Perawatan BYD Dolphin Bekas, Komponen Apa Saja yang Perlu Mendapat Perhatian? - Mobil.id

Perawatan BYD Dolphin Bekas, Komponen Apa Saja yang Perlu Mendapat Perhatian?


Home•Blog

BYD
Perawatan BYD Dolphin Bekas, Komponen Apa Saja yang Perlu Mendapat Perhatian?
Penulis 2

MOBILID- BYD Dolphin menjadi salah satu mobil listrik yang cukup menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan kompak untuk penggunaan sehari-hari. Selain desainnya yang modern, mobil ini menggunakan Blade Battery dan platform khusus kendaraan listrik BYD e-Platform 3.0. Di pasar mobil bekas, Dolphin juga mulai menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mendapatkan mobil listrik dengan harga lebih rendah dibandingkan membeli unit baru.

Namun, membeli BYD Dolphin bekas bukan berarti perawatannya bisa diabaikan. Meskipun mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen mekanis dibandingkan mobil bermesin bensin, tetap ada sejumlah bagian yang harus diperiksa secara berkala.

Terlebih lagi, kondisi mobil bekas sangat bergantung pada cara pemilik sebelumnya menggunakan dan merawat kendaraan. Baterai, sistem pengisian, ban, rem, kaki-kaki, hingga perangkat elektronik perlu mendapat perhatian.

Lantas, komponen apa saja yang perlu diperiksa ketika merawat BYD Dolphin bekas?

1. Baterai Menjadi Komponen Utama

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah baterai tegangan tinggi. BYD Dolphin menggunakan Blade Battery dengan teknologi lithium iron phosphate atau LFP. Pada materi resmi BYD, teknologi Blade Battery menjadi salah satu bagian utama dari kendaraan listriknya.

Untuk unit bekas, calon pemilik sebaiknya mengetahui kondisi kesehatan baterai sebelum membeli. Jangan hanya melihat indikator persentase baterai di layar.

Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan menggunakan perangkat diagnostik di bengkel resmi BYD. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mengetahui apakah terdapat kode kesalahan atau masalah pada sistem baterai.

Perhatikan pula pola penggunaan mobil sebelumnya. Tanyakan kepada pemilik apakah kendaraan sering digunakan sampai baterai benar-benar habis, bagaimana kebiasaan pengisian daya, serta apakah pernah mengalami masalah ketika charging.

Baterai memang dirancang untuk penggunaan jangka panjang, tetapi bukan berarti pemilik dapat mengabaikan perawatan dan kondisi sistem kelistrikannya.

2. Perhatikan Sistem Pengisian Daya

Komponen berikutnya yang tidak boleh dilupakan adalah charging port.

BYD Dolphin yang dipasarkan di Indonesia dibekali port pengisian AC Type 2 dan kemampuan pengisian DC CCS2 sesuai variannya. Brosur BYD Indonesia juga mencantumkan portable charging cable serta wall-mounted charger sebagai perlengkapan pendukung.

Saat melakukan pemeriksaan unit bekas, lihat kondisi fisik port charging. Pastikan tidak ada bagian yang patah, longgar, terbakar, atau mengalami korosi.

Jika memungkinkan, lakukan simulasi pengisian. Perhatikan apakah proses charging dapat dimulai dengan normal dan tidak muncul peringatan pada panel instrumen.

Kabel charging bawaan juga sebaiknya diperiksa. Jangan sampai membeli mobil dengan kondisi kendaraan bagus tetapi kabel pengisian mengalami kerusakan.

BYD sendiri menyatakan kerusakan akibat penggunaan pengisi daya yang tidak resmi dapat termasuk dalam pengecualian garansi. Karena itu, riwayat penggunaan perangkat charging juga penting untuk ditanyakan kepada penjual.

3. Cek Motor Listrik dan Sistem Penggerak

Mobil listrik memang tidak menggunakan mesin bensin dan transmisi konvensional seperti mobil pada umumnya. Namun, bukan berarti bagian penggeraknya bebas perawatan.

BYD Dolphin menggunakan motor listrik dengan sistem penggerak roda depan. Spesifikasi dapat berbeda berdasarkan varian dan tahun produksi. Sebagai contoh, data teknis BYD untuk Dolphin mencantumkan motor Permanent Magnet Synchronous Motor pada beberapa versi.

Ketika melakukan test drive, perhatikan suara dan respons motor.

Motor listrik umumnya menghasilkan suara yang relatif halus. Jika terdengar suara abnormal seperti dengung berlebihan, getaran, atau suara mekanis yang tidak biasa, sebaiknya unit diperiksa lebih lanjut.

Rasakan pula respons akselerasi. Perubahan tenaga yang tidak normal atau munculnya indikator peringatan di panel instrumen perlu ditanyakan kepada teknisi.

4. Ban Jangan Sampai Terlupakan

Salah satu komponen yang paling mudah mengalami keausan pada mobil bekas adalah ban.

Untuk BYD Dolphin, ukuran ban dapat berbeda berdasarkan varian. Brosur BYD Indonesia mencantumkan ukuran 195/60 R16 untuk salah satu varian dan 205/50 R17 untuk varian lainnya.

Saat memeriksa unit bekas, lihat ketebalan tapak ban. Periksa juga apakah keausannya merata.

Ban yang aus pada bagian dalam atau luar secara berlebihan dapat menjadi tanda adanya masalah pada spooring, balancing, suspensi, atau geometri roda.

Periksa pula kondisi dinding ban. Retakan, benjolan, atau bekas benturan dengan lubang jalan perlu menjadi perhatian.

Selain berpengaruh terhadap keselamatan, kondisi ban juga dapat memengaruhi efisiensi mobil listrik. Ban dengan tekanan yang tidak sesuai atau kondisi yang buruk dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga konsumsi energi menjadi kurang efisien.

5. Kaki-Kaki Tetap Membutuhkan Pemeriksaan

Walaupun Dolphin merupakan mobil listrik, sistem kaki-kakinya tetap menggunakan komponen mekanis.

Brosur BYD Indonesia mencantumkan suspensi depan MacPherson Strut. Sementara suspensi belakang dapat berbeda berdasarkan varian, dengan salah satu konfigurasi menggunakan torsion beam dan varian lainnya menggunakan multi-link.

Ketika test drive, cobalah melewati permukaan jalan yang tidak terlalu rata dengan aman.

Dengarkan apakah ada bunyi aneh dari area roda. Perhatikan pula respons kendaraan ketika melewati polisi tidur.

Jika terdengar bunyi seperti "gluduk", terasa getaran berlebihan, atau mobil terasa tidak stabil, lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagian kaki-kaki juga sebaiknya diperiksa secara visual di bengkel, terutama apabila unit sudah memiliki jarak tempuh yang cukup tinggi.

6. Sistem Rem Juga Harus Dicek

Mobil listrik menggunakan regenerative braking untuk membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengembalikan sebagian energi ke baterai.

Namun, bukan berarti rem konvensional tidak digunakan.

BYD Dolphin tetap memiliki rem cakram di bagian depan dan belakang.

Karena regenerative braking dapat mengurangi penggunaan rem mekanis dalam kondisi tertentu, keausan kampas rem bisa berbeda dibandingkan mobil konvensional.

Tetap periksa kondisi cakram dan kampas rem. Saat melakukan test drive, rasakan apakah pedal rem bekerja normal dan mobil berhenti dengan stabil.

Jika terdapat getaran ketika melakukan pengereman atau suara abnormal, sebaiknya dilakukan pemeriksaan.

7. Periksa Sistem Pendingin

Sistem pendingin pada kendaraan listrik juga tidak boleh diabaikan.

Baterai, motor listrik, dan beberapa komponen kelistrikan membutuhkan pengaturan temperatur agar dapat bekerja dalam kondisi yang sesuai.

Karena itu, saat melakukan servis, pemeriksaan sistem pendingin sebaiknya mengikuti prosedur yang ditentukan oleh BYD.

Jangan sembarangan mengganti cairan atau menggunakan produk yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan.

Untuk mobil bekas, tanyakan apakah sebelumnya pernah mengalami masalah temperatur atau mendapatkan perbaikan pada sistem pendingin.

8. Kondisi AC Perlu Diperhatikan

AC merupakan fitur yang sangat penting bagi pengguna mobil di Indonesia.

Berbeda dengan mobil bermesin konvensional, sistem AC pada mobil listrik harus bekerja tanpa mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama.

Karena AC menggunakan energi dari baterai, kondisinya juga dapat berpengaruh terhadap konsumsi energi kendaraan.

Saat membeli Dolphin bekas, nyalakan AC dan periksa apakah udara yang keluar cukup dingin. Dengarkan apakah kompresor menghasilkan suara abnormal.

Pastikan juga seluruh kontrol AC pada layar atau tombol yang tersedia dapat digunakan.

9. Cek Sistem Elektronik dan Infotainment

BYD Dolphin mempunyai berbagai perangkat elektronik di dalam kabin. Karena itu, pemeriksaan mobil bekas tidak cukup hanya melihat bodi dan interior.

Cobalah seluruh fitur yang tersedia pada unit.

Mulai dari layar infotainment, panel instrumen, kamera, sensor parkir, power window, central locking, konektivitas smartphone, speaker, tombol setir, hingga fitur bantuan pengemudi sesuai varian.

Perhatikan apakah layar merespons dengan normal atau mengalami lag.

Jika terdapat pesan error atau indikator tertentu yang terus muncul, jangan langsung menganggapnya sebagai masalah kecil.

Pada kendaraan modern, satu gangguan pada sistem elektronik dapat berhubungan dengan modul atau sensor tertentu sehingga sebaiknya diperiksa oleh teknisi.

10. Periksa Kondisi Kabel dan Aksesori

Ketika membeli Dolphin bekas, periksa kelengkapan aksesori yang ikut diserahkan.

Kabel charging merupakan salah satu bagian yang penting. Pastikan kabel yang diberikan sesuai dengan kendaraan dan kondisinya masih baik.

Periksa konektor, kabel, serta bagian pelindungnya. Jangan gunakan kabel yang terlihat rusak hanya demi mencoba melakukan charging.

Selain kabel, periksa pula adapter V2L jika unit dilengkapi fitur tersebut. Brosur Dolphin Indonesia mencantumkan V2L dan V2L discharge adapter pada perlengkapan kendaraan.

11. Jangan Abaikan Riwayat Servis

Riwayat servis menjadi salah satu dokumen penting ketika membeli mobil listrik bekas.

BYD Indonesia saat ini menyebut jadwal perawatan berkala secara umum setiap 1 tahun atau 20.000 km, kemudian 40.000 km, 60.000 km, 80.000 km, 100.000 km, dan seterusnya sesuai buku panduan kendaraan. BYD juga menyebut beberapa model dapat memiliki pemeriksaan pertama pada bulan ketiga atau 5.000 km.

Karena itu, pemilik Dolphin bekas sebaiknya memastikan riwayat servis tersedia.

Riwayat tersebut dapat memberikan gambaran mengenai apakah mobil dirawat secara rutin atau justru sering melewatkan jadwal perawatan.

Jika unit masih memiliki garansi, riwayat servis juga menjadi hal yang semakin penting.

12. Pastikan Garansi Masih Berlaku

Mobil listrik bekas yang masih memiliki garansi tentu perlu diperiksa statusnya.

BYD Indonesia saat ini mencantumkan garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km, dengan syarat dan ketentuan tertentu. BYD menyebut penggunaan suku cadang asli dan perawatan berkala di bengkel resmi sebagai bagian dari ketentuan garansi.

Untuk BYD Dolphin, BYD sebelumnya juga mengumumkan garansi traksi baterai selama 8 tahun atau 160.000 km dengan State of Health minimal 70%, serta garansi drive unit 8 tahun atau 150.000 km pada program yang diumumkan saat peluncuran Indonesia.

Karena ketentuan garansi dapat diperbarui, calon pembeli sebaiknya memverifikasi status garansi unit berdasarkan VIN dan dokumen kendaraan kepada BYD Indonesia.

13. Periksa Bagian Bawah Mobil

Satu bagian yang sering terlupakan ketika membeli mobil listrik bekas adalah bagian bawah kendaraan.

Baterai utama berada di area bawah lantai kendaraan. Karena itu, pemeriksaan visual pada bagian bawah mobil penting dilakukan, terutama jika kendaraan pernah melewati jalan rusak, terkena genangan, atau mengalami benturan.

Jangan membongkar komponen baterai sendiri.

Jika terlihat bekas benturan keras, deformasi, atau kerusakan pada pelindung bagian bawah, sebaiknya unit diperiksa oleh teknisi yang memahami kendaraan listrik.

14. Perawatan Mobil Bekas Tidak Hanya Soal Baterai

Kesalahan yang cukup umum adalah menganggap perawatan mobil listrik hanya berkaitan dengan baterai.

Padahal, BYD Dolphin tetap mempunyai ban, rem, suspensi, AC, wiper, kaca, lampu, sistem kemudi, dan berbagai perangkat elektronik yang membutuhkan perhatian.

Komponen yang mengalami keausan normal juga tetap harus diperiksa.

Jadi, meskipun mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen mekanis dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal, bukan berarti pemilik bisa mengabaikan jadwal perawatan.

Perawatan BYD Dolphin bekas pada dasarnya perlu berfokus pada beberapa bagian penting, terutama baterai, sistem charging, motor listrik, ban, kaki-kaki, rem, sistem pendingin, AC, serta perangkat elektronik.

Saat membeli unit bekas, jangan hanya mengecek kilometer dan kondisi bodi. Riwayat servis serta kondisi baterai juga perlu diperhatikan.

Calon pembeli sebaiknya melakukan test drive dan, jika memungkinkan, membawa kendaraan ke bengkel resmi BYD untuk pemeriksaan. Langkah tersebut dapat membantu menemukan masalah yang tidak terlihat dari pemeriksaan visual biasa.

Dengan perawatan berkala dan pemeriksaan yang tepat, BYD Dolphin bekas tetap dapat menjadi pilihan kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari.