Test Drive Toyota Calya E MT 2020: Setir Ringan EPS Pas Jadi Mobil Urban - Mobil.id

Test Drive Toyota Calya E MT 2020: Setir Ringan EPS Pas Jadi Mobil Urban


HomeBlog

Toyota
Test Drive Toyota Calya E MT 2020: Setir Ringan EPS Pas Jadi Mobil Urban
Penulis 9

Pengujian unit bekas Toyota Calya 1.2 E transmisi manual lansiran 2020 dilakukan pada Juni 2026 di area perkotaan dan jalan tol Jakarta. Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi degradasi kekedapan kabin serta kekompakan komponen kaki-kaki setelah pemakaian selama 6 tahun. Data hasil pengujian ini sangat relevan bagi Anda yang berburu mobil bekas di pasar sekunder. Evaluasi memberikan parameter riil mengenai keausan komponen pada segmen LCGC MPV.

Pengendalian dan Stabilitas

Sistem kemudi berteknologi Electric Power Steering (EPS) pada Toyota Calya bekas ini terasa sangat ringan ketika Anda berkendara pada kecepatan rendah. Karakter ini sangat memudahkan manuver saat parkir atau membelah kemacetan kota.

Namun, saat kecepatan mobil mulai meningkat, setir terasa minim feedback mekanis. Hal ini membuat komunikasi antara roda dan pengemudi menjadi kurang sensitif.

Gejala body roll atau limbung terdeteksi cukup signifikan ketika mobil diajak bermanuver tajam di atas kecepatan 40 km/jam. Kondisi ini dipicu oleh pusat gravitasi kendaraan yang tinggi.

Karakter spring rate suspensi mobil ini memang condong mengejar kenyamanan saat membawa muatan penuh. Efeknya, stabilitas lateral berkurang ketika Anda melaju di jalan tol pada kecepatan 80 sampai 100 km/jam.

Pengemudi harus melakukan koreksi kemudi secara aktif selama perjalanan. Hal tersebut terjadi karena mobil cukup sensitif terhadap hembusan angin samping atau crosswind.

Kenyamanan dan Redaman Kabin

Pengukuran NVH (Noise, Vibration, and Harshness) menggunakan sound level meter menunjukkan adanya penetrasi suara yang cukup masuk ke dalam kabin. Kebisingan berasal dari ruang mesin serta artikulasi ban.

Suara bising tersebut mencatatkan rata-rata 72 dB pada kecepatan 90 km/jam. Fakta ini mengindikasikan terjadinya penurunan efektivitas peredam karet pada pintu dan insulasi lantai setelah 6 tahun pemakaian.

Bantingan suspensi depan MacPherson Strut dan belakang Torsion Beam cenderung kaku saat Anda berkendara sendirian. Karakter ini menimbulkan efek jolt atau guncangan keras ketika mobil melewati speed bump.

  • Ergonomi posisi duduk pengemudi terasa cukup terbatas.

  • Setir bersifat fixed dan belum memiliki fitur tilt atau telescopic adjustment.

  • Desain jok yang tipis memicu kelelahan pada durasi berkendara di atas dua jam.

Fitur dan Asisten Berkendara

Varian Toyota Calya 1.2 E manual lansiran 2020 ini merupakan model yang fungsional. Unit ini belum dilengkapi dengan pilihan mode berkendara (Drive Mode) maupun Cruise Control.

Anda juga tidak akan menemukan sistem keselamatan aktif ADAS pada mobil LCGC ini. Fitur asisten berkendara murni mengandalkan sistem mekanis yang disematkan pabrikan.

Meskipun sederhana, sistem pengereman mobil ini sudah dilengkapi dengan Anti-lock Braking System (ABS). Fitur keselamatan tersebut juga ditemani oleh Electronic Brake-force Distribution (EBD).

Sistem rem bekerja optimal menahan laju kendaraan tanpa ada gejala locking. Performa impresif ini terbukti saat penguji melakukan simulasi panic braking pada kecepatan 60 km/jam.

Efisiensi dan Konsumsi Energi

Dapur pacu Toyota Calya ditenagai oleh mesin 3NR-VE 4-silinder berkapasitas 1.200 cc. Mesin ini sudah mengadopsi teknologi Dual VVT-i untuk mengoptimalkan efisiensi bahan bakar.

Pada pengujian rute dalam kota Jakarta yang padat, mobil mencatatkan konsumsi BBM 12,4 km/liter. Angka tersebut didapat dengan kondisi kecepatan rata-rata harian berkisar di 18 km/jam.

  • Konsumsi BBM rute dalam kota: 12,4 km/liter.

  • Konsumsi BBM rute tol: 17,2 km/liter.

  • Kecepatan konstan pengujian tol: 90 km/jam.

  • Jenis bahan bakar yang digunakan: Nilai oktan 92.

Hasil ini membuktikan bahwa mesin 1.200 cc milik Calya masih mampu menjaga efisiensi energi dengan sangat baik. Perawatan berkala menjadi kunci utama menjaga keiritan ini.

Pertanyaan Seputar Calya 1.2 E 2020 Bekas

  1. Berapa tingkat kebisingan kabin Toyota Calya 1.2 E 2020 bekas pada kecepatan tinggi? Kebisingan kabin mencapai rata-rata 72 dB pada kecepatan 90 km/jam akibat penurunan kualitas peredam bawaan.

  2. Bagaimana karakter suspensi Calya 2020 saat melewati jalan bergelombang? Karakter bantingan suspensi cenderung kaku dan memantul saat minim muatan, namun menjadi lebih tenang saat diisi penuh 7 penumpang.

  3. Apakah kemudi Toyota Calya 1.2 E 2020 memiliki fitur setelan posisi? Kemudi bersifat fixed, sehingga belum mendukung penyetelan tilt maupun telescopic adjustment.

  4. Berapa konsumsi BBM rute dalam kota untuk unit bekas ini? Konsumsi bahan bakar di dalam kota dengan kondisi macet mencatatkan angka 12,4 km/liter.