Review Mercedes-Benz W210 Station Wagon: Sang Legenda "New Eyes" yang Tak Lekang oleh Waktu - Mobil.id

Review Mercedes-Benz W210 Station Wagon: Sang Legenda "New Eyes" yang Tak Lekang oleh Waktu


HomeBlog

Mercedes Benz
Review Mercedes-Benz W210 Station Wagon: Sang Legenda "New Eyes" yang Tak Lekang oleh Waktu
Penulis 7

Mercedes-Benz E-Class W210, atau yang di Indonesia lebih akrab disapa dengan sebutan "New Eyes" karena desain lampu depannya yang ikonik berbentuk oval, merupakan salah satu seri yang paling dikenang dalam sejarah pabrikan asal Stuttgart ini. Namun, di antara sekian banyak varian sedan yang beredar, terdapat satu varian yang menjadi incaran para kolektor dan pecinta fungsionalitas kelas atas: W210 Station Wagon (kode sasis S210).

Mobil ini bukan sekadar kendaraan angkut barang; ia adalah perpaduan antara kemewahan klasik, kenyamanan berkendara yang superior, dan kepraktisan ruang yang sulit ditandingi oleh mobil modern sekalipun. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk memelihara unit bekasnya, mari kita bedah secara mendalam apa yang membuat mobil ini begitu istimewa dan bagaimana cara memilih unit yang sehat.

Eksplorasi Desain dan Dimensi: Estetika Bertemu Utilitas

Desain W210 Station Wagon adalah hasil karya yang sangat proporsional. Berbeda dengan beberapa wagon lain yang terlihat seperti sedan yang dipaksakan memiliki "punggung" besar, S210 memiliki garis atap yang mengalir halus dari pilar A hingga ke belakang.

  • Eksterior: Lampu bulat ganda di depan memberikan kesan prestisius dan retro. Pada varian Wagon, overhang belakang yang lebih panjang memberikan siluet yang gagah dan stabil.

  • Ruang Kargo: Keunggulan utama tentu ada pada bagasinya. Dengan kursi belakang terlipat, kapasitasnya bisa mencapai lebih dari 1.900 liter. Menariknya, banyak unit S210 yang dilengkapi dengan third-row seat (bangku baris ketiga) yang menghadap ke belakang, menjadikannya mobil 7-seater unik untuk keluarga.

  • Self-Leveling Suspension (SLS): Mayoritas varian Wagon dilengkapi dengan sistem suspensi hidrolik di bagian belakang. Sistem ini memastikan mobil tetap rata meski dimuati beban berat, menjaga handling tetap presisi.

Performa Mesin: Pilihan dari yang Ekonomis hingga yang Buas

Mercedes-Benz menawarkan berbagai pilihan mesin untuk seri ini. Di pasar mobil bekas, Anda akan sering menemukan beberapa tipe populer:

  1. E230 (M111): Mesin 4-silinder 2.3L yang sangat bandel dan relatif mudah perawatannya. Cocok untuk penggunaan harian karena konsumsi bahan bakar yang lebih masuk akal.

  2. E320 (M104 atau M112): Mesin 6-silinder yang menawarkan kehalusan luar biasa. Varian M112 (V6) dikenal sangat responsif dan memiliki suara yang merdu, meskipun perawatannya sedikit lebih kompleks dibanding mesin 4-silinder.

  3. Varian AMG: Jika beruntung, Anda mungkin menemukan E55 AMG Wagon yang merupakan monster di jalanan dengan mesin V8.

Transmisi otomatis 5-percepatan (722.6) yang disematkan pada W210 juga dikenal sebagai salah satu transmisi paling tangguh yang pernah dibuat oleh Mercedes-Benz, asalkan rutin mendapatkan penggantian oli.

Kenyamanan Interior dan Fitur Keselamatan

Masuk ke dalam kabin, Anda akan disambut oleh material khas Mercedes-Benz era 90-an yang solid. Kayu walnut asli, jok kulit berkualitas tinggi, dan dashboard yang ergonomis menciptakan suasana yang menenangkan.

Meskipun sudah berusia lebih dari dua dekade, W210 Wagon sudah dibekali fitur keselamatan yang cukup modern pada zamannya, seperti:

  • Sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System).

  • ASR (Acceleration Skid Control) atau ESP pada model yang lebih muda.

  • Side airbags yang memberikan perlindungan ekstra.

  • Struktur bodi yang dirancang dengan crumple zone yang sangat efektif.


Penyakit Khas dan Kekurangan yang Perlu Diwaspadai

Tidak ada mobil yang sempurna, begitu pula dengan W210 Station Wagon. Sebelum membeli, Anda harus memahami potensi masalah yang sering muncul:

  1. Karat (Rust): Ini adalah musuh terbesar W210. Karat sering muncul di area sekitar kunci bagasi, bagian bawah pintu, spakbor, dan dudukan suspensi depan (spring perches). Jika dudukan suspensi ini keropos, per bisa terlepas dan berisiko kecelakaan.

  2. Wiring Harness: Pada model produksi awal (1996-1997), kabel-kabel mesin seringkali menggunakan bahan yang ramah lingkungan namun mudah terkelupas (getas) karena panas mesin, yang dapat menyebabkan korsleting.

  3. Sistem SLS: Suspensi hidrolik belakang sangat nyaman, namun jika bocor atau akumulatornya mati, perbaikannya cukup menguras kantong. Tanda-tandanya adalah bantingan belakang yang terasa sangat keras seperti tidak ada suspensi.

  4. Elektronik (Pixels): Masalah estetika yang umum adalah layar digital pada instrument cluster (jam dan suhu luar) yang pikselnya mati atau terputus-putus.


Panduan Lengkap Memilih Mercedes W210 Wagon Bekas

Mengingat populasinya yang jauh lebih sedikit dibanding varian sedan, memilih W210 Wagon memerlukan ketelitian ekstra. Berikut adalah langkah-langkah inspeksi yang wajib Anda lakukan:

1. Inspeksi Bodi dan Sasis (Prioritas Utama)

Jangan hanya melihat cat yang mengkilap. Bawa senter dan periksa area kolong. Pastikan tidak ada tanda-tanda karat parah di spring perches depan. Periksa juga area di bawah karpet bagasi belakang, karena air sering merembes dari jendela samping atau sunroof yang salurannya tersumbat, memicu karat tersembunyi.

2. Cek Kesehatan Mesin dan Transmisi

Nyalakan mesin dalam kondisi dingin. Dengarkan apakah ada suara kasar dari rantai keteng (timing chain) atau lifter klep. Periksa juga apakah ada asap biru dari knalpot. Untuk transmisi, coba pindahkan tuas dari P ke R dan D. Jika ada entakan yang sangat keras (jedug), bisa jadi ada masalah pada body valve atau mounting transmisi.

3. Uji Coba Sistem SLS (Self-Leveling Suspension)

Mintalah dua atau tiga orang duduk di bagasi belakang saat mesin menyala. Perhatikan apakah bagian belakang mobil naik secara otomatis kembali ke posisi semula. Jika tidak bergerak atau tetap amblas, sistem SLS bermasalah. Pastikan juga tidak ada rembesan oli di sekitar shockbreaker hidrolik belakang.

4. Periksa Riwayat Perawatan (Service Record)

Mobil Eropa sangat bergantung pada perawatan rutin. Mintalah buku servis atau tumpukan kuitansi perbaikan. Pemilik yang antusias biasanya menyimpan semua catatan perbaikan. Jika pemilik sebelumnya menggunakan oli mesin berkualitas dan rutin mengganti air radiator dengan coolant asli, itu adalah nilai plus besar.

5. Cek Kondisi Interior dan Kelengkapan Wagon

Pastikan mekanisme lipat kursi belakang berfungsi lancar. Cek juga kelengkapan khas Wagon seperti tonneau cover (penutup bagasi) dan jaring pembatas (dog net). Barang-barang ini sangat sulit dicari copotannya dan harganya cukup mahal jika harus memesan dari luar negeri.


Mengapa Harus Membeli W210 Wagon Sekarang?

Secara investasi, Mercedes-Benz Station Wagon hampir selalu memiliki nilai yang lebih stabil atau bahkan naik dibandingkan varian sedannya. Hal ini dikarenakan faktor kelangkaan (scarcity). Di komunitas pecinta Mercedes-Benz, memiliki sebuah "Estate" atau "Wagon" memberikan prestise tersendiri.

Selain itu, W210 adalah model terakhir yang masih terasa sangat "mekanikal" sebelum Mercedes-Benz beralih ke sistem elektronik yang sangat rumit pada generasi W211 awal. Ini menjadikannya mobil yang masih bisa diperbaiki oleh bengkel spesialis tanpa ketergantungan penuh pada komputer pabrikan yang mahal.

Tips Tambahan bagi Pemilik Baru

  • Bergabunglah dengan Komunitas: Komunitas seperti Mercedes-Benz Club Indonesia (W210 section) atau grup Wagon Enthusiast akan sangat membantu Anda menemukan akses ke suku cadang langka dan rekomendasi bengkel terpercaya.

  • Gunakan Suku Cadang Orisinal atau OEM: Jangan tergiur suku cadang murah tanpa merek. Komponen seperti sensor-sensor (MAF, Crankshaft) harus menggunakan merek Bosch atau original Mercedes agar performa tetap prima.

  • Perhatikan Sistem Pendingin: Pastikan kipas tambahan (extra fan) dan visco fan bekerja normal. Mesin Mercedes sangat sensitif terhadap panas berlebih (overheat).

Merawat Mercedes-Benz W210 Station Wagon memang membutuhkan dedikasi dan biaya ekstra dibandingkan mobil Jepang biasa. Namun, kepuasan saat mengendarainya di jalan tol dengan kestabilan yang mantap, serta pandangan kagum dari orang lain saat Anda parkir di pusat perbelanjaan, akan membayar lunas semua investasi yang Anda keluarkan.

W210 Wagon adalah simbol gaya hidup yang cerdas: mengutamakan fungsi tanpa mengorbankan gengsi. Jika Anda menemukan unit dengan kondisi bodi yang bebas karat dan mesin yang sehat, jangan ragu untuk segera meminangnya, karena unit berkualitas tidak akan lama berada di pasar jual-beli.