
Subaru BRAT adalah salah satu pikap kecil paling unik yang pernah diproduksi oleh Subaru pada era 1980-an. Meski secara umum bentuknya terlihat mirip dari tahun ke tahun, ada beberapa perubahan penting antara Subaru BRAT tahun 1982 dan 1987 yang cukup signifikan, terutama pada sisi teknis, kenyamanan, dan penyempurnaan sistem penggerak.
Perbedaan ini penting dipahami oleh kolektor, penghobi, maupun pembeli mobil klasik karena bisa memengaruhi harga, keaslian, dan pengalaman berkendara secara keseluruhan.
1. Penyempurnaan Desain Eksterior
Subaru BRAT 1982 masih membawa desain khas awal generasi kedua dengan tampilan sederhana, bumper besi, dan lampu depan model kotak yang lebih “jadul”. Pada fase ini, fokus Subaru masih pada utilitarian—fungsi lebih penting daripada estetika.
Sementara Subaru BRAT 1987 sudah mendapatkan sedikit pembaruan kosmetik, terutama pada detail bumper, gril, dan beberapa aksen trim. Meski tidak drastis, perubahan ini membuat tampilan 1987 terlihat lebih “matang” dan modern untuk ukuran pikap kecil era 80-an.
Selain itu, kualitas cat dan finishing di versi akhir produksi juga sedikit lebih baik dibandingkan model awal.
2. Perubahan pada Sistem Mesin
Baik Subaru BRAT 1982 maupun 1987 sama-sama menggunakan basis mesin boxer EA series, namun terdapat penyempurnaan tuning di model 1987.
Subaru BRAT 1982 umumnya masih mengandalkan mesin EA81 dengan karakter tenaga yang cenderung kasar di putaran rendah. Responsnya cukup, tetapi belum terlalu halus.
Pada versi 1987, mesin EA81 sudah mengalami penyetelan ulang pada sistem karburator dan pengapian. Hasilnya:
Idle lebih stabil
Konsumsi bahan bakar sedikit lebih efisien
Respons throttle lebih halus
Meski tenaga puncak tidak jauh berbeda, karakter berkendara versi 1987 terasa lebih “dewasa”.
3. Sistem Penggerak 4WD yang Lebih Matang
Salah satu daya tarik utama Subaru BRAT adalah sistem penggerak 4WD dengan dual-range yang sangat ikonik.
Pada model 1982, sistem 4WD masih tergolong generasi awal. Mekanisme penguncian dan perpindahan antara 2WD dan 4WD masih terasa agak kasar dan manual.
Sedangkan pada 1987, Subaru melakukan penyempurnaan pada transfer case dan mekanisme engagement. Hasilnya:
Perpindahan mode lebih halus
Durabilitas meningkat
Reduksi gesekan internal lebih baik
Ini membuat BRAT 1987 lebih nyaman digunakan di medan off-road ringan hingga sedang.
4. Kenyamanan Interior
Interior Subaru BRAT 1982 masih sangat sederhana. Dashboard keras, fitur minim, dan ergonomi seadanya. Mobil ini benar-benar dirancang sebagai kendaraan kerja ringan.
Pada versi 1987, ada beberapa peningkatan kecil namun terasa:
Material jok lebih tebal dan nyaman
Tata letak dashboard lebih rapi
Beberapa varian mendapat tambahan fitur kenyamanan dasar
Walaupun tetap jauh dari modern, BRAT 1987 memberikan pengalaman berkendara yang sedikit lebih “manusiawi”.
5. Sistem Suspensi dan Handling
Subaru BRAT dikenal dengan suspensi independen yang cukup inovatif untuk kelas pikap kecil.
Pada 1982, setting suspensi cenderung lebih keras dan fokus pada beban angkut. Akibatnya, kenyamanan di jalan tidak rata terasa minim.
Pada 1987, terjadi revisi kecil pada peredam kejut dan setting spring rate. Dampaknya:
Redaman lebih stabil di jalan bergelombang
Handling sedikit lebih presisi
Getaran kabin berkurang
Perubahan ini membuat BRAT 1987 lebih cocok digunakan sebagai kendaraan hobi, bukan hanya kendaraan utilitarian.
6. Kualitas Produksi dan Durabilitas
Versi awal seperti 1982 biasanya memiliki toleransi produksi yang lebih “kasar” karena masih dalam fase penyempurnaan model. Beberapa unit mengalami masalah kecil seperti:
Karat lebih cepat muncul di titik tertentu
Finishing baut dan sambungan kurang rapi
Komponen karet lebih cepat getas
Pada 1987, Subaru sudah melakukan banyak penyempurnaan proses manufaktur. Hasilnya, kualitas perakitan lebih konsisten dan durabilitas komponen meningkat.
7. Nilai Koleksi dan Pasar
Dari perspektif pasar klasik, Subaru BRAT 1982 biasanya lebih dicari oleh kolektor yang ingin unit “early production” atau basis restorasi ekstrem.
Sementara BRAT 1987 lebih diminati oleh pengguna yang ingin unit siap pakai atau restorasi ringan karena kondisinya biasanya lebih baik dan lebih mudah dihidupkan.
Harga keduanya bisa sangat bervariasi tergantung kondisi, tetapi unit 1987 sering dianggap lebih “praktis”, sedangkan 1982 lebih “historical”.
8. Karakter Pengalaman Berkendara
BRAT 1982 memberikan sensasi klasik yang lebih mentah—getaran lebih terasa, suara mesin lebih kasar, dan karakter off-road lebih “liar”.
BRAT 1987 terasa lebih halus, stabil, dan mudah dikendalikan, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan mobil klasik.
Perbedaan ini membuat keduanya punya segmen penggemar masing-masing.