
MOBILID- Membeli BYD Atto 3 bekas bukan hanya soal mengecek kondisi baterai dan sistem kelistrikan. Bagian yang sering dianggap sepele seperti ban dan kaki-kaki juga perlu mendapatkan perhatian serius sebelum mobil dibawa pulang.
Hal ini berlaku karena mobil listrik memiliki karakter berbeda dari mobil bermesin bensin. Bobot kendaraan, karakter torsi motor listrik, serta penggunaan komponen suspensi membuat kondisi ban dan kaki-kaki tetap perlu diperiksa secara menyeluruh.
BYD Atto 3 sendiri merupakan SUV listrik yang menggunakan e-Platform 3.0. Spesifikasi resmi BYD mencantumkan suspensi depan MacPherson strut dan suspensi belakang multi-link. Pada halaman resmi BYD saat ini, Atto 3 juga menggunakan velg 18 inci.
Karena itu, sebelum membeli unit bekas, calon pemilik sebaiknya tidak hanya melakukan test drive singkat. Pemeriksaan visual dan pengecekan langsung terhadap ban serta kaki-kaki bisa membantu mengetahui apakah kendaraan pernah digunakan secara berat atau mengalami benturan.
Berikut cara menilai kondisi ban dan kaki-kaki BYD Atto 3 bekas sebelum membuat keputusan.
1. Mulai dari Kondisi Fisik Ban
Bagian paling mudah diperiksa adalah ban. Lihat keempat ban dari luar dan perhatikan kondisi permukaannya.
Ban yang masih dalam kondisi baik seharusnya memiliki keausan yang relatif merata. Jika bagian tengah ban jauh lebih tipis dibandingkan sisi luar, atau sebaliknya, kondisi tersebut perlu ditanyakan lebih lanjut.
Keausan yang tidak merata bisa berkaitan dengan tekanan angin yang tidak sesuai, masalah spooring, kondisi suspensi, atau geometri roda.
Jangan hanya melihat apakah alur ban masih terlihat. Periksa juga apakah terdapat retakan pada dinding ban atau permukaan karet.
Retakan kecil yang terlihat jelas dapat menjadi tanda ban sudah berusia cukup lama atau pernah terpapar kondisi tertentu dalam waktu panjang.
2. Perhatikan Kedalaman Alur Ban
Setelah melihat kondisi fisiknya, periksa kedalaman alur ban.
Jangan hanya bertanya kepada penjual apakah ban masih bagus. Lihat langsung indikator keausan pada ban atau gunakan alat pengukur jika tersedia.
Untuk pembelian mobil bekas, kondisi ban penting karena mengganti empat ban sekaligus bisa membutuhkan biaya cukup besar.
Atto 3 merupakan SUV listrik dengan velg besar. Spesifikasi yang tercantum dalam brosur BYD menunjukkan ukuran ban 215/55 R18 pada salah satu spesifikasi Atto 3.
Artinya, calon pembeli sebaiknya menghitung kondisi ban sebagai bagian dari biaya awal setelah membeli mobil.
Jika ban sudah mendekati batas keausan, harga mobil sebaiknya diperhitungkan bersama kemungkinan biaya penggantian ban.
3. Cek Apakah Keausan Ban Merata
Ini merupakan salah satu pemeriksaan sederhana tetapi cukup berguna.
Coba lihat ban dari sisi luar, kemudian periksa bagian tengah hingga sisi dalam telapak ban.
Jika bagian luar terlihat jauh lebih aus dibandingkan bagian dalam, atau sebaliknya, jangan langsung menganggap kondisi tersebut normal.
Keausan tidak merata dapat menjadi petunjuk bahwa roda membutuhkan spooring atau terdapat komponen kaki-kaki yang perlu diperiksa.
Untuk mobil bekas, pola keausan ban juga dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana mobil tersebut digunakan sebelumnya.
Misalnya, kendaraan yang sering melewati jalan rusak, trotoar, lubang, atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi bisa saja memiliki beban lebih besar pada sistem kaki-kaki.
4. Periksa Pelek 18 Inci
Jangan lupa memeriksa pelek.
BYD Atto 3 menggunakan velg 18 inci pada spesifikasi resminya.
Ukuran tersebut memberikan tampilan yang cukup proporsional terhadap bodi SUV, tetapi pelek tetap berpotensi mengalami kerusakan apabila mobil sering menghantam lubang atau trotoar.
Perhatikan apakah terdapat:
Bekas benturan
Retakan
Pelek bengkok
Goresan dalam
Permukaan yang tidak rata
Pelek yang bengkok bisa menyebabkan getaran ketika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu.
Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan menggunakan alat balancing di bengkel. Ini dapat membantu mengetahui apakah roda masih dalam kondisi seimbang.
5. Dengarkan Bunyi dari Kaki-Kaki
Saat test drive, matikan atau kecilkan audio agar suara kendaraan lebih mudah didengar.
Cobalah melewati jalan yang sedikit bergelombang dengan kecepatan rendah. Perhatikan apakah muncul bunyi seperti:
“gluduk”, “tek-tek”, “kletek”, atau bunyi benturan lain.
Suara tersebut tidak otomatis berarti kerusakan berat. Namun, apabila muncul berulang kali dari area tertentu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sistem suspensi Atto 3 menggunakan MacPherson strut di depan dan multi-link di belakang.
Karena itu, pemeriksaan tidak hanya dilakukan dari bagian depan kendaraan. Area suspensi belakang juga perlu diperhatikan.
6. Rasakan Bantingan Suspensi
Test drive merupakan bagian penting ketika membeli Atto 3 bekas.
Cobalah kendaraan melewati beberapa jenis permukaan jalan. Rasakan bagaimana suspensi bekerja ketika melewati polisi tidur, jalan bergelombang, atau permukaan yang sedikit tidak rata.
Atto 3 memang dikenal memiliki karakter suspensi yang cenderung nyaman. Dalam pengujian OTO, bantingan Atto 3 dinilai empuk, meskipun penguji mencatat rebound suspensi belakang terasa kurang pas ketika melewati jalan beton bergelombang.
Karena itu, calon pembeli perlu membedakan antara karakter bawaan kendaraan dan gejala kerusakan.
Jika suspensi terasa sedikit empuk, hal tersebut belum tentu masalah. Tetapi apabila mobil terasa memantul berlebihan, limbung secara tidak wajar, atau muncul suara benturan, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
7. Cek Apakah Mobil Terasa Menarik ke Satu Sisi
Ketika berada di jalan yang aman dan datar, perhatikan arah kendaraan saat setir berada dalam posisi lurus.
Jika mobil cenderung terus menarik ke kiri atau kanan, ada beberapa kemungkinan yang perlu diperiksa, seperti tekanan ban yang tidak sama, spooring, kondisi ban, atau komponen suspensi.
Namun, jangan langsung menyimpulkan kerusakan hanya berdasarkan satu kali pengujian. Kondisi kemiringan permukaan jalan juga dapat memengaruhi arah kendaraan.
Lakukan pemeriksaan di bengkel jika gejala tersebut terasa konsisten.
8. Periksa Getaran pada Setir
Getaran pada setir juga perlu diperhatikan.
Ketika kendaraan melaju pada kecepatan tertentu, rasakan apakah setir bergetar secara berlebihan.
Getaran dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya balancing roda, kondisi ban, pelek, atau komponen kaki-kaki lainnya.
Jika getaran terasa kuat, jangan menganggapnya sebagai karakter mobil listrik.
Mobil listrik tetap membutuhkan roda dan suspensi yang berada dalam kondisi baik agar dapat memberikan kenyamanan dan kestabilan berkendara.
9. Periksa Shock Absorber
Jika memungkinkan, lihat area shock absorber dari balik roda.
Perhatikan apakah terdapat tanda-tanda kebocoran cairan atau kondisi komponen yang terlihat tidak normal.
Shock absorber yang mengalami kebocoran perlu diperiksa lebih lanjut.
Untuk calon pembeli yang tidak memahami komponen kaki-kaki, bagian ini lebih baik diperiksa oleh mekanik. Jangan memaksakan melakukan pemeriksaan sendiri pada area yang sulit terlihat.
Membawa kendaraan ke bengkel sebelum transaksi justru dapat membantu menghindari pengeluaran tidak terduga setelah mobil menjadi milik sendiri.
10. Perhatikan Kondisi Bushing dan Link Suspensi
Bushing dan link suspensi merupakan bagian yang bekerja ketika kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Kerusakan atau keausan pada komponen tersebut dapat menimbulkan bunyi dan memengaruhi kenyamanan.
Saat test drive, perhatikan apakah muncul suara ketika:
Melewati polisi tidur
Menginjak lubang kecil
Berbelok
Melakukan pengereman
Berakselerasi
Jika bunyi muncul pada kondisi tertentu, catat kapan bunyi tersebut terjadi dan minta mekanik melakukan pemeriksaan.
11. Jangan Lupakan Sistem Pengereman
Meskipun mobil listrik menggunakan regenerative braking, sistem rem mekanis tetap ada dan harus diperiksa.
Atto 3 menggunakan rem cakram di depan dan belakang berdasarkan spesifikasi yang tercantum dalam brosur.
Saat melakukan test drive, rasakan apakah pedal rem bekerja secara konsisten.
Perhatikan apakah mobil berhenti dengan stabil atau justru terasa menarik ke salah satu sisi.
Selain itu, dengarkan apakah terdapat suara gesekan atau bunyi tidak normal ketika melakukan pengereman.
Pemeriksaan rem penting karena kondisi kendaraan bekas tidak hanya berhubungan dengan kenyamanan, tetapi juga keselamatan.
12. Periksa Bagian Bawah Mobil
Bagian bawah mobil juga perlu diperhatikan.
Atto 3 memiliki ground clearance sekitar 175 mm berdasarkan spesifikasi yang tersedia.
Dengan ground clearance tersebut, bagian bawah kendaraan tetap berpotensi bersentuhan dengan jalan ketika melewati lubang, polisi tidur, jalan menanjak, atau permukaan yang tidak rata.
Lihat apakah terdapat bekas benturan pada bagian bawah kendaraan.
Pada mobil listrik, pemeriksaan area bawah menjadi semakin penting karena terdapat komponen baterai yang terletak di bagian bawah kendaraan.
Jika terlihat bekas benturan keras, jangan langsung membeli sebelum kendaraan diperiksa secara menyeluruh oleh teknisi yang memahami mobil listrik.
13. Periksa Spooring dan Balancing
Spooring dan balancing juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika membeli Atto 3 bekas.
Jika ban mengalami keausan tidak merata atau setir terasa bergetar, pemeriksaan ini menjadi semakin penting.
Namun, jangan menggunakan spooring sebagai solusi otomatis untuk semua masalah.
Jika setelah spooring kendaraan masih menarik ke satu sisi atau ban tetap aus tidak merata, komponen kaki-kaki perlu diperiksa lebih lanjut.
14. Lakukan Test Drive Bersama Mekanik
Cara paling aman untuk menilai kondisi kaki-kaki mobil bekas adalah menggabungkan pemeriksaan sendiri dengan inspeksi profesional.
Mekanik dapat melihat bagian yang mungkin sulit diperiksa oleh calon pembeli, termasuk kondisi suspensi, rem, roda, dan bagian bawah kendaraan.
Hal ini juga relevan untuk mobil listrik. Pemeriksaan kendaraan listrik bekas sebaiknya tidak berhenti pada baterai saja. OTO juga menyarankan calon pembeli mobil listrik bekas tetap melakukan pemeriksaan konvensional terhadap kaki-kaki, suspensi, rem, dan ban karena bobot kendaraan listrik dapat memberi beban lebih pada area tersebut.
15. Cek Riwayat Servis
Terakhir, tanyakan riwayat servis kendaraan.
BYD Indonesia menyediakan jadwal perawatan berkala, termasuk servis tahun kedua atau 40.000 km, tahun ketiga atau 60.000 km, tahun keempat atau 80.000 km, dan seterusnya sesuai buku panduan kendaraan.
Riwayat servis dapat membantu mengetahui apakah kendaraan dirawat secara teratur.
Jika penjual mempunyai catatan servis lengkap, gunakan informasi tersebut untuk membandingkan kondisi kendaraan saat ini.
Kesimpulan
Menilai ban dan kaki-kaki BYD Atto 3 bekas sebenarnya tidak terlalu sulit apabila dilakukan secara bertahap. Mulailah dari kondisi ban, pola keausan, pelek, kemudian lanjutkan dengan pemeriksaan suspensi, rem, spooring, balancing, hingga bagian bawah kendaraan.
Jangan lupa melakukan test drive untuk merasakan apakah mobil terasa stabil, apakah setir tetap lurus, apakah terdapat getaran, dan apakah muncul bunyi dari kaki-kaki.
Atto 3 menggunakan suspensi MacPherson di depan dan multi-link di belakang serta velg 18 inci, sehingga kondisi komponen tersebut layak menjadi perhatian ketika membeli unit bekas.
Yang paling penting, jangan hanya terpaku pada tampilan eksterior atau harga murah. Ban yang sudah aus, pelek bermasalah, suspensi berbunyi, atau komponen kaki-kaki yang membutuhkan penggantian bisa menambah biaya setelah pembelian.
Jika menemukan unit BYD Atto 3 bekas yang menarik, idealnya lakukan inspeksi menyeluruh di bengkel yang memahami kendaraan listrik sebelum transaksi. Dengan begitu, calon pembeli dapat mengetahui kondisi mobil secara lebih objektif dan memperhitungkan biaya yang mungkin muncul setelah kendaraan resmi menjadi milik sendiri.