Alasan Mengapa Kamu Nggak Boleh Sembarangan Mengisi Tekanan Angin Ban Mobil - Mobil.id

Alasan Mengapa Kamu Nggak Boleh Sembarangan Mengisi Tekanan Angin Ban Mobil


HomeBlog

Tips Mobil
Alasan Mengapa Kamu Nggak Boleh Sembarangan Mengisi Tekanan Angin Ban Mobil
Penulis 10

Di antara seluruh komponen yang menempel pada kendaraan, ban adalah satu-satunya bagian yang bersentuhan langsung dengan permukaan aspal jalanan. Logikanya, performa mesin yang buas, sistem pengereman yang canggih, hingga empuknya suspensi mobil tidak akan bisa bekerja maksimal jika kondisi karet bundar ini tidak diperhatikan dengan baik. Sayangnya, masih banyak pengemudi di Indonesia yang mengabaikan ritual sederhana namun vital ini, yaitu memeriksa dan mengisi tekanan angin ban secara tepat.

Banyak orang yang hanya mengisi angin ban berdasarkan perkiraan visual semata—asal ban tidak terlihat kempis, maka mobil dianggap aman untuk dijalankan. Ada juga yang sengaja mengisi tekanan angin sekencang mungkin dengan asumsi agar mobil bisa melaju lebih ringan dan hemat bensin. Padahal, baik kekurangan maupun kelebihan tekanan angin memiliki efek samping yang sama-sama berbahaya bagi keselamatan berkendara serta dapat menguras isi dompet kamu karena kerusakan komponen yang dipercepat.

Bahaya Tersembunyi Kalau Kamu Membiarkan Ban Kurang Angin

Mengemudikan mobil dalam kondisi ban kekurangan tekanan udara (under-inflation) adalah kesalahan yang paling sering memicu kecelakaan fatal di jalan tol. Ketika tekanan udara di dalam ban berada di bawah standar, dinding samping ban (sidewall) akan dipaksa menekuk secara berlebihan karena tidak kuat menahan bobot kendaraan. Celah atau area tapak ban yang menempel ke aspal justru menjadi melebar secara tidak wajar pada bagian pinggirannya saja.

Tekukan dinding samping ban yang terjadi secara terus-menerus saat mobil dipacu pada kecepatan tinggi akan menimbulkan gaya gesek internal yang sangat masif. Gesekan ini memicu akumulasi panas ekstrem (overheating) di dalam struktur ban. Jika lapisan karet dan kawat baja di dalam ban sudah tidak mampu lagi menahan suhu panas tersebut, ban bisa mengalami pecah secara mendadak (blowout). Selain risiko pecah ban, kondisi kurang angin juga membuat mesin mobil harus bekerja ekstra keras untuk memutar roda yang terasa berat, yang berujung pada konsumsi bahan bakar yang menjadi jauh lebih boros dari biasanya.

Efek Buruk Kalau Mengisi Tekanan Angin Terlalu Kencang

Jika kekurangan angin sangat berbahaya, lalu apakah mengisi angin hingga sangat keras adalah solusi yang benar? Jawabannya tentu tidak. Mengisi tekanan udara melebihi batas rekomendasi pabrikan (over-inflation) akan mengubah kontur tapak ban menjadi menggelembung di bagian tengahnya. Akibatnya, area permukaan ban yang menapak dan mencengkeram permukaan jalan (patch area) menjadi jauh lebih sempit.

Dampak langsung yang akan kamu rasakan adalah penurunan kualitas kenyamanan di dalam kabin secara drastis. Ban yang terlalu keras tidak akan mampu ikut menyerap getaran kecil dari jalanan, sehingga karakter suspensi mobil akan terasa sangat kaku, membal, dan tidak nyaman saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur. Lebih dari itu, karena area cengkeraman ke aspal berkurang, mobil akan menjadi sangat mudah tergelincir (loss of traction), terutama saat kamu harus melakukan pengereman mendadak di atas permukaan jalan yang basah atau licin karena hujan. Ban yang terlalu kencang juga sangat rentan meledak ketika menghantam lubang jalanan yang tajam karena tidak memiliki ruang fleksibilitas untuk meredam benturan fisik.

Cara Mengetahui Angka Tekanan Angin yang Pas dan Ideal untuk Mobil Kamu

Lantas, bagaimana cara mengetahui angka tekanan angin yang paling pas agar berkendara tetap aman dan nyaman? Kamu tidak perlu menebak-nebak atau membandingkannya dengan mobil milik orang lain. Setiap produsen mobil sudah melakukan riset mendalam untuk menentukan angka tekanan udara paling ideal yang disesuaikan dengan bobot kendaraan, jenis ban bawaan, dan kapasitas muatan penumpang.

Kamu bisa menemukan informasi akurat ini dengan melihat stiker manifes yang ditempel pada pilar B bagian dalam sebelah kanan (tepat di bawah pengait kunci pintu pengemudi) atau pada balik penutup tangki bahan bakar. Pada stiker tersebut, tertera angka rekomendasi tekanan angin, biasanya menggunakan satuan PSI (Pounds per Square Inch) atau Bar. Umumnya, mobil perkotaan (city car) atau MPV keluarga di Indonesia memiliki standar tekanan angin berkisar antara 30 hingga 35 PSI. Pastikan kamu juga membedakan angka tekanan angin saat mobil dikendarai sendirian dengan saat mobil harus membawa muatan penuh bersama seluruh anggota keluarga.

Tips Melakukan Pengecekan Angka Tekanan Udara yang Benar

Untuk memastikan akurasi data, waktu terbaik untuk memeriksa atau mengisi tekanan angin ban adalah di pagi hari sebelum mobil digunakan beraktivitas, atau saat kondisi ban masih dingin. Ketika mobil sudah berjalan sejauh beberapa kilometer, gesekan dengan aspal akan membuat udara di dalam ban memanas dan memuai, sehingga jarum alat pengukur (pressure gauge) akan menampilkan angka yang lebih tinggi dari kondisi aslinya.

Selalu gunakan alat pengukur tekanan angin digital yang presisi dan hindari hanya mengandalkan metode tendangan kaki atau ketukan tangan pada ban. Jangan lupa untuk memeriksa kondisi fisik katup pentil ban dari potensi kebocoran halus, serta selalu pastikan tutup pentil terpasang erat agar debu jalanan atau air tidak masuk dan merusak komponen sil karet di dalamnya. Lakukan rutinitas pengecekan ini minimal satu atau dua minggu sekali demi menjaga performa berkendara yang selalu prima.

Menjaga tekanan angin ban mobil agar selalu berada di angka yang pas adalah langkah paling mudah, murah, namun memiliki dampak yang sangat masif bagi keselamatan nyawa kamu di jalan raya. Dengan tidak membiarkan ban kurang angin ataupun terlalu keras, kamu tidak hanya menghemat pengeluaran bensin bulanan dan memperpanjang usia pakai ban, melainkan juga memastikan bahwa mobil kesayangan kamu selalu memiliki daya cengkeram yang maksimal untuk melesat dengan aman di setiap tikungan jalanan.