
Ketika berbicara tentang silsilah Silvia, banyak orang sering kali melompat dari era CSP311 yang ultra-langka langsung ke era S13 yang populer. Namun, terdapat satu periode krusial yang membentuk identitas mobil ini sebagai sport coupeyang tangguh dan terjangkau, yaitu era Datsun Silvia S110 (generasi ketiga) dan Nissan Silvia S12 (generasi keempat). Era ini merupakan masa transisi besar, di mana merek "Datsun" mulai perlahan digantikan oleh "Nissan" di panggung global.
Di Indonesia, model-model ini memiliki tempat spesial di hati para pecinta mobil retro. Jika S15 adalah raja di lintasan drift modern, maka S110 dan S12 adalah pahlawan jalanan pada masanya. Kehadiran mereka di tanah air membawa angin segar bagi anak muda tahun 80-an yang menginginkan mobil dengan performa mumpuni namun tetap memiliki sisi kemewahan dan kepraktisan sebuah coupe.
Datsun Silvia S110: Sang "Gazelle" yang Anggun
Diluncurkan pada tahun 1979, seri S110 hadir dengan desain kotak yang sangat maskulin, mengikuti tren estetika dunia otomotif akhir 70-an. Di beberapa pasar, mobil ini juga dikenal dengan nama Nissan Gazelle, varian yang sedikit lebih mewah dengan detail interior yang lebih eksklusif.
Desain Kotak dan Varian Bodi S110 ditawarkan dalam dua bentuk bodi: notchback coupe tradisional dan 3-door hatchback. Garis-garisnya yang tegas, penggunaan lampu depan ganda berbentuk kotak, serta grille depan yang menonjol memberikan karakter yang sangat kuat. Di Indonesia, unit S110 yang masih tersisa sering kali menjadi pusat perhatian dalam pameran mobil retro. Keunikan desainnya yang kaku namun aerodinamis mencerminkan optimisme teknologi pada dekade tersebut.
Inovasi Mesin Seri Z dan L Di balik kap mesinnya, S110 menggunakan berbagai pilihan mesin yang sangat handal. Mulai dari mesin seri L yang legendaris hingga seri Z yang lebih modern dengan teknologi busi ganda (Twin Spark). Untuk pasar global, terdapat pula varian 240RS yang dibangun khusus untuk reli dunia (WRC), menunjukkan bahwa platform S110 bukan hanya soal gaya, tetapi juga soal ketangguhan mekanikal yang luar biasa.
Nissan Silvia S12: Masuk ke Era Pop-Up Headlight
Pada tahun 1983, Nissan memperkenalkan generasi S12. Inilah saat di mana identitas "Datsun" benar-benar mulai pudar dan digantikan sepenuhnya oleh logo "Nissan". S12 membawa perubahan radikal dalam hal estetika dan teknologi, menyesuaikan diri dengan era futuristik tahun 80-an.
Estetika Futuristik dan Lampu Pop-Up Ciri khas paling ikonik dari Nissan Silvia S12 adalah penggunaan lampu depan model pop-up (tersembunyi). Desain ini sangat digemari dan menjadi standar keren pada masanya. Bodinya dibuat lebih melandai dan tajam, memberikan koefisien hambat udara yang lebih rendah. Di Indonesia, S12 sering kali disandingkan dengan rival abadinya, Toyota Celica atau Mitsubishi Starion. Kehadirannya di jalanan kota-kota besar seperti Jakarta pada era 80-an merupakan simbol kemapanan dan selera otomotif yang progresif.
Diversifikasi Mesin: Dari CA hingga FJ S12 adalah panggung bagi berbagai inovasi mesin Nissan. Generasi ini mulai menggunakan mesin seri CA yang efisien serta mesin FJ20ET yang legendaris—mesin turbocharger yang sangat bertenaga dan menjadi basis bagi banyak mobil balap Nissan. Penggunaan suspensi independen di bagian belakang pada varian tertentu membuat pengendalian S12 jauh lebih tajam dibandingkan pendahulunya, memberikan sensasi berkendara sporty yang sesungguhnya.
Eksistensi dan Kelangkaan di Pasar Indonesia
Mengapa mencari S110 atau S12 di Indonesia saat ini terasa seperti mencari jarum dalam jerami? Jawabannya terletak pada dinamika impor dan tren penggunaan di masa lalu.
Populasi di Tanah Air Pada masa edarnya, mobil-mobil ini masuk ke Indonesia dalam jumlah yang terbatas, baik melalui skema impor resmi terbatas maupun melalui jalur pribadi. S110 dan S12 bukanlah mobil volume besar seperti Datsun 120Y atau Nissan Sunny. Mereka adalah mobil niche yang dimiliki oleh kalangan penghobi. Seiring berjalannya waktu, banyak unit yang terbengkalai karena kesulitan mencari komponen bodi yang spesifik, sehingga populasi yang masih dalam kondisi prima saat ini sangatlah sedikit.
Nilai Koleksi dan Restorasi Bagi komunitas mobil retro di Indonesia, merestorasi S110 atau S12 adalah sebuah dedikasi tingkat tinggi. Mencari trim interior asli, lampu belakang yang masih bening, atau emblem orisinal sering kali mengharuskan pemiliknya berburu hingga ke situs lelang internasional di Jepang. Namun, perjuangan ini sebanding dengan hasilnya. Sebuah Nissan Silvia S12 yang terestorasi sempurna dengan mesin CA18DET atau FJ20 memiliki nilai jual yang terus merangkak naik dan selalu menjadi primadona di setiap pertemuan komunitas JDM klasik.
Datsun Silvia S110 dan Nissan Silvia S12 mungkin tidak memiliki popularitas budaya pop sebesar seri S13 atau S15, namun tanpa keberanian Nissan melakukan eksperimen desain dan teknologi pada kedua generasi ini, silsilah Silvia mungkin sudah terputus di tengah jalan. Mereka adalah "penjaga api" semangat Silvia yang menghubungkan keindahan klasik era 60-an dengan keganasan performa turbo era 90-an.
Di Indonesia, keberadaan mereka adalah pengingat akan masa-masa di mana desain mobil memiliki karakter yang sangat kuat dan mekanikal yang jujur. Bagi para pecinta otomotif nusantara, S110 dan S12 akan selalu dihormati sebagai pionir yang membawa identitas sport coupe Jepang ke jalanan tanah air, membuktikan bahwa nama Silvia selalu identik dengan harmoni antara gaya dan performa, di era mana pun ia berada.