
Subaru Impreza WRX generasi ketiga (2007–2011) dengan kode GR (sedan) adalah salah satu varian paling ikonik dalam lini GE/GH/GR. Ini adalah versi yang benar-benar mulai memisahkan diri dari varian harian, karena sudah masuk ke dunia performa turbo yang serius, namun masih cukup “usable” untuk penggunaan sehari-hari.
WRX GR hadir sebagai evolusi dari tradisi rally Subaru yang sudah terkenal sejak era sebelumnya. Dengan mesin boxer turbocharged, mobil ini menawarkan karakter berkendara yang jauh lebih agresif dibanding varian naturally aspirated seperti 1.5i, 2.0i, atau 2.5i. Subaru tetap mempertahankan sistem AWD Symmetrical, tetapi tuning-nya dibuat lebih fokus pada performa dan grip maksimal.
Secara desain, WRX GR Sedan tampil lebih lebar, lebih agresif, dan lebih siap tempur. Ciri paling mudah dikenali adalah hood scoop besar di kap mesin yang menjadi suplai udara untuk intercooler. Bumper depan dibuat lebih sporty, side skirt lebih tegas, dan stance mobil lebih rendah serta lebar dibanding varian standar. Semua elemen ini bukan hanya estetika, tetapi juga fungsi aerodinamika dan pendinginan.
Mesin WRX generasi ini menggunakan boxer 2.5 liter turbo (di banyak pasar), yang menghasilkan tenaga sekitar 230–265 hp tergantung spesifikasi regional. Karakter mesinnya sangat khas Subaru: torsi besar di putaran menengah dan dorongan turbo yang terasa kuat saat boost masuk. Inilah yang membuat WRX terasa “hidup” dibanding varian NA.
Akselerasi WRX GR jauh lebih cepat dibanding varian Impreza biasa. Mobil ini mampu melesat dengan respons yang agresif, terutama saat turbo sudah aktif. Namun, karakter turbo lag masih terasa di RPM rendah, sehingga pengemudi perlu memahami cara mengendalikan power band-nya agar performa maksimal bisa dirasakan.
Sistem AWD Symmetrical pada WRX tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk performa. Distribusi tenaga ke empat roda membantu mobil tetap menempel di aspal saat akselerasi keras maupun saat keluar tikungan. Inilah yang membuat WRX sangat stabil dan percaya diri di berbagai kondisi jalan, termasuk jalan basah atau permukaan tidak rata.
Suspensi WRX GR juga jauh lebih kaku dibanding varian standar. Setting ini memberikan handling yang tajam dan responsif, namun mengorbankan sedikit kenyamanan. Saat digunakan harian, mobil terasa lebih firm, terutama di jalan berlubang atau tidak rata. Namun, kompromi ini wajar mengingat fokus utama WRX adalah performa.
Interior WRX masih mempertahankan layout dasar Impreza Gen 3, tetapi dengan sentuhan sporty. Jok biasanya lebih suportif, posisi duduk lebih rendah, dan beberapa trim interior mendapat aksen sporty. Meskipun tidak semewah mobil sport modern, kabin WRX tetap fungsional untuk penggunaan harian.
Dari sisi handling, WRX GR dikenal sangat seimbang. Steering terasa lebih berat dan presisi dibanding varian biasa, memberikan feedback yang lebih jelas kepada pengemudi. Mobil ini sangat responsif di tikungan, dengan karakter understeer yang minim jika dikendalikan dengan benar.
Namun, WRX tetap bukan mobil tanpa kompromi. Konsumsi bahan bakar lebih tinggi, biaya perawatan lebih mahal, dan karakter berkendara yang lebih agresif membuatnya kurang ideal untuk pengguna yang hanya mencari kenyamanan. Mobil ini lebih cocok untuk pengemudi yang memang menginginkan pengalaman sporty setiap hari.
Secara keseluruhan, WRX GR Sedan adalah titik tengah antara mobil harian dan mobil performa serius. Ia masih cukup nyaman untuk dipakai sehari-hari, tetapi memiliki potensi performa yang jauh di atas rata-rata mobil kompak pada zamannya.