Subaru Legacy Sebelum Era Impreza WRX di Dunia Reli - Mobil.id

Subaru Legacy Sebelum Era Impreza WRX di Dunia Reli


HomeBlog

Subaru
Subaru Legacy Sebelum Era Impreza WRX di Dunia Reli
Penulis 8

Sebelum Subaru Impreza WRX menjadi ikon reli dunia, Subaru Legacy sudah lebih dulu membuka jalan bagi kesuksesan Subaru di ajang motorsport internasional. Banyak penggemar otomotif mengenal Subaru melalui Impreza biru dengan livery emas khas World Rally Championship atau WRC, tetapi sejarah reli Subaru sebenarnya dimulai dari Legacy RS Turbo pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an.

Pada era tersebut, Subaru masih dianggap produsen kecil dibanding pabrikan besar Jepang dan Eropa. Nama seperti Toyota, Lancia, dan Ford lebih dulu mendominasi dunia reli internasional.

Subaru ingin meningkatkan reputasi global mereka melalui motorsport. Reli dipilih karena dianggap sebagai tempat terbaik untuk membuktikan ketangguhan sistem AWD dan mesin boxer turbo yang menjadi ciri khas Subaru.

Ketika Legacy diluncurkan pada tahun 1989, Subaru langsung menyiapkan versi performa tinggi bernama Legacy RS Turbo. Mobil ini menggunakan mesin boxer EJ20 turbo dan sistem Symmetrical AWD permanen yang dirancang untuk menghadapi lintasan reli dengan berbagai kondisi ekstrem.

Legacy RS Turbo menjadi mobil reli utama Subaru sebelum hadirnya Impreza WRX. Pada awal 1990-an, Subaru World Rally Team mulai menggunakan Legacy dalam ajang World Rally Championship untuk menghadapi kompetisi global.

Dibanding mobil reli lain pada zamannya, Legacy memiliki ukuran bodi yang cukup besar karena berasal dari platform sedan menengah. Hal tersebut membuat Legacy sedikit kurang lincah di tikungan sempit dibanding rival yang lebih kecil dan ringan.

Namun Subaru memiliki keunggulan besar pada sistem AWD dan kestabilan kendaraan. Mesin boxer yang dipasang rendah membantu menciptakan pusat gravitasi lebih baik sehingga Legacy tetap stabil saat melaju di jalan tanah, salju, maupun aspal basah.

Legacy RS Turbo juga terkenal memiliki traksi sangat baik dalam kondisi cuaca buruk. Di lintasan reli bersalju dan berlumpur, AWD Subaru mulai memperlihatkan potensinya sebagai teknologi yang sangat kompetitif.

Pada era awal reli Subaru, salah satu tokoh penting yang terlibat adalah Colin McRae. Sebelum menjadi legenda bersama Impreza WRX, McRae lebih dulu mengendarai Legacy dalam beberapa kompetisi WRC.

Selain Colin McRae, pembalap seperti Markku Alén dan Ari Vatanen juga menjadi bagian dari era reli awal Subaru ketika Legacy digunakan di kompetisi internasional.

Salah satu pencapaian penting Legacy dalam reli terjadi pada tahun 1993 ketika Colin McRae meraih kemenangan di Rally New Zealand. Kemenangan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah motorsport Subaru karena menunjukkan bahwa Subaru mampu bersaing melawan tim-tim besar dunia.

Selain kemenangan reli, Legacy juga membantu Subaru mengembangkan pengalaman teknis yang sangat penting. Dari mobil inilah Subaru mempelajari banyak hal mengenai pengaturan suspensi reli, distribusi tenaga AWD, durability drivetrain, dan pengembangan mesin turbo untuk kompetisi.

Legacy menjadi laboratorium berjalan bagi Subaru dalam mengembangkan teknologi motorsport mereka. Banyak komponen dan filosofi performa yang kemudian diwariskan ke Impreza WRX berasal dari pengalaman menggunakan Legacy di reli internasional.

Mesin boxer EJ20 turbo pada Legacy RS menjadi dasar pengembangan mesin performa Subaru di era berikutnya. Sistem AWD permanen yang digunakan Legacy juga terus disempurnakan sebelum akhirnya menjadi salah satu teknologi paling terkenal dalam dunia reli.

Meski memiliki kemampuan baik, Legacy tetap menghadapi tantangan karena ukuran bodinya lebih besar dibanding mobil reli kompak lain. Pada awal 1990-an, tren WRC mulai bergerak ke arah kendaraan yang lebih kecil, ringan, dan agresif.

Subaru menyadari bahwa mereka membutuhkan mobil baru yang lebih sesuai dengan karakter reli modern. Dari sinilah lahir proyek Subaru Impreza WRX STI yang kemudian menggantikan Legacy sebagai mobil reli utama Subaru.

Impreza memiliki bodi lebih ringkas, bobot lebih ringan, dan handling lebih agresif dibanding Legacy. Teknologi AWD dan mesin turbo yang dikembangkan melalui Legacy kemudian disempurnakan pada Impreza WRX.

Ketika Impreza mulai mendominasi WRC pada pertengahan 1990-an, banyak orang mulai melupakan kontribusi Legacy dalam sejarah reli Subaru. Padahal tanpa Legacy, Subaru mungkin tidak akan memiliki dasar teknis dan pengalaman kompetisi yang cukup untuk mencapai kesuksesan besar di era Impreza.

Selain reli internasional, Legacy juga populer di berbagai ajang motorsport regional dan tuning jalanan. Varian Legacy RS Turbo dan GT menjadi favorit enthusiast karena menawarkan kombinasi performa turbo, AWD, dan kenyamanan sedan keluarga.

Di Jepang, Legacy twin turbo bahkan mendapat reputasi sebagai sleeper car karena tampilannya sederhana tetapi memiliki performa yang sangat agresif. Banyak penggemar JDM menganggap Legacy sebagai salah satu sedan turbo AWD paling menarik pada era 1990-an.

Warisan reli Legacy masih terasa hingga sekarang. Teknologi AWD Subaru modern, karakter mesin boxer turbo, dan filosofi handling stabil semuanya berkembang dari pengalaman Subaru menggunakan Legacy di lintasan reli internasional.

Meski produksinya dihentikan pada tahun 2025, Legacy tetap dikenang sebagai mobil yang membuka jalan bagi kejayaan Subaru di dunia reli sebelum era Impreza WRX mendominasi motorsport global.