
MOBILID- Yogyakarta menjadi salah satu kota yang menarik untuk penggunaan Honda City. Selain memiliki aktivitas perkotaan yang cukup padat, Yogyakarta juga memiliki banyak jalur yang menghubungkan kawasan kota dengan daerah wisata, perbukitan, hingga kota-kota lain di Jawa Tengah. Kondisi tersebut membuat Honda City harus menghadapi berbagai karakter perjalanan, mulai dari kemacetan, lampu merah yang cukup sering, jalan menanjak, hingga perjalanan dengan kecepatan stabil di luar kota.
Bagi pemilik Honda City, menjaga konsumsi BBM tetap efisien tentu menjadi salah satu perhatian utama. Mobil yang digunakan setiap hari untuk bekerja, kuliah, mengantar keluarga, atau bepergian ke kawasan wisata akan menempuh jarak yang cukup panjang. Jika gaya berkendara dan perawatan kendaraan tidak diperhatikan, konsumsi bahan bakar dapat meningkat tanpa disadari.
Honda City generasi terbaru di Indonesia menggunakan mesin 1.5L i-VTEC dengan tenaga maksimum 121 PS dan torsi 145 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi CVT dan tersedia ECON Mode yang menurut Honda dirancang untuk membantu meminimalkan konsumsi bahan bakar.
Namun, fitur tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan efisiensi. Kondisi kendaraan, tekanan ban, penggunaan AC, beban, kondisi jalan, dan cara pengemudi mengontrol pedal gas juga sangat berpengaruh.
Berikut tips menghemat konsumsi BBM Honda City di Yogyakarta yang dapat diterapkan dalam penggunaan sehari-hari.
1. Manfaatkan ECON Mode Saat Berkendara Santai
Honda City dilengkapi ECON Mode yang dapat diaktifkan melalui tombol khusus. Honda menjelaskan bahwa fitur tersebut digunakan untuk membantu meminimalkan konsumsi bahan bakar.
Fitur ini dapat dimanfaatkan ketika berkendara santai di dalam kota, terutama ketika kondisi jalan tidak membutuhkan akselerasi agresif.
Di Yogyakarta, ECON Mode bisa digunakan ketika melewati jalan perkotaan dengan kecepatan relatif stabil. Pengemudi tetap perlu mengatur pedal gas dengan lembut agar manfaat efisiensi dapat lebih terasa.
Perlu dipahami bahwa ECON Mode bukan berarti konsumsi BBM otomatis menjadi sangat rendah. Gaya mengemudi tetap memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhirnya.
2. Hindari Akselerasi Mendadak dari Lampu Merah
Salah satu kebiasaan yang dapat membuat konsumsi BBM meningkat adalah menekan pedal gas terlalu dalam ketika lampu lalu lintas berubah hijau.
Di kawasan perkotaan Yogyakarta, pengemudi akan cukup sering berhenti di persimpangan dan lampu merah. Jika setiap kali mulai bergerak pengemudi langsung melakukan akselerasi agresif, mesin akan membutuhkan bahan bakar lebih banyak.
Honda sendiri menyarankan menaikkan dan menurunkan laju kendaraan secara bertahap untuk membantu menghemat BBM.
Cobalah mulai bergerak secara halus dan tingkatkan kecepatan secara bertahap sesuai kondisi lalu lintas.
3. Pertahankan Kecepatan Secara Stabil
Kecepatan yang berubah-ubah secara terus-menerus dapat membuat konsumsi BBM meningkat.
Jika kondisi jalan memungkinkan, pertahankan kecepatan secara stabil. Cara ini sangat berguna ketika Honda City digunakan untuk perjalanan keluar kota Yogyakarta, misalnya menuju Solo, Klaten, Magelang, atau kawasan lain.
Honda juga memasukkan menjaga kecepatan tetap stabil sebagai salah satu tips menghemat bahan bakar.
Ketika kecepatan sudah stabil, hindari kebiasaan menekan pedal gas terlalu dalam lalu melepasnya secara tiba-tiba.
4. Jaga Jarak dengan Kendaraan di Depan
Menjaga jarak aman ternyata juga dapat membantu menciptakan pola berkendara yang lebih efisien.
Jika terlalu dekat dengan kendaraan di depan, pengemudi cenderung lebih sering mengerem dan kembali berakselerasi.
Sebaliknya, dengan jarak yang cukup, pengemudi dapat membaca kondisi lalu lintas lebih awal. Ketika kendaraan di depan melambat, cukup kurangi tekanan pedal gas secara bertahap.
Kebiasaan ini sangat berguna ketika melewati jalan perkotaan Yogyakarta yang lalu lintasnya berubah-ubah.
5. Jangan Membawa Beban yang Tidak Diperlukan
Beban kendaraan memiliki pengaruh terhadap kerja mesin. Semakin berat mobil, semakin besar tenaga yang diperlukan untuk bergerak.
Periksa bagasi Honda City secara berkala. Keluarkan barang-barang berat yang tidak diperlukan.
Jangan menjadikan bagasi sebagai tempat penyimpanan permanen untuk barang yang jarang digunakan.
Honda juga menyarankan mengurangi beban kendaraan yang tidak diperlukan sebagai salah satu cara membantu menghemat bahan bakar.
6. Periksa Tekanan Ban Secara Rutin
Tekanan ban merupakan salah satu hal sederhana yang sering dilupakan.
Ban dengan tekanan yang terlalu rendah dapat meningkatkan hambatan gulir. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.
Sebelum melakukan perjalanan jauh dari Yogyakarta, periksa tekanan seluruh ban, termasuk ban cadangan jika tersedia.
Gunakan tekanan sesuai rekomendasi kendaraan, bukan berdasarkan perkiraan.
Selain membantu efisiensi, tekanan ban yang tepat juga penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara.
7. Jangan Sering Membuka Kaca Saat Melaju Cepat
Membuka kaca mobil memang terlihat seperti cara sederhana untuk mengurangi penggunaan AC. Namun, Honda menjelaskan bahwa pada kecepatan tinggi, kaca yang terbuka dapat meningkatkan hambatan udara sehingga kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar untuk melaju.
Karena itu, ketika Honda City digunakan di jalan dengan kecepatan tinggi, lebih baik menjaga kaca tetap tertutup dan menggunakan AC secara wajar.
8. Gunakan AC Secara Bijak
Yogyakarta memiliki cuaca yang cukup panas pada waktu tertentu. Penggunaan AC hampir tidak bisa dihindari ketika berkendara.
Namun, pastikan sistem AC dalam kondisi baik.
AC yang kotor atau bermasalah dapat bekerja kurang optimal. Filter kabin, evaporator, kondensor, dan komponen lainnya perlu diperiksa secara berkala.
Jika kabin sudah dingin, tidak perlu terus mengatur AC pada tingkat paling rendah apabila kondisi tersebut membuat sistem bekerja lebih berat dari yang diperlukan.
9. Rawat Mesin Secara Berkala
Mesin yang sehat merupakan salah satu kunci efisiensi BBM.
Oli mesin harus diganti sesuai jadwal, filter udara perlu diperiksa, busi harus berada dalam kondisi baik, dan sistem pendingin harus berfungsi normal.
Honda City menggunakan mesin 1.5L DOHC i-VTEC dengan sistem Drive By Wire pada spesifikasi yang tercantum Honda.
Sistem modern tersebut dapat bekerja optimal apabila komponen pendukungnya dirawat dengan baik.
Jangan menunggu konsumsi BBM meningkat drastis baru melakukan servis.
10. Perhatikan Kondisi Filter Udara
Filter udara yang terlalu kotor dapat menghambat aliran udara menuju mesin.
Ketika filter sudah penuh debu, sistem pemasukan udara tidak dapat bekerja seoptimal kondisi normal.
Honda City yang sering digunakan melewati kawasan berdebu atau jalan dengan banyak aktivitas kendaraan sebaiknya mendapatkan pemeriksaan filter udara secara berkala.
Jika filter sudah tidak layak, lakukan penggantian sesuai rekomendasi.
11. Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai
Bahan bakar yang digunakan juga harus sesuai dengan kebutuhan mesin.
Jangan memilih bahan bakar hanya berdasarkan harga. Gunakan bahan bakar berkualitas dan sesuai rekomendasi kendaraan.
Jika setelah mengisi bahan bakar tertentu mesin terasa berbeda, muncul gejala tersendat, atau respons akselerasi berubah, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Efisiensi bukan hanya tentang harga BBM per liter, tetapi juga bagaimana mesin menggunakan bahan bakar tersebut secara optimal.
12. Perhatikan Perawatan CVT
Honda City menggunakan transmisi CVT yang dirancang memberikan perpindahan tenaga secara halus dan mendukung efisiensi bahan bakar.
Karena itu, kondisi CVT perlu dijaga.
Hindari kebiasaan memperlakukan mobil CVT seperti mobil manual dengan memberikan akselerasi dan pelepasan pedal gas secara ekstrem.
Jika muncul gejala seperti getaran, suara aneh, respons terlambat, atau putaran mesin meningkat tetapi kecepatan tidak bertambah secara normal, lakukan pemeriksaan.
13. Kurangi Kebiasaan Idle Terlalu Lama
Membiarkan mesin menyala ketika kendaraan berhenti tetap membutuhkan bahan bakar.
Kebiasaan ini sering terjadi ketika menunggu seseorang di pinggir jalan, menunggu anak sekolah, atau berhenti cukup lama.
Jika kendaraan diperkirakan akan berhenti dalam waktu lama dan situasinya memungkinkan, pertimbangkan untuk mematikan mesin.
Namun, keputusan tersebut tetap harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan keselamatan.
14. Pilih Rute yang Lebih Efisien
Menghemat BBM di Yogyakarta tidak selalu berkaitan dengan kondisi mesin. Pemilihan rute juga dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar.
Rute yang lebih pendek belum tentu lebih irit jika harus menghadapi kemacetan panjang dengan kondisi stop-and-go.
Sebaliknya, rute yang sedikit lebih jauh tetapi lalu lintasnya lancar dapat menghasilkan pola berkendara yang lebih stabil.
Gunakan aplikasi navigasi untuk melihat kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan pilih rute yang sesuai.
15. Persiapkan Honda City Sebelum Perjalanan ke Daerah Menanjak
Yogyakarta memiliki akses menuju sejumlah kawasan perbukitan dan wisata dengan jalan menanjak.
Ketika melewati tanjakan, jangan memaksakan kendaraan dengan akselerasi yang terlalu agresif.
Manfaatkan karakter CVT dan fitur yang tersedia sesuai kebutuhan. Honda City juga dilengkapi Paddle Shift pada spesifikasi saat ini yang dapat digunakan untuk membantu pengaturan engine brake ketika diperlukan.
Yang terpenting, tetap berkendara dengan kecepatan dan respons mesin yang sesuai kondisi jalan.
16. Hindari Rem dan Gas Secara Berulang
Kebiasaan menginjak gas lalu langsung mengerem, kemudian kembali menginjak gas, membuat energi kendaraan banyak terbuang.
Di area padat seperti pusat kota Yogyakarta, pengemudi sebaiknya membaca situasi lalu lintas dari jauh.
Jika melihat kendaraan di depan mulai berhenti, kurangi tekanan pedal gas lebih awal daripada tetap mempertahankan kecepatan lalu melakukan pengereman mendadak.
17. Jangan Abaikan Kondisi Kaki-Kaki
Kondisi kaki-kaki juga dapat berpengaruh terhadap efisiensi.
Ban yang tidak seimbang, wheel alignment yang bermasalah, atau komponen kaki-kaki yang mengalami gangguan dapat membuat kendaraan tidak bergerak seoptimal seharusnya.
Jika Honda City terasa menarik ke salah satu sisi atau setir tidak kembali dengan normal, lakukan pemeriksaan.
Selain berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi efisiensi penggunaan kendaraan.
18. Pantau Konsumsi BBM Secara Berkala
Jangan hanya menilai mobil irit atau boros berdasarkan perasaan.
Catat jarak tempuh dan jumlah bahan bakar yang digunakan.
Dengan pencatatan sederhana, pemilik Honda City dapat mengetahui apakah konsumsi BBM berubah dari waktu ke waktu.
Jika sebelumnya konsumsi relatif stabil tetapi tiba-tiba menjadi jauh lebih boros, lakukan pemeriksaan terhadap kendaraan.
Perubahan tersebut dapat menjadi petunjuk adanya masalah mekanis atau perubahan pola penggunaan.
19. Sesuaikan Gaya Berkendara dengan Kondisi Yogyakarta
Kondisi jalan di Yogyakarta sangat beragam. Ada jalan perkotaan yang padat, jalan kampung yang sempit, jalur antarkota yang relatif lancar, hingga jalan menuju kawasan wisata dengan tanjakan dan tikungan.
Tidak semua kondisi membutuhkan gaya berkendara yang sama.
Di perkotaan, prioritaskan akselerasi halus dan antisipasi lalu lintas. Di jalan luar kota, pertahankan kecepatan secara stabil jika aman. Sementara di tanjakan, gunakan tenaga kendaraan sesuai kebutuhan tanpa memaksakan akselerasi.
20. Lakukan Servis Berkala
Pada akhirnya, cara paling konsisten untuk menjaga Honda City tetap efisien adalah melakukan servis berkala.
Honda menyediakan layanan perawatan berkala berdasarkan model, varian, dan odometer kendaraan. Honda juga mencantumkan New City dalam daftar model yang tersedia pada layanan dan program perawatan tertentu.
Servis berkala memungkinkan kondisi oli, filter, busi, transmisi, sistem pendingin, rem, ban, dan komponen lainnya diperiksa.
Dengan kendaraan yang terawat, pengemudi memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan efisiensi BBM dalam penggunaan sehari-hari.
Menghemat konsumsi BBM Honda City di Yogyakarta tidak cukup hanya dengan mengaktifkan ECON Mode. Honda City memang telah dibekali mesin 1.5L i-VTEC, transmisi CVT, dan ECON Mode yang mendukung karakter efisien, tetapi hasil konsumsi bahan bakar tetap dipengaruhi kondisi kendaraan dan gaya berkendara.
Pengemudi dapat memulainya dari kebiasaan sederhana, seperti melakukan akselerasi secara bertahap, menjaga kecepatan tetap stabil, mengurangi pengereman mendadak, menjaga tekanan ban, mengurangi beban yang tidak diperlukan, menggunakan AC secara bijak, serta merawat mesin dan CVT secara berkala.
Khusus untuk penggunaan di Yogyakarta, pemilihan rute juga penting. Jalan yang lancar memungkinkan Honda City melaju lebih stabil dibandingkan rute yang terus-menerus mengalami kemacetan dan stop-and-go.
Dengan kombinasi antara perawatan kendaraan yang baik dan gaya berkendara yang efisien, Honda City dapat tetap nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari di Yogyakarta sekaligus membantu pemilik mengendalikan pengeluaran bahan bakar.