Review Subaru Legacy BC Sedan Klasik Era 1980-an - Mobil.id

Review Subaru Legacy BC Sedan Klasik Era 1980-an


HomeBlog

Subaru
Review Subaru Legacy BC Sedan Klasik Era 1980-an
Penulis 8

Subaru Legacy BC Sedan yang diperkenalkan pada tahun 1989 menjadi salah satu mobil paling penting dalam sejarah Subaru. Sedan ini bukan hanya kendaraan keluarga biasa, tetapi model yang membantu mengubah citra Subaru menjadi produsen mobil AWD modern dengan karakter unik.

Pada akhir 1980-an, pasar sedan Jepang sedang berkembang sangat cepat. Produsen seperti Toyota, Honda, dan Mazda berlomba menghadirkan sedan modern dengan teknologi baru dan desain lebih aerodinamis.

Subaru yang saat itu masih dianggap produsen kecil membutuhkan kendaraan baru yang mampu bersaing secara global. Dari situlah lahir Subaru Legacy BC Sedan.

Ketika pertama kali diluncurkan, Legacy BC langsung terlihat berbeda dibanding model Subaru sebelumnya seperti Leone.

Desain Legacy BC jauh lebih modern dengan bentuk bodi aerodinamis khas akhir 1980-an. Garis-garis tajam mulai dikurangi dan digantikan lekukan halus untuk meningkatkan efisiensi udara serta stabilitas kecepatan tinggi.

Lampu depan berbentuk persegi panjang dan grille sederhana memberi kesan elegan namun tetap konservatif. Subaru tidak mencoba membuat Legacy terlihat terlalu sporty atau futuristis.

Sebaliknya, mereka memilih desain yang dewasa dan aman agar mudah diterima pasar global.

Meskipun sekarang terlihat sederhana, desain Legacy BC pada masanya termasuk modern dan cukup premium untuk ukuran sedan Jepang awal 1990-an.

Salah satu keunggulan utama Legacy BC adalah penggunaan mesin boxer.

Berbeda dari mayoritas sedan Jepang lain yang menggunakan mesin inline, Subaru tetap mempertahankan konfigurasi horizontal-opposed khas mereka.

Mesin boxer memiliki keunggulan pusat gravitasi lebih rendah sehingga mobil terasa lebih stabil saat bermanuver.

Legacy BC menggunakan beberapa pilihan mesin EJ-series seperti EJ18, EJ20, dan EJ22 tergantung pasar dan varian.

Mesin EJ22 menjadi salah satu yang paling terkenal karena reputasinya sangat awet dan minim masalah.

Banyak pengguna Subaru hingga sekarang masih menganggap EJ22 sebagai salah satu mesin naturally aspirated terbaik yang pernah dibuat Subaru.

Karakter mesin boxer Legacy BC juga terasa unik dibanding sedan Jepang lain pada zamannya.

Suara mesin terdengar lebih berat dan posisi mesin rendah membantu handling terasa lebih stabil di jalan berliku.

Selain mesin boxer, teknologi yang paling membuat Legacy BC menonjol adalah Symmetrical AWD.

Pada akhir 1980-an, penggunaan AWD permanen di sedan keluarga masih sangat jarang.

Sebagian besar rival Legacy menggunakan penggerak roda depan karena lebih murah dan efisien.

Namun Subaru justru menjadikan AWD sebagai identitas utama Legacy.

Sistem Symmetrical AWD Subaru dirancang agar distribusi tenaga dan bobot kendaraan tetap seimbang dari depan hingga belakang.

Hasilnya, Legacy BC memiliki traksi sangat baik di berbagai kondisi jalan termasuk hujan, salju, dan jalan pegunungan.

Inilah yang membuat Legacy cepat populer di Amerika Utara terutama di wilayah dengan musim dingin.

Banyak konsumen memilih Legacy karena memberikan rasa aman dan stabil dibanding sedan biasa.

Dari sisi kenyamanan, Legacy BC termasuk cukup baik untuk zamannya.

Suspensi dirancang agar nyaman digunakan perjalanan jauh tanpa mengorbankan stabilitas.

Kabinnya juga lebih luas dibanding model Subaru sebelumnya.

Dashboard memiliki desain sederhana namun ergonomis dengan tata letak tombol yang mudah dijangkau pengemudi.

Material interior memang masih khas mobil Jepang era 1980-an dengan dominasi plastik keras, tetapi kualitas perakitannya cukup solid.

Kursi Legacy BC terkenal nyaman digunakan touring jarak jauh.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa sedan ini cukup populer di kalangan keluarga dan pengguna harian.

Selain varian standar, Subaru juga menghadirkan Legacy RS Turbo yang menjadi model performa paling terkenal generasi pertama.

Varian RS menggunakan mesin boxer EJ20 turbo dan AWD permanen dengan performa jauh lebih agresif.

Legacy RS Turbo memiliki peran penting dalam dunia motorsport Subaru.

Sebelum era Subaru Impreza WRX STI terkenal di reli dunia, Legacy RS lebih dulu digunakan Subaru dalam ajang World Rally Championship.

Mobil tersebut membantu membangun reputasi Subaru sebagai produsen kendaraan turbo AWD performa tinggi.

Salah satu hal menarik dari Legacy BC adalah ketangguhannya.

Pada tahun 1990, Subaru menggunakan Legacy RS untuk memecahkan FIA World Speed Endurance Record di Arizona Test Center.

Mobil ini mampu melaju dalam pengujian jarak jauh dengan kecepatan tinggi tanpa mengalami masalah besar.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti durability mesin boxer dan AWD Subaru.

Meski memiliki banyak keunggulan, Legacy BC juga memiliki beberapa kelemahan khas mobil era tersebut.

Konsumsi bahan bakar AWD cenderung lebih tinggi dibanding sedan FWD biasa.

Selain itu, beberapa komponen elektronik mulai sulit ditemukan karena usia kendaraan yang sudah lebih dari 30 tahun.

Karat pada bodi juga menjadi masalah umum terutama di negara dengan musim dingin dan penggunaan garam jalan.

Namun di kalangan enthusiast, kekurangan tersebut tidak mengurangi daya tarik Legacy BC.

Banyak penggemar Subaru justru menyukai karakter mekanikal dan sensasi analog mobil ini.

Legacy BC dianggap sebagai sedan klasik yang masih mempertahankan pengalaman berkendara murni sebelum era elektronik modern mendominasi industri otomotif.

Produksi Legacy BC berakhir pada tahun 1993 sebelum digantikan oleh generasi kedua BD yang tampil lebih membulat dan modern.

Meski sudah tergolong mobil klasik, Legacy BC tetap memiliki komunitas penggemar loyal hingga sekarang.

Mobil ini bukan hanya sedan keluarga biasa, tetapi salah satu model yang membentuk identitas modern Subaru di pasar global.