
Pada periode 1992 hingga 1997, Ford Motor Company melanjutkan pengembangan Ford Aerostar dengan fokus pada penyempurnaan model yang sudah ada, bukan generasi baru. Periode ini dikenal sebagai fase facelift akhir (final evolution), di mana Ford menyempurnakan desain, meningkatkan kenyamanan, serta memperkuat dominasi mesin V6 sebagai pilihan utama konsumen.
Ford Aerostar 1992–1997 menjadi versi paling matang dari seluruh lini produksi Aerostar sebelum akhirnya dihentikan pada 1997.
Secara desain eksterior, Aerostar pada periode ini tetap mempertahankan bentuk boxy khas minivan era 80–90an, namun dengan sentuhan modernisasi ringan. Grille depan diperbarui dengan desain lebih bersih dan simpel, sementara lampu depan dibuat sedikit lebih modern untuk meningkatkan visibilitas dan estetika.
Walaupun tidak mengalami perubahan besar secara visual, Aerostar facelift ini terlihat lebih “rapi” dan dewasa dibandingkan model awalnya.
Platform tetap menggunakan rear-wheel drive (RWD) sebagai konfigurasi dasar, dengan opsi all-wheel drive (AWD) yang semakin populer di kalangan pengguna yang membutuhkan traksi tambahan. Struktur ini membuat Aerostar tetap unggul dalam hal stabilitas, terutama saat membawa beban penuh penumpang atau barang.
Pada sektor mesin, Ford Aerostar 1992–1997 mengalami penyempurnaan penting dengan dominasi mesin V6. Mesin 3.0 liter V6 tetap menjadi pilihan standar yang paling banyak digunakan karena keseimbangan antara efisiensi dan tenaga.
Namun yang paling signifikan adalah kehadiran mesin 4.0 liter V6 Cologne yang menjadi opsi lebih bertenaga. Mesin ini memberikan performa lebih kuat, terutama untuk penggunaan penuh muatan atau perjalanan jarak jauh. Di sisi lain, mesin 2.3 liter inline-4 mulai ditinggalkan secara bertahap karena dianggap kurang sesuai dengan kebutuhan pasar yang semakin menginginkan tenaga lebih besar.
Transmisi otomatis menjadi pilihan utama di periode ini, karena menawarkan kenyamanan berkendara yang lebih baik untuk penggunaan keluarga. Transmisi manual masih tersedia, tetapi semakin jarang digunakan pada trim yang lebih tinggi.
Masuk ke interior, Ford Aerostar 1992–1997 mengalami peningkatan kenyamanan yang cukup terasa dibandingkan generasi awal. Dashboard diperbarui dengan tata letak yang lebih ergonomis dan material yang sedikit lebih baik. Meskipun tetap sederhana, kabin Aerostar pada fase ini terasa lebih nyaman dan praktis.
Trim XLT menjadi salah satu varian paling populer karena menawarkan fitur tambahan seperti jok yang lebih nyaman, pengaturan elektrik tertentu, serta material interior yang lebih halus. Konfigurasi kursi tetap menjadi keunggulan utama Aerostar, dengan kemampuan untuk mengatur ulang atau melepas kursi belakang sesuai kebutuhan.
Fitur kenyamanan seperti AC yang lebih baik, sistem audio yang ditingkatkan, dan tambahan power window pada beberapa varian membuat Aerostar facelift ini lebih kompetitif di kelasnya.
Pada aspek keselamatan, Ford Aerostar 1992–1997 mulai memasuki era yang lebih modern dibandingkan versi awalnya. Beberapa varian sudah dilengkapi dengan airbag pengemudi, sistem pengereman yang lebih baik, serta peningkatan struktur bodi untuk perlindungan penumpang. Walaupun belum mencapai standar keselamatan modern, peningkatan ini cukup signifikan untuk era 1990-an.
Karakter berkendara Aerostar pada periode ini terasa lebih halus dan stabil. Suspensi yang disempurnakan membuat kendaraan lebih nyaman untuk perjalanan jauh, sementara konfigurasi RWD tetap memberikan kestabilan saat membawa beban.
Opsi AWD menjadi salah satu nilai jual penting, terutama di wilayah dengan kondisi jalan yang lebih menantang. Sistem ini membantu meningkatkan traksi dan kontrol, meskipun tetap difokuskan untuk penggunaan jalan raya, bukan off-road berat.
Dari sisi pasar, Ford Aerostar 1992–1997 tetap menjadi salah satu minivan yang cukup kuat bersaing di Amerika Serikat. Meskipun mulai menghadapi persaingan ketat dari minivan FWD yang lebih modern, Aerostar tetap diminati karena ketangguhan mesin V6, fleksibilitas kabin, dan kemampuan angkut yang baik.
Periode ini juga menjadi fase akhir sebelum produksi Ford Aerostar dihentikan pada 1997, menandai berakhirnya satu era penting dalam sejarah minivan Ford.
Ford Aerostar 1992–1997 menjadi versi paling matang dan lengkap dari seluruh siklus hidup model ini, menggabungkan kepraktisan, ketahanan, dan peningkatan kenyamanan dalam satu paket minivan keluarga klasik.