dapat membuat beban Honda HR-V bertambah.

Coba periksa bagasi secara berkala. Keluarkan barang-barang berat yang tidak dibutuhkan dalam perjalanan sehari-hari.

Untuk perjalanan jauh, barang memang diperlukan. Namun, tetap usahakan membawa perlengkapan sesuai kebutuhan agar kendaraan tidak membawa beban tambahan secara terus-menerus.

9. Kondisi Jalan dan Kemacetan

Honda HR-V yang digunakan di tengah kemacetan tentu memiliki karakter konsumsi BBM berbeda dibanding mobil yang sering melaju di jalan lancar.

Saat macet, kendaraan mengalami pola stop and go. Mesin tetap bekerja sementara jarak yang ditempuh sangat sedikit. Kondisi ini secara alami dapat membuat angka konsumsi bahan bakar terlihat lebih tinggi.

Karena itu, jangan membandingkan konsumsi BBM kendaraan yang digunakan di jalan tol dengan kendaraan yang setiap hari menghadapi kemacetan perkotaan.

Faktor lingkungan berkendara merupakan bagian penting dalam mengevaluasi konsumsi BBM.

10. Ban dan Velg Tidak Sesuai

Penggunaan ban atau velg dengan ukuran berbeda dari spesifikasi kendaraan juga perlu diperhatikan. Ban yang lebih lebar atau kombinasi velg dan ban yang lebih berat dapat meningkatkan hambatan gerak.

Honda mencantumkan ukuran roda berbeda sesuai varian pada HR-V terbaru. Varian tertentu menggunakan velg 17 inci dengan ban 215/60R17, sedangkan varian tertentu menggunakan 18 inci dengan ban 225/50R18.

Jika ingin mengganti ukuran roda, sebaiknya pertimbangkan aspek kenyamanan, keselamatan, bobot roda, dan karakter kendaraan, bukan hanya penampilan.

11. Masalah pada Sistem Pengereman

Rem yang sedikit menahan roda atau tidak kembali secara optimal dapat membuat mobil terasa berat ketika berjalan.

Jika Honda HR-V terasa lebih berat dari biasanya, jangan hanya fokus pada mesin. Periksa pula sistem pengereman.

Gejala seperti mobil sulit melaju, konsumsi BBM meningkat, salah satu roda terasa lebih panas, atau muncul suara dari area roda sebaiknya segera diperiksa oleh teknisi.

12. Kondisi CVT Perlu Diperiksa

Untuk Honda HR-V yang menggunakan transmisi CVT, kondisi transmisi juga tidak boleh diabaikan.

CVT dirancang untuk memberikan perpindahan rasio yang halus. Namun, perawatan dan penggunaan tetap perlu mengikuti rekomendasi pabrikan.

Hindari kebiasaan berkendara yang terlalu kasar dan pastikan servis transmisi dilakukan sesuai jadwal. Jika muncul gejala seperti getaran tidak normal, suara aneh, respons akselerasi berubah, atau perpindahan terasa tidak wajar, segera lakukan pemeriksaan.

Pada HR-V terbaru, varian bensin menggunakan CVT, sedangkan varian e menggunakan E-CVT.

13. Cara Mengemudi di Tanjakan Kurang Tepat

Tanjakan membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar. Jika pengemudi mempertahankan akselerasi secara agresif, konsumsi BBM bisa meningkat.

Gunakan pedal gas secara terukur dan manfaatkan fitur kendaraan yang tersedia. Honda HR-V terbaru memiliki Hill Start Assist dan pada varian tertentu juga dilengkapi Hill Descent Control.

Fitur tersebut bukan ditujukan khusus untuk menghemat BBM, tetapi dapat membantu pengemudi mengontrol kendaraan dengan lebih baik pada kondisi tertentu.

14. Perawatan Sistem Hybrid pada HR-V e

Untuk pemilik Honda HR-V e, sistem hybrid memiliki karakter berbeda dibandingkan HR-V bermesin bensin konvensional.

Honda menjelaskan bahwa sistem e mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik serta memanfaatkan regenerative braking untuk membantu mengisi energi baterai selama kendaraan berjalan. Cara kerja sistem dapat berubah sesuai kondisi jalan, beban kendaraan, dan gaya berkendara.

Karena itu, jika konsumsi BBM HR-V e tiba-tiba berubah signifikan, jangan hanya memeriksa mesin bensin. Sistem hybrid juga perlu diperiksa menggunakan prosedur diagnosis yang sesuai.

15. Lakukan Servis Berkala

Langkah paling penting untuk menjaga konsumsi BBM Honda HR-V tetap optimal adalah melakukan servis berkala.

Servis membantu memeriksa berbagai komponen seperti oli mesin, filter, busi, sistem pembakaran, rem, ban, transmisi, hingga komponen lain sesuai kebutuhan dan usia kendaraan.

Jika mobil masih dalam masa perawatan resmi, pemilik dapat mengikuti jadwal servis yang ditentukan Honda. Untuk mobil bekas, riwayat servis justru semakin penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kendaraan sebelumnya.

Cara Mengetahui Honda HR-V Benar-Benar Boros

Sebelum menyimpulkan bahwa Honda HR-V boros BBM, lakukan pengukuran secara konsisten.

Jangan hanya mengandalkan angka yang muncul di MID. Catat jumlah bahan bakar yang digunakan dan jarak tempuh dalam beberapa kali pengisian.

Gunakan metode yang sama setiap kali melakukan pengukuran. Dengan begitu, pemilik bisa melihat apakah konsumsi BBM memang mengalami perubahan atau hanya dipengaruhi kondisi jalan dan pola penggunaan.

Jika konsumsi tiba-tiba berubah drastis tanpa perubahan pola berkendara, kendaraan sebaiknya diperiksa.

Honda HR-V yang terasa boros BBM tidak selalu menandakan adanya kerusakan besar. Banyak faktor sederhana yang dapat memengaruhinya, mulai dari tekanan ban, gaya berkendara, kemacetan, beban kendaraan, penggunaan AC, kondisi filter udara, hingga jadwal servis yang terlewat.

Untuk mengatasinya, pemilik dapat memulai dari hal paling sederhana seperti memeriksa tekanan ban, mengurangi beban yang tidak perlu, menjaga akselerasi tetap halus, menggunakan mode berkendara sesuai kebutuhan, dan memastikan perawatan dilakukan secara rutin.

Jika setelah langkah tersebut konsumsi BBM tetap meningkat secara tidak wajar, pemeriksaan di bengkel diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Terutama pada Honda HR-V e, pemeriksaan sistem hybrid sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem kendaraan tersebut.

Dengan perawatan yang tepat dan gaya berkendara yang lebih efisien, Honda HR-V dapat tetap digunakan dengan nyaman sekaligus membantu pemilik mengontrol pengeluaran bahan bakar dalam jangka panjang.