Review Subaru Impreza Generasi Kedua: Panduan Lengkap Semua Varian dari Bugeye hingga Hawkeye - Mobil.id

Review Subaru Impreza Generasi Kedua: Panduan Lengkap Semua Varian dari Bugeye hingga Hawkeye


HomeBlog

Subaru
Review Subaru Impreza Generasi Kedua: Panduan Lengkap Semua Varian dari Bugeye hingga Hawkeye
Penulis 8

Subaru Impreza generasi kedua (sasis GD untuk sedan dan GG untuk wagon) merupakan salah satu lini mobil sport legendaris yang memiliki tempat khusus di hati para pencinta otomotif dunia. Diproduksi antara tahun 2000 hingga 2007, generasi ini tidak hanya terkenal karena dominasinya di kejuaraan reli dunia (WRC), tetapi juga karena evolusi desainnya yang sangat radikal. Selama masa baktinya, Subaru melakukan dua kali perombakan wajah besar-besaran, yang melahirkan tiga julukan ikonik di kalangan petrolhead: Bugeye, Blobeye, dan Hawkeye. Memahami karakteristik setiap varian adalah hal wajib sebelum Anda memutuskan untuk meminang mobil legendaris ini.

Era Impreza Gen 2 Awal: Karakter Unik "Bugeye" (2000–2002)

Evolusi generasi kedua dimulai dengan peluncuran varian yang kerap disebut sebagai "Bugeye". Sebutan ini lahir dari desain lampu depan berbentuk bulat besar yang menyerupai mata serangga. Saat pertama kali diperkenalkan, desain ini sempat menuai kontroversi karena dianggap terlalu kalem dan kurang agresif jika dibandingkan dengan generasi pertama (GC8) yang sangat kaku dan intimidatif. Namun, di balik kontroversi kosmetiknya, Subaru menanamkan peningkatan sasis yang jauh lebih kaku dan rigiditas torsi yang lebih baik.

Di sektor dapur pacu harian, Subaru menyediakan varian Naturally Aspirated (NA) seperti tipe 1.5R dan 2.0R yang menggunakan mesin Boxer EJ15 dan EJ20 non-turbo. Varian ini ditujukan untuk konsumen yang menginginkan reliabilitas mesin harian dan efisiensi bahan bakar tanpa kehilangan kestabilan sistem penggerak legendaris Symmetrical All-Wheel Drive (AWD) khas Subaru. Sementara untuk pencinta kecepatan, varian Impreza WRX hadir dengan mesin EJ205 2.0L Turbocharged yang mampu menyemburkan tenaga hingga 215 hp. Pada era Bugeye pula, varian tertinggi WRX STi (Subaru Tecnica International) diperkenalkan kembali secara global dengan mesin EJ207 yang memiliki rev-limit tinggi dan performa fantastis berkat sentuhan komponen internal forged.

Penyempurnaan Estetika dan Performa: Era "Blobeye" (2003–2005)

Merespons kritik massal terhadap lampu bulat Bugeye, desainer Peter Stevens melakukan desain ulang pada tahun 2003. Lahirlah varian facelift pertama yang dikenal sebagai "Blobeye". Lampu depannya kini dibuat lebih menyudut ke dalam dengan bentuk tetesan air yang jauh lebih dinamis dan agresif. Perubahan ini sukses besar dan membuat popularitas Impreza generasi kedua melesat tajam di pasar global maupun Indonesia.

Secara mekanis, Blobeye membawa banyak improvisasi penting, terutama pada sektor suspensi dan sistem AWD. Pada varian WRX, tenaga mesin ditingkatkan menjadi sekitar 225 hp. Lompatan terbesar ada pada varian WRX STi Blobeye. Untuk pasar Amerika Utara, Subaru mulai memperkenalkan mesin EJ257 2.5L Turbo, sementara pasar Jepang (JDM) tetap mempertahankan mesin EJ207 2.0L Twin-scroll Turbo yang sangat responsif. WRX STi di era ini juga mulai dilengkapi dengan fitur Driver's Controlled Center Differential (DCCD) yang memungkinkan pengemudi mengatur distribusi torsi antara roda depan dan belakang secara manual, memberikan kontrol traksi yang luar biasa di berbagai medan.

Puncak Evolusi Sasis GD/GG: Era "Hawkeye" (2006–2007)

Evolusi terakhir dari generasi kedua diperkenalkan pada akhir tahun 2005 untuk model tahun 2006 dan 2007. Varian ini dijuluki "Hawkeye" karena bentuk lampu utamanya yang tajam, menyipit, dan menyerupai mata burung elang. Desain ini mengadopsi bahasa desain baru Subaru yang terinspirasi dari perusahaan induk mereka yang bergerak di industri kedirgantaraan, lengkap dengan kisi-kisi gril tengah berbentuk tiga bagian (three-section grill).

Bukan sekadar kosmetik, Hawkeye merupakan puncak kesempurnaan mekanis dari sasis GD/GG. Pada era ini, varian WRX standar pun naik kelas dengan menggusur mesin 2.0L dan menggantinya dengan mesin EJ255 2.5L Turbo. Hasilnya, torsi pada putaran bawah melimpah ruah, membuat mobil ini jauh lebih menyenangkan untuk dikendarai di kondisi lalu lintas perkotaan. Untuk varian tertinggi, WRX STi Hawkeye dibekali aerodinamika yang lebih advanced, termasuk penambahan roof vane spoiler di atas kaca belakang untuk mengalirkan angin lebih optimal ke rear wing besar di bagasi. Sektor pengereman di semua lini WRX dan STi juga semakin diperkuat dengan penggunaan kaliper Brembo performa tinggi. Bagi mereka yang menginginkan utilitas lebih, Subaru tetap menyediakan varian Sports Wagon (GG) di ketiga era tersebut, menggabungkan kepraktisan ruang bagasi luas dengan sensasi berkendara sedan reli yang rigid.