
MOBILID- Mobil listrik seperti BYD Seal menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal. Tidak adanya mesin bensin atau diesel membuat sejumlah komponen perawatan menjadi lebih sederhana. Namun, bukan berarti BYD Seal bekas bisa digunakan tanpa perhatian khusus.
Justru ketika membeli mobil listrik bekas, pemilik perlu lebih memperhatikan kondisi baterai, sistem penggerak, perangkat lunak, sistem pengisian daya, ban, rem, hingga kaki-kaki. Perawatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga performa sekaligus mempertahankan nilai kendaraan dalam jangka panjang.
BYD Seal sendiri menggunakan Blade Battery dengan teknologi Cell-to-Body (CTB). Pada laman resminya, BYD menjelaskan bahwa baterai menjadi bagian dari struktur kendaraan melalui teknologi tersebut. Mobil ini juga menggunakan sistem iTAC serta suspensi double wishbone di depan dan multi-link di belakang.
Lantas, bagaimana cara merawat BYD Seal bekas agar tetap nyaman dan performanya terjaga? Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Perhatikan Kebiasaan Mengisi Daya Baterai
Baterai merupakan salah satu komponen paling penting pada mobil listrik. Karena itu, kebiasaan pengisian daya menjadi hal yang perlu diperhatikan sejak awal memiliki BYD Seal bekas.
BYD Indonesia menyarankan pengguna memperhatikan State of Health (SoH) baterai. Untuk menjaga kondisi baterai, BYD sebelumnya merekomendasikan melakukan pengisian daya ketika baterai masih berada di atas 20%. Untuk kendaraan yang tidak digunakan lebih dari lima hari, BYD juga menyebut rentang 40–80% sebagai salah satu acuan pengisian.
Artinya, pemilik sebaiknya tidak menjadikan baterai benar-benar habis sebagai kebiasaan sehari-hari. Begitu pula dengan membiarkan mobil terlalu lama dalam kondisi baterai sangat rendah.
Untuk penggunaan rutin di dalam kota, pengisian secara teratur dengan level baterai yang tidak terlalu rendah dapat menjadi kebiasaan yang lebih mudah dilakukan.
2. Jangan Terlalu Sering Mengandalkan Fast Charging Jika Tidak Diperlukan
BYD Seal mendukung pengisian AC Type 2 dan pengisian cepat DC CCS2. Spesifikasi pada brosur BYD menunjukkan kemampuan DC fast charging hingga 150 kW pada varian tertentu, dengan waktu pengisian 30–80% sekitar 26 menit dalam kondisi yang sesuai.
Fast charging tentunya sangat berguna ketika melakukan perjalanan jauh. Namun untuk kebutuhan harian, pemilik dapat memanfaatkan pengisian AC di rumah jika fasilitasnya tersedia.
Penggunaan AC charging untuk rutinitas dapat membuat pola pengisian lebih santai dan sesuai kebutuhan, sedangkan DC fast charging bisa dimanfaatkan ketika waktu menjadi pertimbangan utama atau saat perjalanan luar kota.
Yang tidak kalah penting, gunakan perangkat pengisian yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. BYD Indonesia juga menyebut penggunaan pengisi daya tidak resmi sebagai salah satu hal yang dapat memengaruhi cakupan garansi.
3. Periksa Kondisi Baterai Saat Membeli Unit Bekas
Sebelum membeli BYD Seal bekas, jangan hanya melihat tampilan eksterior dan interior. Riwayat baterai juga perlu diperhatikan.
Jika memungkinkan, mintalah informasi mengenai SoH atau kondisi kesehatan baterai, riwayat servis, serta catatan penggunaan kendaraan. Pemeriksaan melalui bengkel resmi dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi sistem baterai dan kelistrikan.
Hal ini penting karena kapasitas baterai akan berhubungan dengan jarak tempuh yang dapat diperoleh kendaraan. Penurunan performa baterai tidak selalu terlihat secara kasat mata dari kondisi bodi.
Untuk pembeli mobil listrik bekas, dokumen servis menjadi salah satu informasi penting yang sebaiknya tidak dilewatkan.
4. Jangan Abaikan Servis Berkala
Mobil listrik memang memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan mobil konvensional, tetapi tetap membutuhkan perawatan berkala.
BYD Indonesia saat ini mencantumkan jadwal perawatan berkala setiap 1 tahun atau 20.000 km, dengan pemeriksaan berikutnya pada 24 bulan/40.000 km, 36 bulan/60.000 km, 48 bulan/80.000 km, dan 60 bulan/100.000 km. BYD juga menjelaskan bahwa model tertentu dapat memiliki pemeriksaan awal pada bulan ketiga atau 5.000 km, sehingga pemilik perlu mengikuti buku panduan kendaraan yang bersangkutan.
Pada servis berkala, sistem baterai, kelistrikan, motor listrik, rem, dan berbagai komponen penting dapat diperiksa.
Untuk unit bekas, jadwal servis sebelumnya juga perlu ditelusuri. Jika riwayat servis tidak jelas, melakukan pemeriksaan awal di bengkel resmi bisa menjadi langkah yang masuk akal sebelum kendaraan digunakan dalam jangka panjang.
5. Perhatikan Ban dan Kaki-Kaki
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemilik mobil listrik adalah terlalu fokus pada baterai dan melupakan komponen mekanis.
BYD Seal mempunyai karakter performa yang cukup tinggi. Tergantung varian, spesifikasinya berbeda, tetapi model ini menggunakan suspensi double wishbone di depan dan multi-link di belakang.
Bobot mobil listrik juga membuat kondisi ban dan kaki-kaki perlu diperhatikan secara rutin.
Periksa tekanan ban, keausan tapak, kondisi dinding ban, serta apakah keausannya merata atau tidak. Jika bagian dalam atau luar ban lebih cepat aus, hal tersebut dapat menjadi tanda perlunya pemeriksaan spooring, alignment, atau komponen suspensi.
Saat membeli BYD Seal bekas, jangan lupa melakukan test drive melewati jalan dengan permukaan berbeda. Perhatikan apakah terdapat suara aneh, getaran, atau respons kemudi yang tidak biasa.
6. Rawat Sistem Pengereman
Mobil listrik memiliki sistem regenerative braking yang membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengembalikan sebagian energi ke baterai.
BYD Seal juga dilengkapi regenerative braking.
Meskipun penggunaan regenerative braking dapat mengurangi ketergantungan terhadap rem mekanis dalam kondisi tertentu, komponen rem tetap harus diperiksa.
Perhatikan kondisi kampas rem, cakram, serta respons pedal rem. Mobil yang jarang menggunakan rem mekanis bukan berarti sistem pengeremannya tidak perlu dirawat.
Jika muncul suara berdecit berlebihan, getaran ketika pengereman, atau pedal terasa berbeda dari biasanya, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan.
7. Hindari Modifikasi Kelistrikan Sembarangan
Mobil listrik mempunyai sistem kelistrikan bertegangan tinggi yang berbeda dari mobil konvensional. Karena itu, modifikasi kelistrikan sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
Hindari memasang aksesori atau melakukan perubahan pada sistem kelistrikan yang tidak jelas spesifikasinya. Modifikasi yang salah berpotensi mengganggu sistem kendaraan dan dapat berdampak terhadap garansi.
BYD Indonesia menyebut penggunaan suku cadang asli dan perawatan di bengkel resmi sebagai bagian dari ketentuan untuk mempertahankan perlindungan garansi. Modifikasi tanpa izin dan penggunaan charger yang tidak resmi juga termasuk dalam pengecualian garansi.
8. Perhatikan Kondisi Kolong Mobil
Bagian bawah BYD Seal juga perlu diperiksa, terutama jika mobil sering melewati jalan rusak, polisi tidur tinggi, atau genangan.
Teknologi CTB membuat baterai menjadi bagian penting dari struktur kendaraan. Karena itu, kondisi bagian bawah mobil tidak boleh diabaikan.
Jika mobil bekas pernah mengalami benturan keras di bagian bawah, sebaiknya dilakukan pemeriksaan profesional. Jangan hanya melihat bahwa mobil masih bisa berjalan normal.
Ketika melakukan pemeriksaan unit bekas, calon pembeli dapat meminta teknisi mengecek bagian bawah kendaraan untuk memastikan tidak terdapat kerusakan akibat benturan.
9. Jaga Suhu dan Kondisi Mobil Saat Parkir
Kebiasaan parkir juga berpengaruh terhadap kenyamanan kendaraan. Jika tersedia, pilih tempat parkir yang teduh ketika mobil akan ditinggalkan dalam waktu cukup lama.
Selain membantu menjaga suhu kabin, kebiasaan tersebut juga membuat penggunaan sistem pendingin kabin tidak terlalu berat ketika mobil kembali digunakan.
Pastikan pula area sekitar kendaraan aman dari genangan yang berlebihan. Setelah melewati hujan deras atau genangan, perhatikan kondisi kendaraan dan lakukan pemeriksaan apabila sebelumnya terdapat benturan atau kejadian yang tidak biasa.
10. Jangan Abaikan Pembaruan Software
BYD Seal bukan hanya kendaraan dengan baterai dan motor listrik, tetapi juga memiliki berbagai sistem elektronik dan perangkat lunak.
BYD Indonesia menyebut servis berkala juga menjadi kesempatan untuk memastikan perangkat lunak kendaraan mendapatkan pembaruan yang diperlukan.
Karena itu, pemilik BYD Seal bekas sebaiknya menanyakan apakah kendaraan sudah mendapatkan pembaruan software dan melakukan pengecekan jika muncul notifikasi atau masalah pada sistem infotainment maupun fitur kendaraan.
Jika terdapat gangguan elektronik yang tidak diketahui penyebabnya, sebaiknya jangan langsung melakukan reset atau modifikasi sendiri. Pemeriksaan di jaringan resmi dapat membantu mengetahui sumber masalah.
11. Simpan Riwayat Perawatan dengan Baik
Merawat mobil bekas bukan hanya soal kondisi kendaraan saat ini. Dokumentasi perawatan juga penting untuk jangka panjang.
Simpan bukti servis, catatan pemeriksaan, riwayat penggantian komponen, hingga informasi mengenai perawatan baterai.
Dokumen tersebut dapat membantu pemilik mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan dan apa yang perlu diperiksa berikutnya. Selain itu, riwayat perawatan yang lengkap dapat menjadi nilai tambah ketika mobil nantinya dijual kembali.
BYD sendiri menyebut perawatan berkala dapat membantu mempertahankan nilai jual kembali kendaraan.
12. Gunakan Gaya Berkendara yang Wajar
BYD Seal mempunyai karakter yang responsif karena motor listrik dapat memberikan torsi secara cepat. Hal ini membuat akselerasi terasa berbeda dibandingkan mobil bermesin bensin.
Meski performanya menarik, tidak berarti setiap perjalanan harus dilakukan dengan akselerasi maksimal.
Mengemudi dengan halus, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, serta menghindari pengereman dan akselerasi agresif secara berulang dapat membantu membuat penggunaan energi lebih efisien.
Gaya berkendara yang lebih teratur juga membantu menjaga ban dan komponen kaki-kaki dari beban yang tidak perlu.
Merawat BYD Seal bekas sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Fokus utamanya adalah menjaga kebiasaan pengisian baterai, melakukan servis berkala, memantau kondisi baterai, menjaga ban dan kaki-kaki, serta memastikan sistem kelistrikan dan software tetap dalam kondisi baik.
Hal yang juga penting adalah jangan mengabaikan riwayat perawatan ketika membeli unit bekas. Kondisi baterai memang menjadi salah satu perhatian utama, tetapi pemeriksaan sebaiknya tetap mencakup rem, ban, suspensi, bodi, kolong kendaraan, sistem pengisian daya, dan perangkat elektronik.
BYD Indonesia saat ini memberikan garansi kendaraan selama 6 tahun atau 150.000 km. Untuk program garansi yang diumumkan saat peluncuran BYD Seal, traksi baterai mendapatkan garansi 8 tahun atau 160.000 km dengan SoH minimal 70%, sedangkan drive unit mendapatkan garansi 8 tahun atau 150.000 km, dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pembeli BYD Seal bekas sebaiknya memeriksa status garansi berdasarkan VIN, tahun kendaraan, dan dokumen resmi unit.
Dengan perawatan yang konsisten, BYD Seal bekas tetap dapat digunakan sebagai kendaraan harian maupun untuk perjalanan jarak jauh dengan nyaman. Kuncinya bukan sekadar seberapa sering mobil diservis, tetapi bagaimana pemilik menjaga baterai, sistem kelistrikan, komponen mekanis, dan seluruh fitur kendaraan sesuai panduan pabrikan.