Review dan Sejarah VW Safari: Apakah Termasuk Mobil Klasik yang Dicari Kolektor? - Mobil.id

Review dan Sejarah VW Safari: Apakah Termasuk Mobil Klasik yang Dicari Kolektor?


HomeBlog

Volkswagen
Review dan Sejarah VW Safari: Apakah Termasuk Mobil Klasik yang Dicari Kolektor?
Penulis 7

Di antara jajaran mobil keluaran Volkswagen, nama VW Beetle (Kodok) dan Karmann Ghia mungkin masih menjadi primadona utama yang menempati puncak daftar keinginan para kolektor kelas berat. Namun, ada satu model yang belakangan ini mulai naik daun dan mencuri perhatian di pasar mobil antik: Volkswagen Type 181, atau yang di Indonesia sangat akrab dengan sebutan VW Safari. Meskipun tidak se-elegan Karmann Ghia atau se-ikonik VW Kodok, VW Safari menawarkan daya tarik unik yang membuatnya mulai konsisten diburu oleh para penggemar otomotif retro.

Menelusuri Akar Sejarah: Mobil Militer untuk Rakyat

Lahir pada tahun 1969, VW Safari sebenarnya tidak dirancang untuk menjadi mobil pesiar yang cantik. Ia adalah kendaraan militer serbaguna yang dikembangkan oleh Volkswagen untuk kebutuhan tentara Jerman Barat. Mengingat biaya produksi yang harus efisien, VW menggunakan sasis dari Karmann Ghia yang diperlebar dan mesin dari VW Beetle.

Di pasar internasional, mobil ini dikenal dengan nama The Thing di Amerika Serikat, sebuah nama yang menggambarkan bentuknya yang "aneh" dan sulit dikategorikan. Di Indonesia sendiri, sejarah VW Safari memiliki kedekatan khusus dengan birokrasi. Pada dekade 1970-an, mobil ini menjadi kendaraan dinas resmi bagi para camat. Itulah alasan mengapa hingga hari ini, banyak orang tua yang masih menyebutnya sebagai "Mobil Camat".

Desain yang Membagi Opini: Antara Unik dan Kaku

Dari sisi estetika, VW Safari memang tidak memiliki garis bodi yang seksi seperti Karmann Ghia. Bentuknya kotak, kaku, dan didominasi oleh panel plat besi yang tegas. Namun, justru kekakuan inilah yang menjadi nilai jual klasiknya.

Beberapa fitur desain yang membuatnya tetap relevan dan menarik bagi kolektor adalah:

  • Konsep Open-Air: Atap kanvas yang bisa dilipat dan pintu yang bisa dilepas dengan mudah memberikan pengalaman berkendara yang sangat terbuka.

  • Kaca Depan Lipat: Sama seperti Jeep militer, kaca depan Safari bisa direbahkan ke depan, memberikan sensasi berkendara yang sangat berbeda dari mobil kebanyakan.

  • Interior Minimalis: Tidak ada kemewahan di dalamnya. Hanya ada instrumen dasar, yang justru memudahkan pemiliknya untuk melakukan restorasi ke kondisi orisinal.

Review Performa: Jujur dan Apa Adanya

Berbicara mengenai performa, VW Safari bukanlah mobil yang menawarkan kecepatan atau kenyamanan modern. Mengandalkan mesin flat-four (boxer) berpendingin udara, mobil ini memiliki karakteristik yang sangat khas:

1. Keandalan Mesin Boxer

Mesin berpendingin udara milik VW sudah sangat legendaris dalam hal ketangguhan. Tanpa adanya sistem radiator, risiko kerusakan akibat overheat sistem pendingin cair bisa dieliminasi. Suara mesinnya yang kasar namun ritmis memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka yang menyukai mekanis murni.

2. Kemampuan Lintas Medan

Meski hanya berpenggerak roda belakang, Safari memiliki jarak terendah ke tanah (ground clearance) yang cukup tinggi. Hal ini membuatnya sangat tangguh untuk digunakan di jalanan pedesaan atau medan berbatu ringan. Inilah alasan mengapa mobil ini sering terlihat di daerah wisata dengan kontur jalan beragam.

3. Kemudahan Perawatan

Satu hal yang membuat orang tidak ragu memelihara VW Safari adalah kemudahan mencari suku cadang. Karena berbagi banyak komponen mekanis dengan VW Kodok, pemilik Safari tidak akan kesulitan menjaga mobilnya tetap hidup dan berjalan normal.


Apakah VW Safari Kini Menjadi Incaran Kolektor?

Jika dibandingkan dengan VW Kodok atau Karmann Ghia, apakah VW Safari diburu oleh kolektor? Jawabannya adalah iya, namun dengan alasan yang berbeda.

Kolektor yang Mencari "Vibe" Petualang

Jika kolektor Karmann Ghia mencari estetika dan kolektor VW Kodok mencari ikonik sejarah, maka kolektor VW Safari biasanya mencari gaya hidup. Mobil ini banyak diburu oleh mereka yang menyukai kegiatan luar ruangan, tur wisata, atau sekadar ingin tampil beda di jalan raya dengan gaya militer yang santai.

Nilai Investasi yang Mulai Stabil

Walaupun harganya belum setinggi saudaranya yang lebih mewah, nilai ekonomi VW Safari terus merangkak naik. Unit yang masih memiliki kelengkapan orisinal—seperti lampu-lampu standar militer, sistem pemanas yang masih berfungsi, hingga jok asli—kini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi di pasar barang hobi.

Kelangkaan Unit Layak Jalan

Banyak VW Safari di Indonesia yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan karena dulunya dipakai sebagai mobil operasional berat. Kelangkaan unit yang memiliki sasis lurus dan bodi minim keropos inilah yang memicu persaingan di antara para peminat mobil klasik untuk mendapatkan unit terbaik.


Tips Membeli dan Merawat sang Legenda

Bagi Anda yang mulai tertarik untuk masuk ke dunia VW, Safari bisa menjadi pintu masuk yang menarik sebelum melangkah ke model yang lebih mahal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengecek unit adalah:

  • Kondisi Sasis: Periksa area bawah, terutama di titik-titik sambungan, karena bagian ini paling rawan terhadap karat.

  • Kelengkapan Kanvas: Membeli unit dengan kerangka atap yang masih utuh dan mekanisme yang lancar akan sangat menghemat biaya restorasi.

  • Keaslian Aksesori: Semakin banyak aksesori bawaan pabrik yang menempel, semakin tinggi nilai klasik mobil tersebut di mata komunitas.

Status Klasik yang Tak Terbantahkan

Meskipun bukan merupakan "kasta tertinggi" di keluarga Volkswagen, VW Safari tetaplah sebuah mobil klasik sejati. Ia memiliki sejarah yang kuat, desain yang tidak ada duanya, dan basis penggemar yang sangat loyal.

Statusnya di mata kolektor saat ini telah bergeser dari sekadar "mobil tua murah" menjadi "mobil hobi yang berharga". Di tengah gempuran mobil modern yang serba elektronik, VW Safari menawarkan sesuatu yang langka: kejujuran mekanis dan rasa kebebasan yang mutlak. Bagi mereka yang ingin merasakan sensasi berkendara ala tahun 70-an tanpa harus merogoh kocek sedalam kolektor Karmann Ghia, VW Safari adalah pilihan yang paling masuk akal namun tetap penuh gaya.