
Perdebatan antara mobil listrik dan mobil bensin semakin panas, terutama ketika membahas soal biaya. Banyak yang mengatakan mobil listrik seperti Tesla, Inc. lebih hemat dalam jangka panjang. Namun, apakah benar demikian?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat lebih dalam—bukan hanya harga beli, tetapi juga biaya operasional, perawatan, hingga nilai jangka panjang.
Harga Awal: Tesla Lebih Mahal
Tidak bisa dipungkiri, harga Tesla di Indonesia masih tergolong tinggi karena impor.
Sebagai gambaran:
Tesla Model 3: ± Rp1,5 miliar
Mobil bensin setara: ± Rp300–800 juta
Namun, harga awal bukan satu-satunya faktor.
Biaya Operasional Harian
Tesla
Tidak menggunakan bensin
Charging listrik jauh lebih murah
± Rp20.000–30.000 per 100 km
Mobil Bensin
Harga BBM terus naik
± Rp70.000–100.000 per 100 km
Dalam penggunaan harian, Tesla jelas lebih hemat.
Biaya Perawatan
Tesla unggul karena:
Tidak ada oli mesin
Tidak ada busi
Tidak ada sistem knalpot
Mobil bensin membutuhkan:
Servis rutin
Ganti oli
Perawatan mesin
Biaya Jangka Panjang (5–10 Tahun)
Jika dihitung dalam 5 tahun:
Tesla:
Biaya listrik lebih rendah
Perawatan minimal
Mobil bensin:
BBM mahal
Servis rutin tinggi
Dalam jangka panjang, Tesla bisa menghemat puluhan juta rupiah.
Nilai Depresiasi
Tesla:
Cenderung stabil
Teknologi terus update
Mobil bensin:
Depresiasi lebih cepat
Faktor Infrastruktur
Tesla:
Bergantung charging
Mobil bensin:
SPBU tersedia di mana-mana